x

Iklan

nadiyah ursyila selsyilia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 November 2023

Jumat, 3 November 2023 09:41 WIB

Obon Matsuri, Perayaan Untuk Menyambut Roh Leluhur di Jepang

Kebudayaan adalah bagian integral dari Masyarakat, dan di Jepang, Festival Obon adalah contoh konkret dari bagaimana kebudayaan, spiritualitas, dan tradisi berdampingan dalam sebuah perayaan yang berakar dalam sejarah dan memiliki dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. 

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

          Jepang merupakan sebuah negara yang kaya akan keberagaman budayanya. Dimana setiap kebudayaan itu memiliki fungsi seninya masing-masing. Salah satu kebudayaan yang mempengaruhi aspek spiritual atau kepercayaan di Jepang terdapat dalam Festival atau Matsuri. Adanya kebudayaan matsuri yang termasuk dalam kebudayaan nonmaterial berwujud ritual yang terjaga kelesatriannya hingga saat ini. Matsuri disebut juga sebagai kegiatan keagamaan dan dianggap sebagai penghubung dunia gaib dengan dunia nyata. Matsuri memiliki dua fungsi, yaitu matsuri sebagai saigi (perayaan) dan matsuri sebagai sairei (upacara). Boni atau Obon adalah salah satu masturi yang dirayakan setiap tahunnya di Jepang. Obon merupakan tradisi memperingati arwah leluhur di Tengah musim panas yang sudah ada di Jepang sejak sekitar abad ke-8 dan dirayakan untuk mengingat arwah leluhur yang sudah meninggal.obon matsuri (japantravel)

            Festival Bon diadakan untuk mendoakan ketenangan arwah leluhur. Festival ini menjadi salah satu acara tradisional terbesar setiap tahunnya, bertepatan dengan Tahun Baru. Festival Bon biasanya juga disebut sebagai O-bon atau Urabon. Dulunya, festival ini diadakan pada pertengahan bulan kejutuh pada kalender Jepang. Maka dari itu, beberapa daerah di Jepang merayakannya pada pertengahan Juli, meskipun penanggalan lamanya mendekati pertengahan Agustus. Anggota kelurga maupun leluhur terdahulu yang sudah meninggal diyakini akan mengunjungi rumah mereka selama Perayaan Obon untuk bertemu dengan keluarga mereka. Untuk membimbing arwah-arwah leluhur kembali, anggota keluarga biasanya menyalakan api unggun kecil yang di letakkan di luar rumah. Kegiatan ini disebut mukae-bi, yang artinya nyala api penyambutan. Seluruh sudut rumah dibersihkan dari debu, dan mereka menyajikan buah-buahan serta sayuran di altar keluarga. ketika Perayaan Obon berakhir, arwah-arwah akan diiringi pulang dengan api obon yang lain, yang disebut okuri-bi. Beberapa daerah melepaskan lentera kecil ke Sungai atau ke laut sebagai bagian dari ritual okuri-bi.lentera kecil, ritual okuri-bi (berita bhagavant) 

            Pada masa awal diadakannya Perayaan Obon, banyak kuil Buddha yang mengadakan kebaktian yang disebut urabon-e sehingga banyak orang yang mengira bahwa Perayaan Obon merupakan tradisi Buddha. Tetapi, sekarang para sejarawan berpikir bahwa praktik-praktik penduduk asli Jepang dikombinasikan dengan konsep-konsep Buddha membentuk adat-istiadat Obon yang dianut saat ini. Satu acara besar yang biasanya diadakan di seluruh Jepang saat Perayaan Obon adalah Bon Odori (tarian bon). Salah satu yang sangat terkenal adalah Awa-odori dari Tokushima. Masyarakat Jepang yang merayakan biasanya akan pergi ke taman atau kuil di lingkungan sekitar dengan mengenakan yukata atau kimono musim panas dan menari melingkar mengikuti alunan musik yang diputar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

yukata musim panas (goikuzo)

            Di pertengahan Agustus pada saat sekolah dasar dan sekolah menengah diliburkan untuk musim panas. Juga banyak perushaan yang memberikan pekerjanya waktu untuk istirahat dengan meliburkan pabrik dan kantor mereka selama perayaan Obon berlangsung. Penduduk perkotaan memanfaatkan hari libur mereka untuk pulang ke kampung halaman dan berpartisipasi pada Perayaan Obon di kampung halaman mereka. Bagi para anak-anak, libur saat Perayaan Obon adalah kesempatan bagi mereka untuk berkunjung dan bertemu dengan kakek-nenek serta kerabat mereka lainnya. Berawal dan berakhirnya Perayaan Obon biasanya ditandai dengan kemacetan panjang masyrakat Jepang yang kembali lagi ke tempat mereka tinggal di perkotaan. Mulai dari bandara hingga stasiun kereta api penuh sesak oleh wisatawan, dan jalan tol menuju keluar ke kota-kota besar dilanda kemacetan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan Shinkansen (kereta cepat) dan juga kereta jarak jauh lainnya seringkali juga memiliki tingkat okupansi yang tinggi pada saat Festival Obon.arus lalu lintas saat perayaan festival obon

            Kesimpulannya adalah, festival Obon merupakan salah satu perayaan yang dirayakan setiap tahun di Jepang. Perayaan ini diadakan untuk memperingati arwah leluhur yang telah meinggal. Selama Perayaan Obon, keluarga mengadakan berbagai ritual, seperti menyalakan api unggun kecil untuk menyambut arwah dan membersihkan rumah mereka. Salah satu acarabesar yang terkait dengan perayaan Obon adalah Bon Odori atau tarian Bon. Masyarakat Jepang yang merayakan festival ini biasanya mengenakan pakaian tradisional seperti yukata atau kimono musim panas dan menari mengikuti alunan musik. Perayaan Obon adalah saat yang sangat penting di Jepang. Sekolah-sekolah hingga banyak perusahaan memberikan libur selama perayaan ini, sehingga banyak orang merayakan perayaan Obon dan berkumpul dengan keluarga mereka. Tetapi, karena banyak orang melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka, peryaan Obon seringkali menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jepang, termasuk di bandara, stasiun kereta api dan jalan tol.

            Kebudayaan adalah bagian integral dari Masyarakat, dan di Jepang, Festival Obon adalah contoh konkret dari bagaimana kebudayaan, spiritualitas, dan tradisi berdampingan dalam sebuah perayaan yang berakar dalam sejarah dan memiliki dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. 

Ikuti tulisan menarik nadiyah ursyila selsyilia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB