Cristiano Ronaldo Adalah Candu - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Christiano Ronaldo. Wikipedia

Anri Rachman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Kamis, 2 Desember 2021 15:16 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Cristiano Ronaldo Adalah Candu

    Hubungan mesra antara CR7, prestasinya, dan prestasi serta bisnis klub yang disinggahinya. Pada setiap kesempatan membela suatu tim, CR7 selalu 100% memberikan kemampuannya membantu tim meraih berbagai trofi. Karena semangat dan kemampuannya, ia menjadi titik pusat permainan tim di manapun. Meskipun ia dibangku cadangan, tetap saja aktif memberikan semangat bahkan terkadang instruksi kepada pemain lainnya.

    Dibaca : 1.274 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Liga-liga di Eropa hampir memasuki masa jeda tengah musim dan bursa transfer musim dingin. Bursa transfer musim panas telah ditutup sejak awal September. Terjadi banyak drama selama masa akhir transfer musim panas. Beberapa transfer mengejutkan terjadi meskipun telah diprediksi oleh beberapa pengamat transfer pemain.

    Beberapa transfer pemain terjadi dengan biaya fantastis, Jack Grealish ke Manchester City dengan biaya transfer menembus Rp.2T. Menjadikannya pemain termahal pada bursa transfer musim panas ini. Ada pula transfer besar tapi gratis, seperti transfer mengejutkan Lionel Messi, Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, dan Wijnaldum ke PSG, Sergio Aguero, Eric Garcia, dan Memphis Depay ke Barcelona atau David Alaba ke Real Madrid dan Hakan Calhanoglu yang menyeberang ke tim rival sekota, Inter Milan.

    Selain transfer termahal dan gratis di atas, terjadi pula transfer pemain yang kembali berlabuh pada klub lamanya, di antaranya Davide Zappacosta  kembali ke Atalanta, Antoine Griezmann ke Atletico Madrid, Romelu Lukaku ke Chelsea, dan Cristiano Ronaldo ke Manchester United. Nama terakhir disambut euforia oleh fans karena sempat menjadi icon bagi Manchester United pada periode 2003 hingga 2009.

    Kedatangan CR7 begitu dielu-elukan oleh fans MU bak seorang dewa penyelamat bagi klub untuk meraih trofi setelah lama puasa gelar. Euforia kedatangannya semakin menasbihkan betapa ia menjadi candu bagi kehidupan dunia sepak bola.

    Pemain kelahiran Madeira, Portugal tersebut memberikan dampak luar biasa bagi MU. Dari segi bisnis, jerseynya terjual sebanyak hampir 500.000 kaos. Ini menjadi rekor penjualan jersey pemain MU. Tidak hanya penjualan jerseynya yang meningkat, harga saham MU pun ikut merangkak naik dan jumlah pengikut media sosial MU terdongkrak.

    Euforia kedatangan CR7 tidak hanya terjadi kali ini saja, simak bagaimana ketika kepindahannya dari MU pada periode pertamanya, ke Real Madrid, pada sesi pengenalannya di Stadion Barnebue disaksikan lebih kurang 80.000 pasang mata. Begitu juga saat ia berseragam Juventus, para Juventini antusias menyambutnya kala itu. Tak tanggung-tanggung kedatangannya disambut oleh manajemen Juventus di aula tempat biasa pertemuan para pemegang saham. Soal bisnis? Di El Real maupun Turin, penjualan jerseynya laku keras.

    Kedatangannya tidak hanya menjadi candu dalam dunia bisnis sepak bola, tapi juga bagi permainan rekan setimnya. Kedatangannya disambut oleh rekan setim, diharapkan CR7 memberikan suntikan semangat dan meningkatkan level permainan tim. Harapan tersebut tentu saja bukan tanpa alasan karena CR7 seorang juru gedor haus gelar.

    Pada setiap kesempatan membela suatu tim, CR7 selalu 100% memberikan kemampuannya untuk membantu tim meraih berbagai trofi. Karena semangat dan kemampuannya, ia menjadi titik pusat permainan tim di manapun. Meskipun ia dibangku cadangan, tetap saja aktif memberikan semangat bahkan terkadang instruksi kepada pemain lainnya. Meskipun hal ini menjadi moment mengelitik bagi beberapa orang yang menganggapnya berlebihan dengan berdiri memberikan instruksi layaknya seorang pealtih. Mantan rekan setimnya, Rio Ferdinand bahkan menyentilnya. Kejadian ini bukan yang pertama kali, sebelumnya saat final Piala Eropa 2016, ia yang duduk dibangku cadangan juga memberikan instruksi kepada para pemain.

    Candu terhadap CR7 dibuktikan oleh MU yang kembali meminangnya dengan harapan dapat memberikan trofi. Tidak hanya trofi, CR7 juga diharapkan memberi semangat juang kepada rekan setim di lapangan. Dengan kehadiran CR7, MU seolah-olah kembali bergairah untuk merebut trofi. Dampaknya tentu saja dapat dilihat, dalam tiga pertandingan awal dilakoninya saja langsung menyumbang empat gol.

    Kerinduan MU terhadap sang pemain yang memulai kariernya di Sporting CP tersebut sejalan dengan kerinduan MU meraih berbagai trofi bergengsi. Betapa sangat dirindukan kehadirannya, lihat saja bagaimana pengaruh dan kontribusi sang mega bintang dalam memberikan tambahan koleksi gelar bagi tim yang disemayaminya.

     

    Bersama MU pada periode pertama, tentu saja mengalir berbagai gelar, baik gelar individu maupun tim disabetnya. Meski pada musim pertamanya bersama MU tidak meraih gelar satupun tapi selanjutnya ia meraih tiga Piala Premier League, satu Piala Liga Champions Eropa, dua Piala Liga Inggris, satu Piala FA, dua Piala Community Shield FA, dan satu Piala Dunia AntarKlub. Bahkan di MUlah ia meraih Ballon d’Or untuk pertama kalinya pada 2008. Selain Ballon d’Or, ia juga meraih top skor Premier League, FA Cup, dan Champions League serta dua kali pemain terbaik Premier League dan Puskas Award. Selama berseragam MU periode pertamanya, ia mencetak 118 gol dan 69 assist dari 292 pertandingan.

     

    Setelah sukses bersama MU, ia hijrah ke Real Madrid. Lagi-lagi, selama berseragam  Los Blancos dari 2009 hingga 2018 ia memberikan gelar empat Piala Liga Champions Eropa, dua juara La Liga, dua Piala Copa Del Rey, dua Piala Super Spanyol, tiga Piala Dunia AntarKlub, dan tiga Piala Super Eropa. Soal penghargaan individu? Tentu saja segudang diraihnya bersama El Real termasuk empat kali Ballon d’Or. Selama berseragam Real Madrid, ia telah mencatatkan namanya sebagai pencetak gol sebanyak 450 gol dan 132 assist dari 438 kali merumput.

     

    Pelabuhan selanjutnya Serie A Italia bersama Juventus. Selama tiga musim berkarier di tim hitam putih, ia telah membantu melengkapi lemari trofi klub dengan raihan dua kali juara Serie A, satu Piala Copa Italia, dan dua Piala Super Italia. Selama berseragam Si Nyonya Tua, ia berhasil menjaringkan gol sebanyak 101 kali dan assist 22 kali dari 134 penampilan.

     

    Dari catatan raihan trofinya tersebut, mencatatkan dalam sejarah sepak bola bahwa di manapun ia bermain selalu memberikan gelar bagi klubnya. Lalu bagaimana kondisi klub-klub setelah ditinggalkannya? Sepeninggal CR7, mereka melempem dan seret raihan trofi.

     

    Lihat saja MU pasca ditinggal CR7 ke Real Madrid. Selama 12 tahun (2009-2021) tanpa Ronaldo, MU hanya meraih total 10 trofi dengan rincian dua Piala Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga Inggris, satu Piala Liga Eropa, dan empat Piala Community Shield FA. Berbanding terbalik dengan raihan trofi Ronaldo pada periode yang sama di Real Madrid dan Juventus. Pada periode tersebut ia meraih 21 trofi atau 2x lipat dari raihan trofi MU selama 12 tahun.

     

    Tidak hanya itu, di liga pun MU terseok-seok dan sempat terlempar berada di posisi 7 klasemen akhir musim 2013/2014. Pada musim inilah untuk pertama kalinya MU tidak berpartisipasi dalam Liga Champions. Kejadian itu terulang kembali pada musim 2015/2016, 2016/2017, 2018/2019 yang hanya menduduki peringkat 5 dan 6 klasemen akhir. Kegagalan demi kegagalan didapatkan MU dalam periode tersebut, padahal gelontoran dana dikeluarkan untuk mencari pengganti sosok CR7 dengan harapan dapat meraih trofi lebih banyak.

     

    Lalu bagaimana kondisi El Real pasca ditinggal CR7? Real Madrid hanya meraih tiga gelar setelah ditinggal sang mega bintang, dengan rincian satu juara La Liga, satu Piala Super Spanyol, dan satu Piala Dunia AntarKlub. Jumlah trofi itu sama dengan raihan trofinya berseragam Juventus pada periode tersebut.

     

    Kondisi terbaru, Juventus, mantan klub yang ditinggalkan peraih lima Ballon d”Or tersebut lebih nahas lagi. Semenjak ditinggalkan untuk kembali ke MU, Si Nyonya Tua sempat terseok-seok berada di papan tengah. Bahkan sang alenatore, Max Alegri mengatakan bahwa timnya termasuk tim medioker tahun ini. Si Nyonya Tua yang benar-benar tua dan kehabisan energi sepeninggal CR7.

     

    Rentetan masa suram klub-klub setelah ditinggal sang mega bintang, menandakan bahwa selama ini mereka telah kecanduan sosok CR7. Cristiano Ronaldo telah menjadi candu bagi klub yang disinggahinya, bagi rekan setimnya, dan bagi fans. Tanpa CR7 sepertinya mereka kesulitan meraih kembali kejayaan, baik kejayaan di lapangan maupun bisnis.

     

    Patut kita tunggu hingga akhir musim seberapa besar dampak candu Cristiano Ronaldo bagi perjalanan MU meraih trofi musim ini dan musim-musim selanjutnya terutama setelah MU di bawah kendali Ralf Rangnick. Kita nantikan juga kiprah klub-klub yang telah ditinggalkannya. Cristiano Ronaldo tetaplah Cristiano Ronaldo yang penuh semangat untuk meraih hasil yang maksimal.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.