Merdeka Belajar: Sudah Siapkah Kita Mencetak Generasi Unggul Abad 21? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Merdeka Belajar Cooperatif Learning 1, Sumber: Dokumentasi Pribadi Taufik Hidayat, S.Pd, M.Si

Ardianingtyas Ardianingtyas

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 10 Agustus 2022

Sabtu, 20 Agustus 2022 10:29 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Merdeka Belajar: Sudah Siapkah Kita Mencetak Generasi Unggul Abad 21?

    Merdeka belajar menuntut kesiapan baik dari sisi lembaga pendidikan ataupun peserta didik. Juga infrastruktur yang memadai seperti jaringan internet dan instrumen pembelajaran yang siap mendukung pembelajaran berbasis digital. Pendidik harus profesional dan proaktif, serta para siswa siap untuk kreatif belajar.

    Dibaca : 600 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Saat ini kita berada dalam kondisi lingkungan yang cepat berubah. Secara singkat dikatakan kita sedang berada dalam era VUCA, yaitu Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas) dan Ambiguity (ambiguitas). Perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat sehingga seluruh sendi-sendi kehidupan juga mengalami perubahan yang fundamental.

    Dahulu orang kaya adalah yang bisnisnya kelihatan, memiliki aset nyata, misalnya truk yang banyak, mobil taksi yang berjajar di garasi, punya toko besar atau tanah yang luas. Tapi untuk saat ini orang sukses bisnis tak harus punya ruko, toko yang besar. Ada yang menjalani bisnis online, ghost kitchen, atau affiliate yang tak kasat mata namun traffic penjualannya melebihi penjualan offline. Di lingkungan dunia kerja juga mengalami perubahan, banyak lapangan pekerjaan hilang, di satu sisi banyak jenis pekerjaan baru bermunculan.

    Untuk itulah diperlukan transformasi pendidikan agar setelah lulus nanti mereka menjadi generasi unggul, generasi yang agile, yang siap menghadapi tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

    Merdeka belajar menuntut kesiapan baik dari sisi lembaga pendidikan ataupun peserta didik. Juga infrastruktur yang memadai seperti jaringan internet dan instrumen pembelajaran yang siap mendukung pembelajaran berbasis digital. Pendidik harus profesional dan proaktif, serta para siswa siap untuk kreatif belajar..

    Merdeka belajar dicanangkan dalam rangka untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan nasional tercantum dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 BAB II Pasal 3, menyebutkan sebagai berikut : “Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Generasi unggul adalah generasi yang memiliki sifat-sifat sebagaimana yang tercantum dalam tujuan pendidikan tersebut. Jelaslah bahwa pembangunan karakter bangsa yang pertama adalah upaya mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai iman dan takwa merupakan nilai yang amat sangat dijunjung tinggi dan merupakan cita-cita pertama yang ingin diwujudkan melalui pendidikan nasional.

    Untuk mewujudkan cita-cita tersebut tak hanya menjadi tanggung jawab guru saja, orang tua sebagai pendidik anak yang pertama juga mempunyai tanggung jawab, pemerintah pun memiliki tanggung jawab. Jadi semua elemen harus bersinergi untuk mewujudkan tujuan tersebut.

    Faktor kompetensi orang tua sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya sangatlah penting. Mereka laksana pelukis yang akan melukis kanvas putih pertama kalinya, dibutuhkan sentuhan sentuhan dasar yang kuat agar kelak lukisannya menjadi lukisan yang sangat indah. Guru di sekolah adalah penyempurna dari lukisan dasar tersebut, memberikan polesan warna agar semakin berkesan. Demikian juga pemangku kepentingan adalah penambah nilai dari lukisan tersebut. Layaknya lukisan indah akan bernilai lebih tinggi jika diberikan bingkai yang elegan.

    Pemerintah telah mencoba memulai revolusi pendidikan sejak 2019 dengan konsep merdeka belajar baik di tingkat dasar, menengah, hingga tinggi. Untuk mewujudkannya maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung, kurikukulum yang telah terstruktur juga infrastruktur yang mendukung pelaksanaan kurikulum tersebut.

    Seperti apakah infrastruktur yang mendukung merdeka belajar?

    1. Jaringan internet yang stabil, berkecepatan tinggi dan menjangkau seluruh pelosok negeri agar tercipta keadilan pendidikan.
    2. Instrumen pendidikan berbasis digital yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
    3. Guru atau mentor yang profesional, proaktif dan berkualitas yang sanggup berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara (khususnya di bidang Pendidikan sesuai dengan profesinya).

    Apakah ketiga-tiganya harus ada? Jawabannya adalah iya. Jika salah satunya belum terpenuhi sesuai dengan standar maka penyelenggaraan kurikulum sesuai standar pendidikan menuju merdeka belajar tak akan sesuai harapan bahkan bisa gagal. Prasarana berbasis teknologi adalah investasi yang tidak murah, dan harus dibangun secara terencana dan bertahap namun tidak lambat.

    Proses penilaian di sekolah tak lagi dititikberatkan kepada perolehan nilai akademi, tapi proses berjuang yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah yang diberikan. Secara umum, saat ini sekolah masih dikelola secara tradisional dan konvensional, belum sanggup merespon secara cepat terhadap masalah zaman yang muncul. Sehingga dibutuhkan support system yang komprehensif agar mampu mengendalikan sekolah secara maksimal. Tenaga pendidik juga dituntut untuk meningkatkan kinerja dan kreativitasnya melalui fasilitas berbasis digital yang memadai.

    Indikator apakah yang menunjukkan keberhasilan konsep merdeka belajar bagi siswa?

    1. Pola pikir yang berkembang. Siswa ditantang berpikir kritis dan analitis, sehingga dia mampu menyelesaikan masalah dengan bijak.
    2. Mampu bersikap inovatif. Mampu mengembangkan minat dan bakatnya. Teori yang didapat diaplikasikan di dunia nyata. Sehingga tidak melulu belajar teori saja.
    3. Kecerdasan meningkat. Diharapkan dengan kemampuan kognitif yang terlatih akan menjadikan siswa mampu menyelesaikan masalah dengan baik.

    Sebuah cita-cita hanya akan tercapai jika seluruh elemen pendidikan kompak, berkolaborasi satu dan lainnya. Saling melengkapi dan siap berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Semoga Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat dengan didukung para generasi unggul.

    Ikuti tulisan menarik Ardianingtyas Ardianingtyas lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.