x

Dengan nabung kotoran ternak, maka limbah kotoran bisa dimanfaatkan (facebook.com/iauhidbgui.hjzhhs)

Iklan

Dewi puspa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 1 September 2023 14:13 WIB

Gerakan Menabung Kotoran Ternak dari Gedang

Kotoran ternak bisa ditabung? Ya, bisa, dan dikelola dengan baik, sehingga tidak mencemari lingkungan dan malah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan produktif.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kotoran ternak bisa ditabung? Ya, kotoran ternak bisa ditabung, dikelola dengan baik, sehingga tidak mencemari lingkungan dan malah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan yang sifatnya produktif. Menabung kotoran ternak salah satunya dilakukan oleh Gedang alias Gerakan Pemuda Lumajang yang digagas oleh Asriafi Ath Tha’ariq.

Gedang didirikan oleh Asriafi sejak tahun 2012. Awalnya kelompok pemuda ini bertujuan untuk mendidik anak-anak putus sekolah dari kalangan anak yatim piatu dan fakir miskin untuk digembleng mental dan sikap kepemimpinan mereka agar bisa menjadi tutor program outbound. Namun kemudian program kerja mereka meluas setelah melihat kondisi di lingkungan tempat tinggal mereka. 

Setelah dua tahun Gedang berdiri, Asriafi merasa resah melihat kondisi tempat tinggalnya. Ia melihat banyak peternak kambing dan sapi di daerah Lumajang yang tidak mengolah limbah kotoran hewannya dengan baik. Limbah kotoran tersebut tercecer di mana-mana. Ada yang dibuang di sungai, namun ada juga yang berceceran di lingkungan tempat tinggal. Yang terjadi kemudian sungai menjadi tercemar, lingkungan tempat tinggal menjadi kotor, bau, dan bisa menjadi sumber penyakit. Jika kondisi ini dibiarkan, maka lingkungan akan menjadi makin kumuh dan makin banyak sungai yang tercemar. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Asriafi menggagas GEDANG (sumber: facebook.com/asriafi.athoriq)

Tak hanya kebiasaan membuang limbah kotoran ternak yang dibiarkan dibuang sembarangan dan tidak dikelola dengan baik, sampah-sampah rumah tangga juga tidak dikelola dengan baik, sehingga lingkungan tempat tinggal nampak kumuh. Gedang pun mulai memberikan edukasi untuk pengolahan sampah ke para warga, termasuk menyebarkan gerakan menabung kotoran ternak. 

Konsep menabung kotoran ternak mirip-mirip dengan gerakan menabung sampah plastik. Para warga yang memiliki ternak, diharapkan mengumpulkan dan menyetorkan kotoran ternaknya ke Gedang. Lalu oleh Gedang, limbah kotoran ternak tersebut diolah sehingga tidak mencemari lingkungan, malah sebaliknya, bisa mendatangkan keuntungan karena bisa diolah menjadi beberapa hal. 

Program menabung kotoran ternak pada awalnya dicibir dan diremehkan, namun berkat kesabaran akhirnya program ini bisa diterima baik oleh para warga yang memiliki ternak. Program ini juga disambut warga lainnya yang selama ini menderita karena limbah kotoran ternak yang tak terkelola. Lingkungan tempat tinggal menjadi bersih dan asri, juga tentunya lebih sehat. Sungai pun bisa kembali dibersihkan dan tidak lagi tercemar. 

Hingga kini program menabung kotoran ternak masih dijalankan.  Hingga kini sudah ada empat kecamatan di Lumajang yang telah mengadopsi sistem tabungan kotoran ternak, yaitu  Kecamatan Tekung, Kecamatan Yosowilangun, Kecamatan Tempeh, dan Kecamatan Kunir. Ke depan akan semakin banyak daerah yang menerapkannya sehingga Lumajang bisa menjadi kabupaten yang bersih dari kotoran ternak karena limbah kotoran ternak terkelola dengan baik. 

Lingkungan RW 5 Ditotrunan sekarang asri dan bersih (sumber:facebook.com/rw5ditotrunan)

Selain kotoran ternak, Gedang juga memberikan edukasi dan sosialisasi ke warga untuk mengelola sampah dengan baik dengan mendirikan bank-bank sampah, memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami, rajin membersihkan selokan dan sungai, membuat biopori dan sungai resapan, sehingga lingkungan tempat tinggal warga yang masuk daerah kumuh bisa disulap menjadi lingkungan yang asri dan sehat. 

Lalu ke mana limbah kotoran hewan berakhir? Oleh Asriafi dan kawan-kawan, kotoran hewan diolah menjadi pupuk. Pupuk tersebut disalurkan ke beberapa tempat, salah satunya ke kebun mangga di Situbondo sebagai pupuk tanaman. Ia juga menjajagi kerja sama penyaluran limbah kotoran hewan dengan Petrokimia. 

Berkat kerja keras, gagasan, dan pengabdiannya kepada lingkungan, maka pemuda Lumajang ini mendapatkan apresiasi Satu Indonesia Awards di bidang lingkungan. Ia berharap program Gedang ini berkelanjutan dan makin banyak yang mengadopsinya sehingga Lumajang menjadi daerah yang bersih dan sehat. 

Ikuti tulisan menarik Dewi puspa lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler