x

Iklan

Kekek Apriana Dwi Harjanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Sekali Kawangkoan, tetap Kopi Kawangkoan

soal bagaimana kopi yang pahit dipadu dengan susu dalam 8 kali adukkan ke kanan dan kekiri menjadi satu rasa kehidupan. Kopi khas KAWANGKOAN

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pagi itu saya dan kawan-kawan kelas menulis berkumpul di satu resto Manado bernama RaRamPa. Seperti kita ketahui, Manado adalah ibukota Sulawesi Utara. Resto ini terletak di depan taman ayodya kawasan mahakam Jakarta Selatan.

Di resto RaRampa kita dapat menikmati sajian kuliner masakan dan racikan minuman khas Manado. Menurut informasi yang saya dengar dari pemilik resto, RaRampa memiliki arti rempah-rempah yang melimpah dalam masakan.

“Kami menyajikan makanan dan minuman yang HALAL disini. Ingat ya, Restoran manado berbeda dengan restoran Minahasa. Restoran Minahasa lebih beragam menunya dan memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Minahasa di tanah rantau” ujarnya diawal perkenalan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bukan rahasia lagi kalau rempah-rempah adalah khas masakan Indonesia bagian timur. Sehingga kita selalu lahap jika makan masakan khas Indonesia bagian timur. Selain rempah-rempah, Indonesia bagian timur juga terkenal dengan ikan segar, minyak kayu putih, kerajinan tangan dan KOPI. Khusus kopi, saya jadi ingat bahwa terakhir saya minum kopi lokal Sulawesi Utara kira-kira tujuh tahun lalu. Cuman saya agak lupa rasa kopi Sulawesi Utara. Yang teringat hanya ikan segar dan pisang goreng cocol sambal. Mantap juga....kalau ada kopi di resto ini, harus dicoba nie. Sebenarnya saya ingin sedikit bernostalgia dengan kopi khas Sulawesi Utara.

Membayangkan harumnya Kopi dari Indonesia Timur khususnya dari Sulawesi Utara, sepertinya menarik. Apakah resto ini menyediakan kopi ya, tanya saya didalam hati. Sambil mendengarkan kawan-kawan diskusi, saya coba memperhatikan menu kopi dalam daftar, apakah ada kopi di resto ini atau tidak.

....Aha...dibagian minuman saya menemukan kopi. Sebentar....namanya unik. Kopi KAWANGKOAN. Hem...menarik namanya. Secangkir kopi pasti menyenangkan menemani saya sambil terus mendengarkan diskusi kawan-kawan yang asyik dengan dunia kue dan olahan masakan khas manado.

Saya kemudian bangkit berdiri dan pesan satu kopi ke pelayan yang berdiri di belakang meja bar dibagian sudut. Rupanya dibalik meja bar itu seluruh minuman khas Sulawesi Utara diracik termasuk kopi. Kopi khas Manado itu namanya Kopi KAWANGKOAN kata pelayan resto saat saya minta secangkir kopi. “Di sini racikan kopinya khas sekali. Enak, Harum dan kamu harus coba!” kata pemilik resto dengan lantang. "Jempol deh" katanya lebih lanjutnya. Ya ok, pasti saya coba karena saya suka kopi dan namanya memang bikin penasaran bingit. Baiklah saya pesan satu dan ini undangan istimewa, jangan dilewatkan.

Tidak memerlukan waktu lama untuk menunggu kopi KAWANGKOAN selesai diracik. Pelayan cukup memasukan bubuk kopi ukuran dua sendok penuh ke dalam cangkir, lalu susu dengan takaran semacam sloki dan terakhir diseduh dengan air panas. Cara menuangkan air panaspun ada strateginya. Tangan sedikit keatas kemudian dituang melingkar searah jarum jam ke dinding cangkir. Setelah itu kopi diaduk delapan kali ke kanan dan delapan kali ke kiri. Ketika saya tanya kenapa harus delapan kali ke kanan dan ke kiri, pelayan yang orang betawi itu cuma tersenyum misterius sambil memukul ringan pundak kawannya. Sepertinya ini soal rahasia yang pantang untuk dibahas pikir saya. “Baiklah kalau begitu, pasti hitungan 8 untuk mengaduk termasuk rahasia negara ya“ kata saya sambil tersenyum.

Salah satu pelayan kemudian memindahkan cangkir keatas piring alas dan memberikan kepada saya. “Silahkan dicoba mbak, kopi KAWANGKOAN buatan kami” kata pelayan sambil menyerahkan kopi kepada saya. “Hem....Ini mirip dengan kopi susu ya...” kata saya. Dengan spontan pelayan langsung mengklarifikasi bahwa kopi ini tidak seperti kopi susu biasa karena racikannya khas KAWANGKOAN. “Pokoknya sekali KAWANGKOAN tetap Kopi KAWANGKOAN ya mbak. Beda dengan yang lain” katanya tetap dengan ramah. “ Ya ok ya saya percaya” balas saya sambil mencium aroma cangkir kopi yang telah tercampur susu.

Saya membawa cangkir kopi KAWANGKOAN dan kembali bergabung bersama teman-teman. “Kawan-kawan, ini kopinya. Mantap. Kalian coba dong...” pinta saya.

Kopi racikkan KAWANGKOAN memang masih harum walupun sudah tercampur susu. Disajikan menarik dalam cangkir dan piring yang bening. Sambil mulai menyedu kopi saya ingat penjelasan pemilik resto tadi. Nama KAWANGKOAN yang unik diambil dari daerah penghasil kacang tanah di Sulawesi Utara. “Di daerah itu, kita makan kacang, makan biapong, makan cucur dan semua makanan ditemani kopi. Kopi hitam atau kopi susu. Nah karena kebiasaan itu, jadilah istilah kopi KAWANGKOAN “ tutur ibu pemilik resto.

Walapun saya lebih menyukai kopi hitam pahit, tetapi Kopi KAWANGKOAN ini tetap saya rekomendasi untuk dinikmati. Boleh juga kita variasi sedikit dengan mencelupkan potongan biapong kedalamnya sebelum dinikmati. Tetap asyik. Biapong kalau di Jakarta kita kenal dengan istilah bakpao. Bagaimanapun juga yang menarik dari Kopi KAWANGKOAN ini adalah cara meraciknya dengan komposisi kopi, susu dan diseduh dengan air panas yang dituang searah jarum jam. Yang patut dicatat untuk diingat adalah proses mengaduknya. Goyangkan sendok untuk mengaduk delapan putaran ke kanan dan delapan putaran ke kiri. Tentu dihitung ya dari kanan satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan dan balik kiri satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan. Selamat menikmati. Sekali KAWANGKOAN tetap Kopi KAWANGKOAN.

Ikuti tulisan menarik Kekek Apriana Dwi Harjanti lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu