Keripik Gedebok Pisang Go Digital ala Mahasiswa KKN Unej - Travel - www.indonesiana.id
x

Intan Rasyari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 Agustus 2021

Rabu, 1 September 2021 20:16 WIB

  • Travel
  • Topik Utama
  • Keripik Gedebok Pisang Go Digital ala Mahasiswa KKN Unej

    Mahasiswi KKN UNEJ melaksanakan program kerja dengan tema Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak COVID-19.

    Dibaca : 598 kali

    Mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis yang bernama Intan Rasyari Putri sedang melaksanakan KKN UNEJ BTV 3 dari kelompok 14 dengan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dr. Yudha Nurdian, M.Kes. sebagai pembimbing selama KKN. KKN dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus hingga 9 September 2021.

    KKN Universitas Jember kali ini dilakukan secara mandiri, hal tersebut dikarenakan menyebarnya pandemi Covid-19 dan perpanjangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). KKN 2021 yang diusung oleh Universitas Jember bertajuk “KKN Back To Village” (KKN BTV 3) yang berarti KKN Pulang Kampung, dimana mahasiswa wajib untuk melaksanakan KKN di lingkungan atau daerah sekitar tempat tinggal yaitu di Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso yang dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

    Intan memilih tema tentang Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19. Memilih program tersebut dikarenakan untuk mengatasi masalah yang dialami sebagian masyarakat yang menjalankan bisnis ditengah pandemi khususnya produk keripik gedebok pisang melalui inovasi produk dan strategi pemasaran secara online.

    Sasaran mengatakan bahwa permasalahan yang ada pada usaha keripik gedebok pisang, selain pada pemasarannya juga pada kurangnya optimalisasi nilai tambah dari produk keripik gedebok pisang karena pengemasan yang dilakukan hanya dikemas dengan kemasan plastik yang sederhana dan juga pada kemasan tidak terdapat label yang mencakup merk produk keripik gedebok pisang milik salah satu usaha rumahan, sehingga membuat keripik menjadi kurang menarik.

    Permasalahan yang terjadi pada usaha rumahan keripik gedebok pisang menjadi  tantangan bagi Intan untuk berkontribusi dan mengabdi di Desa Prajekan Kidul. Intan ingin memecahkan permasalahan serta menyusun berbagai program kerja untuk mendampingi serta memberdayakan usaha keripik gedebok pisang di Desa Prajekan Kidul melalui peningkatan nilai tambah dengan pembuatan produk keripik gedebok pisang berbagai varian rasa yang kekinian, pengemasan dan pelabelan yang menarik serta pemasaran dengan berdasar pada digital marketing.

    Dalam program ini, Intan merancang program kerja yaitu inovasi produk keripik gedebok pisang dan perluasan pemasaran secara online. Inovasi yang dilakukan yaitu dengan memberikan varian rasa pada keripik gedebok pisang seperti rasa balado, pedas, dan original, kemudian melakukan pengemasan dengan standing pouch dan memberi label produk pada kemasan tersebut.

    Untuk pemasaran secara online dengan menerapkan digital marketing pada usaha keripik gedebok pisang di Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso agar dapat lebih memperluas pangsa pasarnya tanpa bertatap muka dengan konsumen. Penggunaan media sosial dalam digital marketing adalah alat untuk mempromosikan suatu produk kepada konsumen di seluruh dunia tanpa harus mengeluarkan biaya yang tinggi.

    Dalam merealisasikan program tersebut mahasiswi asal kota tape tersebut telah melakukan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan baik secara offline maupun online terhadap sasaran mengenai program kerja yang telah dituangkan dalam Business Model Canvas (BMC). Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan pengembangan usaha rumahan keripik gedebok pisang serta mampu bersaing dengan perkembangan zaman.

    Pemasaran Sosial Media



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.