Prestasi, Promosi, dan Apresiasi - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Fahmi Hasan Affandi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Olah Raga
  • Pilihan
  • Prestasi, Promosi, dan Apresiasi

    Dibaca : 3.479 kali

    Prestasi, Promosi, dan Apresiasi

    Bulan september menjadi pesta bagi para pecinta olahraga, adanya Pekan Olahraga Nasional menyedot perhatian masyarakat luas. Sejak bulan agustus tuan rumah Jawa Barat melalui ketua umum Ahmad Heryawan menyatakan telah siap menyambut para kontingen di acara 4 tahunan ini, segala persiapan telah di maksimalkan oleh PB PON baik dari aspek sarana prasarana, pertandingan dan sumber daya pendukung lainnya, seperti yang telah di ungkap oleh Menpora tentang kepuasannya atas kinerja PB PON. Diawali dengan pembukaan meriah di Stadion Gelora Bandungn Lautan Api yang menampilkan berbagai pertuntjukan video mapping dan budaya Jawa Barat, ditambah lagi pesta kembang api yang megah membuat tuan rumah terlihat telah sangat siap untuk menyambut para tamu nya.

    PON diharapkan dapat merangsang prestasi yang lahirkan dari berbagai aspek olahraga, ajang ini bisa menjadi batu loncatan bagi para atlet daerah untuk menunjukan diri dapat bersaing di kancah Nasional. Tiap kontingenpun menunjukan keseriusannya untuk meraih prestasi maksimal, pembinaan dan latihan yang berjenjang dilakukan hampir di seluruh provinsi, hal ini yang membuat PON selalu melahirkan atlet muda dan potensial. Adanya Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajaran (PPLP), serta Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) membuat regenerasi di tiap daerah selalu lahir. PB PON telah menyelenggarakan 753 nomor dari 44 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, 28 diantaranya cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Diharapkan dari banyaknya nomor yang dipertandingkan menjadi ajang pembuktian untuk para atlet muda berprestasi dan menjadi momen regenerasi yang tepat untuk kedepannya. Prestasi pada PON kali ini sungguh membanggakan, banyaknya rekor yang terpecahkan menjadi acuan bahwa kemampuan atlet nasional sudah semakin membaik, rekor yang terpecahkan pun cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade seperti renang dan atletik, dan rata-rata peraih medali emas berusia 24,5 tahun, usia yang masih muda dan memiliki kesempatan berprestasi lebih banyak. Dari PON XIX diharapkan tidak hanya meraih sukses dari segi prestasi atlet saja, tetapi dapat meraih kesuksesan dalam penyelenggaraan, sukses ekonomi masyarakat, dan sukses administrasi.

    Banyaknya prestasi yang diraih para atlet muda potensial membuat ajang PON ini menjadi salah satu ajang promosi bagi mereka, even internasional seperti Sea Games, Asian Games dan Olimpiade bisa menjadi tingkatan selanjutnya bagi para peraih medali. Tidak hanya promosi untuk atlet yang didapatkan, tetapi aspek lain seperti promosi pariwisata lahir dari even ini. Setidaknya ada 2000 orang baik atlet maupun official dari berbagai provinsi berdatangan ke Jawa Barat, terpencar di berbagai Kota dan Kabupaten. Dengan keramah tamahan orang Sunda dan suasana alam yang nyaman akan menjadi kesan dan kenangan yang baik bagi para kontingen untuk kembali ke kampung halaman dan terjadi promosi secara mulut kemulut tentang potensi pariwisati yang ada di Jawa Barat. Selain itu ada aspek ekonomi yang jelas terasa oleh para masyarakat Jawa Barat, salah satu contoh di Kabupaten Sukabumi tepatnya di Pelabuhan Ratu yang menjadi tuan rumah cabang olahraga Tinju terjadi perputaran ekonomi mencapai 7 miliar rupiah perhari (Sumber: sport.sindonews.com edisi 18 September 2016).

    Apresiasi yang ditunjukan oleh para pengurus cabang olahraga daerah dan juga pemerintah daerah terhadap atlet yang berprestasi semakin membaik, setidaknya hal itu ditunjukan dengan pemberian uang saku dan bonus yang layak kepada para atlet yang bertanding. Bahkan tidak sedikit daerah yang memberikan uang saku dan bonus yang sangat besar, seperti beberapa provinsi yang langganan berada di 3 besar setiap penyelenggaran PON. Apresiasi yang layak menjadi angin segar bagi para praktisi olahraga, hal ini menunjukan bahwa kini olahraga semakin dihargai dan bisa menjadikan suatu profesi yang menjanjikan. Hal tersebut bisa mengubah paradigma bahwa olahraga tidak memiliki masa depan yang bagus, diharapkan dengan apresiasi yang baik dapat memotivasi para orang tua untuk mendukung anak-anaknya menekuni dan berprestasi di dunia olahraga.

    Penyelenggaraan PON XIX hampir selesai, apa yang telah diupayakan tuan rumah perlu di apresiasi. Setidaknya kesiapan PB PON dalam penyediaan sarana prasarana dan sumber daya manusia sudahlah maksimal, tertib administrasi yang diharapkan Ketua Umum diharapkan tercapai. Hal positif yang terjadi pada PON kali ini bisa menjadi rujukan untuk tuan rumah selanjutnya Papua, hal negatif yang adapun bisa menjadi bahan evaluasi untuk PON 2020 mendatang. Gengsi kedaerahan boleh saja diperjuangkan, tetapi dengan cara yang sportif akan membuat olahraga menjadi lebih baik dengan tujuan yang sama untuk prestasi dunia olahraga kedepannya lebih baik lagi. Bukan tidak mungkin jika pemerintah dan pemangku kebijakan terkait konsisten terhadap apa yang telah dilakukan seperti prestasi, promosi dan apresiasi, akan membuat olahraga indonesia kedepannya semakin maju, baik dari segi prestasi, kebugaran masyarakat, hingga taraf hidup.

     

    Penulis: Fahmi Affandi

                Magister Sport Science, ITB


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.