Kata Bos BIN Penusuk Wiranto dari Jaringan Bekasi, Begini Gerak Gerik Mereka - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri Syahril dan Fitri Andriana, sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Banten, Kamis 10 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 10 Oktober 2019 18:44 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Kata Bos BIN Penusuk Wiranto dari Jaringan Bekasi, Begini Gerak Gerik Mereka

    Dibaca : 1.769 kali

    Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan memastikan penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dilakukan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

    "Kami sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan yang lalu. Kan pindah dari Kediri ke Bogor, kemudian dari Bogor pindah ke Menes karena cerai dengan istri pertama," kata Budi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Di Menes, kata Budi, pelaku menikah lagi. "Dan memang sel-sel seperti ini cukup banyak, sehingga kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut dan memantau mengawasi sel seperti ini," kata dia.  Berikut ini sejumlah penangkapan teroris di wilayah Bekasi dalam beberapa bulan terakhir.

    4 Mei 2019
    Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan operasi penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga teroris di Bekasi awal Mei lalu. “Kelompok tersebut akan melakukan amaliyah dengan sasaran anggota Polri pada saat Pemilu 2019,” kata kata Kepala Biro     Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo,  Ahad, 5 Mei 2019.

    Salah satu yang ditangkap berinisial SL, 34 tahun, anggota kelompok Lampung bagian dari jaringan  JAD bentukan  Oman Abdurrahman.  SL ditangkap pada Sabtu, 4 Mei 2019, di sebuah ruko di  Babelan, Kabupaten Bekasi. Dalam upaya penangkapan SL, polisi menembak mati seorang yang juga diduga anggota jaringan teroris. Sedangkan dua orang lainnya berhasil kabur.

    Densus 88 juga menangkap AN (20) dan MC (28) pada hari yang sama dengan SL tapi di lokasi yang berbeda. Total dua orang tewas dalam operasi di Bekasi dan empat lainnya ditangkap. Sehari kemudian,  masih  di Bekasi, satu orang meledakkan diri sebelum dicokok Densus 88. Satu orang lagi selamat dan berhasil ditangkap.

    29 Juni 2019
    Densus 88  menangkap menangkap Wijayanto  di Hotel Adaya Kranggan Jatisampurna, Kota Bekasi pada, Sabtu, 29 Juni 2019. Di sana polisi menangkap  istri Wijayanto berinisial MY dan seorang teruduga lainnya BS.

    Sehari kemudian, Densus 88 juga membekuk  terduga teroris berisial A. Menurut dia, polisi menggunakan enam mobil saat mengangkap A yang menumpang di rumah kakak iparnya  di Bekasi.

    23 September 2019
    Densus 88 menangkap 9 orang terduga teroris. Mereka adalah Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba, Haydar, Asep Roni, Igun Gunawan, Sandi Purnama, Sutiah, Awal Septo Hadi, Muhammad Arshad dan Eka Hendra Utama.

    Muhammad Arsyad  dan kawan-kawan ditangkap di  Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.  Densus 88 menyita bahan peledak jenis Triaseton Triperoksida atau TATP. Karena dianggap berbahaya jika dibawa, polisi meledakkan TATP itu tidak jauh dari lokasi penangkapan Arshad.

    Penangkapan juga dilakukan Perum Alamanda Regency Bekasi.  Di sana, polisi menangkap pasangan suami istri bernama Asep Roni dan Sutiyah. "Mereka diduga dari kelompok JAD Bekasi," kata Dedi , 23 September 2019.

    Sementara untuk satu terduga teroris lainnya, bernama Surya Juniawan alias Haidar Al Ghazi ditangkap di Desa Tridayasakti, Tambun, Jawa Barat. Menurut Dedi, sama seperti Asep, Haidar juga pernah mengikuti pelatihan di Gunung Salak, Jawa Barat.***

    Baca juga:
    Wiranto Diserang di Banten, Begini Fakta-fakta Penting yang Terjadi
    Wiranto Masuk Daftar Empat Pejabat yang Diancam Dibunuh


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.