x

Gambar diambil dari Alif.com

Iklan

Eko S. Nurcahyadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Juli 2019

Senin, 22 Juli 2019 11:11 WIB

Mas Wendo Inspirator Penulis Muda Indonesia

Arswendo Atmowiloto merupakan sosok fenomenal untuk dunia yang digelutinya. Selama hidupnya tak pernah berhenti berkarya. Konsistensi dan keteguhan prinsipnya merupakan pertunjukan karakter yang menginspirasi banyak kalangan masyarakat Indonesia.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Arswendo Atmowiloto adalah nama unik di komunitas besar hiburan dan literasi kontemporer Indonesia. Bagi kalangan penulis negeri kita sosoknya termasuk yang dihormati. Sedangkan untuk komunitas kalangan media kontemporer keberadaannya sangat disegani. Ketokohannya juga dirasakan oleh kelompok awam yang selama ini menjadi pembaca dan pengagumnya.

Pada zamannya hampir semua produk media cetak majalah dan tabloid populer yang mendapat sentuhan tangannya selalu meraih rating pasar kategori sangat laris. Pengaruhnya sebagai peletak dasar yang menandai era baru wajah media populer di Indonesia sangat kentara. Sehingga ia menjadi ikon tunggal bacaan ringan dan menghibur namun tidak meninggalkan mutu.

Peran besarnya tidak hanya sebagai pengelola redaksi saja, melainkan juga merambah kepenulisan. Karya-karya tulisnya meliputi banyak kategori diantaranya: buku, artikel, novel, cerpen, puisi juga naskah drama dan sinetron. Berbagai karya yang dihasilkannya selalu mendapat sambutan besar dari publik. Banyak diantara tulisan-tulisannya yang mampu menyihir dan menginspirasi pembacanya. Tidak sedikit pula para penulis pemula yang meniru gaya menulis Arswendo.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meniti Buih

Sebagai figur penting media populer dan literasi pop di Indonesia, Arswendo Atmowiloto tergolong sosok yang berintegritas. Semua karyanya menjadi representasi kekuatan karakter dan orisinalitas gagasannya walaupun terkemas dalam gaya bahasa sedikit nakal. Karena itu dia kemudian menjadi sangat spesial di segmen pembaca kaum muda.

Independensinya juga terjaga walaupun dalam mengejawantahkan visinya harus bergandeng tangan dengan kekuatan modal besar. Di sepanjang kariernya bahkan menjadi aset vital korporasi tanpa kehilangan inti jati dirinya. Tidak banyak jurnalis idealis media yang sukses melewati tantangan pragmatisme kapital.

Elemen lain yang selalu mengancam independensi semasa hidupnya adalah kekuatan represif pemerintah Orde Baru di masa lalu. Melalui aneka regulasi yang dikeluarkan Departemen Penerangan sangat membatasi kebebasan ekspresinya. Ancaman pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) menjadi salah satu momok bagi segenap insan pers. Ditambah banyaknya jebakan pasal karet KUHP dengan ancaman hukuman kurungan semakin mempersempit ruang kreasi mereka.

Kepiawaiannya memosisikan diri dalam peta kekuatan penentang kemerdekaan berekspresi tidak selamanya mampu meloloskan diri dari nasib buruk. Pada tahun 1990  tabloid Monitor kebanggaannya dicabut izin usahanya oleh pemerintah. Ia sendiri sebagai penanggung jawab kebijakan redaksional divonis bersalah dan harus menjalani hukuman kurungan selama lima tahun di Lembaga Pemasyarakan Cipinang Jakarta.

Hal itu terjadi setelah salah satu edisinya merilis hasil jajak pendapat tentang tokoh paling disukai pembaca tabloidnya. Pemuatan hasil angket yang menempatkan tokoh sakral Nabi Muhammad SAW pada urutan kesebelas sempat menyulut kemarahan sebagian kelompok agama tertentu. Aksi protes melalui demonstrasi anarkis pun terjadi di depan kantor kelompok Kompas Gramedia sebagai penerbitnya.

Namun demikian bagi dia yang selalu tampil penuh senyum dan tawa khas tidak menunjukkan kesedihan mendalam. Ia tetap tegar dan beberapa kali muncul gambarnya dalam berita di televisi nasional masih tampil sebagai sosok Arswendo Atmowiloto yang jenaka. Produktivitasnya juga tidak berkurang kala mendekam dalam kurungan penjara. Salah satu karya cukup bermutu penuh pesan substansial dihasilkannya dalam bentuk novel dengan judul Menghitung Hari.

Kesempatan Kedua

Arswendo termasuk orang yang masih dinaungi keberuntungan. Hukuman penjara tidak lantas mematikan kehidupan artistiknya. Bahkan sekeluar dari tahanan masih banyak pihak yang memberi kesempatan untuk kembali mengembangkan karier profesionalnya. Kelompok usaha penerbitan Gramedia Grup yang dulu membesarkannya kembali menawari dirinya untuk membesut majalah dan tabloid baru. Beberapa stasiun televisi juga berminat menggaetnya untuk memperkuat aneka program acara hiburan.

Namun dia lebih memilih mandiri dalam berkreasi dengan mendirikan perusahaan sendiri yang memayungi tiga tabloid yang diterbitkannya. Melalui perusahaannya ia juga disibukkan dengan memenuhi order naskah sinetron berseri di beberapa stasiun televisi. Dalam waktu singkat dia kembali menempati posisi terbaik dalam dunianya.

Di tahun-tahun akhir menjelang kepergiannya ia masih dibutuhkan magnetnya oleh banyak pihak. Salah satu stasiun televisi berita rutin mengundangnya sebagai salah satu narasumber pentingnya. Kehadirannya dalam acara talk show level atas yang disiarkan langsung selalu mampu memberikan sudut pandang berbeda yang menyegarkan di tengah perdebatan serius dan menegangkan.

Arswendo Atmowiloto memang menjadi sosok lengkap dan tak tergantikan bagi masyarakat seni, kalangan pers, industri hiburan, pekerja budaya serta komunitas penulis Indonesia. Melalui berbagai peran profesional yang dijalankan ia telah memperkuat budaya leterasi yang bermanfaat bagi semua orang. Konsistensi tinggi serta karakter kuat baik dalam diri maupun pada setiap karyanya adalah inspirasi bagi banyak kalangan.

Berpulangnya Arswendo Atmowiloto layak jadi salah satu maestro budaya populer Indonesia. Tilasnya cukup permanen untuk dijadikan sumber motivasi bagi peminat serta pekerja budaya. Karya-karya tulisnya yang tak terhitung jumlahnya mewariskan semangat literasi publik terutama para penulis muda. Selamat jalan Mas Wendo.***

Eko S. Nurcahyadi, aktivis dan pegiat literasi

Ikuti tulisan menarik Eko S. Nurcahyadi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB