Cara Menyikapi Lebih Penting Dari yang Terjadi - Humaniora - www.indonesiana.id
x

ilustr: ACR

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Minggu, 4 September 2022 08:45 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Cara Menyikapi Lebih Penting Dari yang Terjadi

    Keadaan baik bisa berdampak buruk. Keadaan buruk bisa berdampak baik. Bagaimana mungkin?

    Dibaca : 865 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Cara Menyikapi Lebih Penting Daripada Apa yang Terjadi

    Bambang Udoyono, penulis buku

     

    It’s not what happened to you, but how you react to it that matters. (Epictetus) Bukan apa yang terjadi padamu yang penting, tapi caramu menanggapi.  Itulah kalimat bijaksana dari Epictetus, seorang filosof Yunani yang lahir di Turki sekitar tahun 50 AD.    Mari kita bahas apa maksudnya.

    Apa yang terjadi di luar diri kita, di lingkungan fisik maupun lingkungan sosial tentu berpengaruh kepada keadaan kita.  Kemajuan ekonomi, sosial, politik, budaya, teknologi dsb pasti  berpengaruh  pada kehidupan kita.  Meskipun demikian, apakah pengaruhnya baik atau buruk tergantung pada cara kita menanggapinya.    Kejadian burukpun seperti misalnya kejadian pandemi  yang menyurutkan ekonomi dunia bisa berdampak baik tergantung cara menyikapinya.  Mungkin anda bertanya, bagaimana mungkin keadaan buruk malah berdampak baik?

    Keadaan buruk berdampak baik

     

    Salah satu caranya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah swt.  Ketika kita terpaksa bekerja dari rumah, artinya makin banyak waktu untuk beribadah.  Beban fisik juga tidak seberat ketika harus bekerja di luar rumah.  Jadi saat ini justru saat terbaik untuk meningkatkan ibadah.  Bukanlah ini cara yang baik untuk menanggapi keadaan buruk?

    Ketika Anda sakit, ini memang keadaan yang kurang baik.  Orang sakit ya wajib berihtiar mencari kesembuhan. Meskipun demikian sakit ada hikmahnya. Dalam Islam sakit bisa menjadi penggugur dosa.  Tentu saja kalau rido dengan ketentuan Allah. Jangan sekali sekali menggerutu dengan ketentuan Allah swt.

    Dengan meningkatnya ibadah maka kita akan semakin mudah pula menata hati.  jangan biarkan kebahagiaan anda ditentukan oleh keadaan di luar diri anda.  Jangan biarkan ujian itu mendikte kebahagiaan anda.  Karena sejatinya kebahagiaan ditentukan oleh anda sendiri.  Kondisi hati yang bersyukur atas segala apa yang sudah diberikan oleh Allah.  Hati yang rido dengan semua yang terjadi akan sangat menentukan kebahagiaan anda.

    Sebaliknya hati yang tidak rido, tidak syukur akan sangat susah mendapatkan kebahagiaan.  Memiliki dua gunung emaspun tidak akan membuat bahagia kepada hati yang tidak sehat, kotor dan tidak syukur dan tidak rido.

    Keadaan baik berdampak buruk

     

    Keadaan baik bisa jadi justru berdampak buruk jika menyikapinya tidak benar.  Coba saja lihat di lingkungan sosial anda.  Kalau anda jeli pasti sudah melihat orang yang mengalami kemajuan ekonomi, bisnisnya maju, atau posisinya naik, tapi justru kehidupannya berantakan.  Hartanya justru membuat dia lupa pada ajaran agama sehingga dipakainya untuk berfoya foya.  Akibatnya justru buruk untuk dia dan keluarganya, bahkan mungkin buruk juga untuk lingkungan sosialnya.

    Benang merah

     

    Banyak kejadian di masyarakat yang menunjukkan bahwa harta berlimpah, pangkat dan jabatan tinggi bisa berdampak buruk pada pemiliknya.  Pemiliknya bisa saja lupa kepada Allah swt. Mereka yang lupa ini berani melanggar aturan Allah swt. Tidak susah menebak akibatnya.

     

    Sebaliknya banyak orang yang hidupnya pas pasan, bahkan menghadapi kesulitan, tapi kemudian menemukan solusi. Kehidupannya membaik. Memang belum tentu menjadi petinggi atau milyuner. Tapi hidupnya lurus.  Arahnya jelas ke mana.

     

    Semuanya tergantung cara menyikapi. Keadaaan baik ternyata bisa berdampak buruk. Dan keadaan buruk bisa berdampak baik.

     

    Jadi jelas bahwa kondisi hati, kondisi keimanan, sikap mental di dalam diri kita berperan jauh lebih penting daripada keadaan di luar kita.  Maka mari menata kondisi internal agar di setiap keadaan kita mampu mendapatkan yang terbaik.

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Dien Matina

    3 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 214 kali