Andri Syahputra Tidak Dibawa ke Indonesia - Olah Raga - www.indonesiana.id

Ahmad Syaiful Bahri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 21 Oktober 2018 14:12 WIB

Andri Syahputra Tidak Dibawa ke Indonesia

Dibaca : 6.551 kali

Piala Asia U-19 tahun ini diselenggarakan di Indonesia, negara-negara di Asia yang lolos ke Piala Asia tentu mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Mereka tidak mau numpang lewat.

Salah satu negara yang akan terlibat dalam gelaran tersebut adalah Qatar. Negara kaya minyak di kawasan Timur Tengah ini memiliki Aspire Academy, salah satu akademi sepak bola terbaik di kawasan Jazirah Arab. Program yang mereka miliki salah satunya adalah mengambil talenta-talenta muda, baik warga negara Qatar sendiri maupun negara luar. 

Tersebutlah Andri Syahputra, sosok remaja asli Indonesia yang sejak kecil ada di Qatar, dengan talenta sepak bola yang ia miliki, tidak sulit untuk menembus program pembinaan sepak bola di aspire academy. 

Menurut websitenya, Aspire Academy didirikan tahun 2004 dengan tujuan untuk menemukan dan mengembangkan atlet dalam membela panji panji Qatar. Uang yang berlimpah, tentu bukan hal sulit bagi Qatar dalam mengajak anak-anak bertalenta dari luar Qatar untuk bergabung di Aspire Academy.

Andri Syahputra merupakan remaja Lhokseumawe Aceh kelahiran 29 Juni 1999 yang menolak panggilan timnas Indonesia ketika dipanggil memperkuat timnas U-19. Alasan pendidikan menjadi jawaban dari penolakan Andri.

ketika undian Piala Asia tahun 2019 digelar, hasilnya adalah Qatar satu grup dengan Indonesia. Semua netizen langsung teringat dengan Andri Syahputra, remaja Indonesia yang memilih membela timnas Qatar ketimbang timnas Indonesia. Sudah pasti, akun Instagram Andri Syahputra diserang oleh netizen.

Ketika kita cari di laman internet, ketik asal usul Andri Syahputra, yang muncul adalah berkebangsaan Qatar. Apakah Andri sudah benar-benar menjadi warga negara Qatar, tidak ada penjelasan yang pasti mengenai hal itu.

Andri memang sosok fenomena, beberapa kali dalam lima tahun ke belakang meraih prestasi baik bersama Aspire Academy maupun timnya, Al Gharafa. Tiga kali menjadi topskor U-17 sejak 2013, 2014 hingga 2015. Juga beberapa kali meraih gelar pemain terbaik. Ia pindah ke Al Gharafa U-19 sejak tahun 2016.

Namun sayangnya, Andri tidak terpilih masuk Piala Asia U-19 di Indonesia, tanah kelahirannya. Tidak ada alasan pasti, baik dari federasi Qatar maupun pelatih timnas Qatar saat ini. Bruno Pinheiro, pelatih Timnas Qatar U-19 bahkan tidak mau membahas pemain yang tidak ada di dalam timnya. 

"Dia tak ada dalam tim, jadi saya tak mau berkomentar soal orang yang tak ada dalam tim saya," tuturnya, seperti dikutip laman bolasport.com.

Menjelang laga Indonesia vs Qatar, 21 Oktober 2018, masyarakat berharap melihat Andri Syahputra secara langsung, namun harapan itu tidak terwujud karena Andri tidak terpilih pelatih Bruno Pinheiro. Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno.

Tentu tidak terpilihnya Andri adalah sesuatu yang mengejutkan, kuat dugaan karena tentu saja Andri akan diteror oleh suporter Indonesia. Namun, pelatih Timnas Qatar tentu memiliki alasan lain yang tidak diketahui oleh publik. 

Timnas Qatar tetaplah tim yang kuat walaupun tanpa Andri Syahputra. Semoga timnas Indonesia menang lawan Qatar dan maju ke babak selanjutnya. 

 

 

  • Sepak Bola

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.