Inovasi Keren, Aplikasi Penilaian Belajar Tanpa Sinyal Tanpa Server

Sabtu, 24 Juni 2023 08:10 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dengan aplikasi TCExam Mobile Friendly Computers Based Test, siswa hanya butuh kuota data dan sinyal saat proses transfer soal melalui aplikasi percakapan WhatsApp atau bluetooth. Setelah itu mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan lancar tanpa sinyal atau kuota data. Hasilnya para siswa sangat puas dan sekolah juga terbantu.

Sekarang ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah memasuki tahapan di mana guru dan siswa sudah dapat belajar menggunakan berbagai sumber berbasis digital lewat jaringan internet. Ratusan aplikasi belajar, baik yang bersifat instruktif maupun interaktif sudah banyak dikembangkan oleh berbagai developer platform digital.

Sebelum masa pandemi Covid-19 tidak banyak sekolah-sekolah atau para guru menggunakan aplikasi belajar berbasis digital. Karena pola belajar di sekolah lebih banyak menggunakan alat tulis konvensional seperti buku tulis dan papan tulis kelas. Begitupun kegiatan ulangan atau ujian semester, para siswa mengerjakan soal lewat kertas  soal ulangan.

Pada saat pandemi Covid-19, sekolah, guru-guru mengalami berbagai tantangan cukup berat  dalam melaksanakan proses kegiatan belajar. Larangan bagi masyarakat untuk melakukan aktifitas di luar rumah, termasuk di sekolah menyebabkan para siswa harus menjalankan proses belajar di rumah.

Kemudian, ketika para siswa melaksanakan proses penilaian melalui Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS), banyak siswa mengalami berbagai kendala untuk mengerjakan soal-soal ujian secara daring, mulai kehabisan kuota internet hingga sinyal yang tidak mendukung di tempat tinggal mereka. Termasuk sekolah yang memiliki server terbatas mengalami kendala dalam melaksanakan kegiatan secara daring.

Di tengah kondisi tersebut, seorang guru SMK Gondang Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Maman Sulaeman menemukan terobosan dan melakukan inovasi yang memungkinkan para siswa dapat belajar, melakukan kegiatan ulangan tanpa pusing memikirkan kuota atau sinyal.

Aplikasi itu bernama TCExam Mobile Friendly Computers Based Test untuk Asesmen Kompetensi Minimum (TMFCBT for AKM ). Aplikasi tersebut sebenarnya sudah dikembangkan oleh Maman  sejak tahun 2016.

Kemudian ia mulai mencoba mengembangkan kreasi inovatif dalam platform teknologi penilaian tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh siswa saat mereka mengalami kendala susah sinyal, dan sekolah yang kekurangan server untuk melaksanakan ujian berbasis komputer.

Menurutnya  siswa hanya butuh kuota data dan sinyal saat proses transfer soal melalui aplikasi percakapan WhatsApp atau bluetooth. Setelah itu mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan lancar tanpa sinyal atau kuota data. Hasilnya para siswa sangat puas dan sekolah juga terbantu.

Inovasi keren Maman Sulaeman memberi manfaat besar untuk belajar tanpa sinyal

Sejak ia berhasil mengembangkan aplikasi ujian mode darurat ini, ia banyak berbagi informasi tentang temuannya ini melalui laman facebooknya yang kemudian terorganisir menjadi sebuah grup telegram. Dari situlah banyak sekolah lain dari berbagai wilayah tertarik untuk bergabung. Saat ini telah terdaftar sebanyak 16 sekolah dari 9 provinsi di seluruh Indonesia dengan total siswa 4.671 peserta ujian, dan 464 user telegram yang sudah terdaftar

Maman menyediakan link aplikasi TMFCBT for AKM di media sosial maupun grup percakapan secara terbuka dan bisa diunduh. Hingga kini pun sudah lebih dari 22 sekolah di Indonesia yang memanfaatkan aplikasi tersebut mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, NTT, Kalimantan Selatan hingga Sulawesi Selatan.

Dari testimoni sekolah yang menggunakan, ternyata aplikasi tanpa sinyal dan tanpa server ini sangat membantu pembelajaran secara daring. Sebab, aplikasi ini bisa digunakan oleh salah satu sekolah di Kalimantan yang memiliki jurusan kelautan. Lalu ketika ujian para siswanya yang sedang magang di kapal lepas pantai bisa memanfaatkan aplikasi tersebut.

Akhirnya, tidak hanya memberikan kemudahan mengakses pendidikan di tengah pandemik, aplikasi tanpa sinyal tanpa server ini juga membantu sekolah lain. Khususnya, sekolah yang memiliki kendala dari segi infrastruktur jaringan internet dan pendukungnya.

SATU Indonesia Awards mendorong para inovator berkontribusi untuk kemajuan masyarakat

Aplikasi CBT TCExam karya inovasi Maman Sulaeman ini merupakan aplikasi CBT Free and Opensource yang cukup terkenal di kalangan akademis. Sifatnya yang gratis membuatnya banyak digemari, sehingga banyak penyedia hosting memasukkannya ke dalam aplikasi yang siap pakai melalui installer di panelnya.

TCExam yang berlisensi opensource memberikan kesempatan kepada banyak pengguna untuk memodifikasi atau bahkan memberikan fitur baru di dalamnya. Salah satu turunan TCExam yang cukup populer saat ini yaitu TCExam Mobile Friendly with AJAX support (TMFAJAX) yang memiliki banyak fitur baru dan peningkatan kinerja untuk menopang akses banyak pengguna dalam satu waktu yang bersamaan. Adapun TMFAJAX bisa diunduh di https://github.com/xamzone/tmfajax.

Beberapa bulan setelah dirilis, TMFAJAX belum memiliki dokumentasi resmi berkaitan cara penggunaannya. Namun per tanggal 18 Mei 2021, kita bisa mempelajari TMFAJAX melalui dokumentasi yang disediakan oleh Author TMFAJAX yaitu Maman Sulaeman.

Dokumentasi tersebut mencakup beberapa hal dalam pemakaian TMFAJAX antara lain yaitu:

  • Panduan Instalasi CBT TMFAJAX
  • Pengaturan Umum CBT TMFAJAX pasca instalasi
  • Import User pada CBT TMFAJAX melalui Format Excel (.xlsx)
  • Import Soal pada CBT TMFAJAX melalui Template Excel (.xlsm)
  • Membuat Jadwal Ujian pada CBT TMFAJAX
  • Mengerjakan Ujian pada CBT TMFAJAX (Mode Normal dan Mode Darurat)

Melalui penghargaan SATU Indonesia Awards tahun 2022, karya ini diharapkan memberikan dampak dan manfaat besar bagi seluruh insan pendidikan di Indonesia. Di sisi lain, ajang penghargaan yang akan digelar kembali pada September tahun 2023 ini mendorong warga masyarakat untuk membuat aksi dan karya nyata yang inovatif, di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi, serta satu kategori Kelompok yang mewakili lima bidang tersebut.

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
BungRam

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua