x

laptop

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 20 Maret 2023 06:26 WIB

Beberapa Cara Belajar Menulis

Banyak orang ingin bisa menulis tapi tidak tahu caranya. Inilah beberapa cara belajar menulis.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Beberapa Cara Belajar Menulis

 

Bambang Udoyono

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Banyak sekali orang bertanya tentang cara belajar menulis. Banyak juga materi pertanyaannya.   Siapa guru menulis yang direkomendasikan? Apa judul buku panduan menulis yang disarankan?  Lembaga mana yang mengadakan pelatihan menulis?  Apa langkah yang disarankan? Dan banyak lagi pertanyaan lain.  Mari kita bahas.   

 

Saya mengamati banyak penulis.  Sebagian saya kenal secara pribadi, Sebagian lain saya hanya mengenal lewat media massa dan karyanya.  Dalam amatan saya ada beberapa cara orang belajar menulis.  Ada penulis yang belajar menulis dari tempat kerjanya. Ada penulis yang belajar dari sebuah lembaga pelatihan.  Ada orang yang belajar secara mandir dengan membaca.  Ada juga orang yang belajar dari komunitas menulis.  Sedangkan pengalaman saya beda lagi. Nanti saya paparkan.

 

Kelompok pertama adalah orang yang belajar menulis dari tempat kerjanya. Mereka yang termasuk dalam golongan ini adalah para jurnalis terutama media cetak dan para dosen.  Mereka mendapat pelatihan di dalam tempat kerjanya.  Gurunya biasanya campuran.  Ada senior mereka sendiri dan kadang ada juga pengajar dari luar.  Di sana mereka mendapat pelatihan di kelas dan praktek serta bimbingan dari atasan atau senior mereka.

 

Kelompok kedua adalah orang yang belajar menulis dari sebuah lembaga pelatihan menulis.  Sekarang ada beberapa lembaga dan bahkan perorangan yang menawarkan program pelatihan menulis artikel dan buku. Saya hanya tahu keberadaannya tapi tidak tahu rincian programnya. Karena saya belum pernah ikut.

 

Kemudian ada orang yang belajar menulis dari mengikat makna.  Ini adalah gagasan dari Hernowo Hasim, seorang penulis produktif dan juga editor.  Dia juga pernah mengadakan pelatihan menulis.  Inti gagasannya adalah memadukan kegiatan membaca dengan menulis.  Jadi kita dianjurkan membaca banyak buku lalu menulis apa yang kita dapat dari apa yang kita baca.

 

Lalu ada banyak orang yang belajar menulis dari komunitas menulis.  Sekarang ini tumbuh banyak sekali komunitas menulis di berbagai kota.  Mereka punya aneka kegiatan dari pelatihan menulis sampai menerbitkan buku. Biasanya mereka memiliki seorang yang memberi pelatihan menulis. Kemudian mereka menulis berjamaah.  Hasil karyanya diterbitkan secara mandiri. Inilah yang lazim disebut buku antologi. Pembeli bukunya kebanyakan teman teman dan saudara mereka sendiri. 

 

Kelompok lain adalah penulis yang belajar mandiri dari bacaan.  Mereka adalah orang yang sangat rajin membaca.  Mereka juga pengamat kehidupan yang jeli.   Guru mereka adalah para penulis yang mereka baca karyanya.  Banyak penulis besar yang tumbuh alamiah seperti ini.  Salah satu penulis yang saya yakini tumbuh secara ini adalah SH Mintardja,  seorang penulis cerita silat dengan latar belakang budaya Jawa.     

 

Pengalaman saya berbeda dari semua itu.  Saya belajar menulis dari menerjemahkan artikel dan buku.  Dulu saya sering menerjemahkan artikel dan buku dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.  Dari kegiatan inilah saya banyak belajar.  Saya menghayati betul cara para penulis besar mengorganisir gagasannya dan memaparkan pemikirannya.  Saya juga menyerap gaya bahasa mereka. Bukan berarti saya menjiplak. 

 

Berangkat dari kegiatan itu timbullah gagasan saya untuk menulis buku saya sendiri.    Saya lalu memakai pengalaman saya sebagai sumber bahan. Kelebihan cara ini adalah saya tidak terlalu banyak riset karena saya paham betul pengalaman pribadi saya sendiri.  Tentu saja saya harus banyak membaca juga untuk menemukan sedikit teori pendukung.  Alhamdulilah buku saya sudah diterbitkan beberapa penerbit mayor.

 

Karena itu saya yakin kalau cara saya ini bisa juga diterapkan oleh orang lain.   Kalau Anda suka menerjemahkan, pakailah kegiatan itu untuk belajar dari para penulis yang Anda terjemahkan karyanya.  Kemudian Anda juga harus melakukan kegiatan menulis dengan menggunakan pengalaman sendiri.  Nanti Anda akan menemukan gagasan, gaya, dan angle yang unik atau khas Anda.  Kalau sudah begitu Anda akan sangat menikmati kegiatan menulis. Kegiatan ini bersifat adiktif. And aakan kecanduan menulis.

 

Kalau Anda punya pengalaman yang unik ketika menulis, jangan ragu untuk menulisnya dan membagikannya. Siapa tahu jalan yang Anda lalui bermanfaat untuk orang lain.

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler