GP F1 Eropa: Rio Ingin di Depan Sauber dan Renault - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Wawan Priyanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • GP F1 Eropa: Rio Ingin di Depan Sauber dan Renault

    Dibaca : 4.768 kali

    Turn 8-9-10-11-12 yang sempit dan berbahaya. Foto Twitter @ManorRacing

    Minggu ini, 19 Juni 2016, balap F1 akan dilangsungkan di Sirkuit Baku, Azerbaijan. Sirkuit ini merupakan sirkuit jalan raya dengan panjang 6,003 kilometer. Balapan akan dilalui sebanyak 51 putaran dengan total jarak tempuh 306.306 kilometer.

    Kepada penulis, pembalap tim Manor Racing asal Indonesia Rio Haryanto mengatakan Sirkuit Baku yang berada persis di tepi Laut Kaspia ini memiliki karakter cepat, sempit, dan di beberapa titik juga berbahaya karena trek berbatasan langsung tembok bangunan. “Mirip-mirip seperti sirkuit jalan raya di Makau, juga Monako,” kata Rio, Rabu, 15 Juni 2016.

    Balapan kali akan dilakukan berlawanan dengan arah jarum jam (anti-clockwise). Sirkuit ini memiliki 20 tikungan (turn). Sebagian besar merupakan tikungan lambat. Turn 1-2-3-4 merupakan trek lurus dengan masing-masing tikungan tajam ke arah kiri. Turn 5-6 merupakan chicane yang diteruskan dengan trek lurus menuju turn 7 berbentuk nyaris “U” turn. Lebar lintasan di turn 7-8-9-10-11-12 ini hanya 7,6 meter (trek terlebar di sirkuit ini hanya 13 meter). Bisa dibayangkan, seperti bottle neck, dari trek lebar kemudian masuk gang sempit yang mungkin nyaris untuk melakukan overtaking.

    Masuk ke turn 8-9-10-11-12 merupakan bagian paling menarik dari pertunjukkan di sirkuit ini. Kiri kanan adalah bangunan tua dengan arsitektur kuno. Turn ini berbentuk triple chicane sempit dan sedikit menanjak. Di turn 11, sebelah kiri terdapat bangunan tua bersejarah, bagian dari istana tua. Salah satu tower istana ini tepat berbatasan langsung dengan trek. “Mulai turn 8 ini perlu ekstra hati-hati. Tidak ada ruang untuk membuat kesalahan,” ujar Rio.

    Drama sepertinya bakal terjadi di turn 8-12 ini. Jika terjadi kecelakaan dan mobil melintang di tengah trek, kemungkinan besar mobil yang berada di belakangnya juga akan tertahan karena sempitnya sirkuit.

    Selepas dari turn 12, pembalap akan melaju kencang mengitari kota tua Baku dengan tikungan cepat di turn 13 dan 14. Menikung tajam dengan sedikit zig zag di turn 15, lurus menuju turn 16. Nah, begitu keluar dari turn 16 inilah pembalap dapat memacu mobil mereka sekencang mungkin melewati turn 17, 18, 19, hingga 20, sepanjang 2,2 kilometer.

    Tikungan ini dapat dilalui dengan kecepatan maksimum hingga berakhir di braking zone di garis start finish. Sangat mungkin rekor tercepat mobil F1 di sirkuit jalanan bakal pecah di sirkuit ini. “Mungkin salah satu yang tercepat di antara sirkuit jalan raya musim ini,” Rio menambahkan.

    Karena masih minim data, Rio hanya berlatih mengenal sirkuit dengan simulator. Di simulator, Rio bisa mencapai laptime 1 menit 39 detik.

    Lalu, bagaimana peluang Rio dan Manor untuk bisa bersaing di sirkuit ini? Rio tak mau muluk-muluk pasang target. Manor, kata Rio, tetap realistis dengan membidik Sauber dalam persaingan. “Targetnya bisa menempel Sauber dan mungkin Renault seperti di GP Kanada,” tutur Rio.

    Jika melihat karakter sirkuit yang juga agak-agak mirip Monako, maka Manor diperkirakan masih akan kesulitan ketika melaju di tikungan lambat. Mechanical grip axle di sayap depan yang sudah diupgrade sejak tes di Barcelona lalu belum mampu menambah grip pada roda depan.

    Downforce mobil yang selama ini masih kurang juga menjadi kendala serius untuk bisa bersaing dengan tim lain. Apalagi, konsekuensi dari kurangnya downforce ini salah satunya adalah menyebabkan tingginya tingkat degradasi pada ban.

    Pirelli mengalokasikan tiga jenis ban untuk Baku, yakni Medium, Soft dan Supersoft. Karena masih minimnya data, Pirelli tidak menyertakan ban Ultrasoft untuk balapan di seri kedelapan ini. Tyres management akan sangat berperan dalam balapan kali ini. Jika Manor mampu mengatasi masalah degradasi ban dan downforce, bukan tidak mungkin hasil balapan nanti bisa di atas Sauber dan Renault.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.