Pengumuman Pemenang Sayembara Cerpen Indonesiana.id 2021 - Analisis - www.indonesiana.id
x

orang sedang menulis

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 20 Desember 2021 14:03 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pengumuman Pemenang Sayembara Cerpen Indonesiana.id 2021

    Panitia Sayembaca Cerpen Indonesiana 2021 menerima 720 naskah cerita dari sekitar 700 penulis. Dari keseluruhan karya amat tergambar kekayaan tema, cerita, dan bahkan penggalian unsur etnografi dan sejarah sebagai latar cerita. Ini menunjukkan betapa kaya ide dan cerita yang bisa terus digali. Berbagai genre juga muncul, membentang dari realisme, fantasi, hingga fiksi ilmiah. Sejumlah pengarang juga peka terhadap isu aktual. Namun, banyak di antara peserta masih perlu mengasah lagi keterampilan berbahasanya.

    Dibaca : 6.385 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Catatan Umum Tim Juri

    Panitia Sayembaca Cerpen Indonesiana 2021 menerima 720 naskah cerita dari sekitar 700 penulis. Kami gembira ketika membaca karya-karya tersebut karena mereka menggambarkan kekayaan tema, cerita, dan bahkan penggalian unsur etnografi dan sejarah berbagai daerah sebagai latar cerita. Hal ini menunjukkan betapa kaya ide dan cerita yang bisa terus digali para pengarang dari dunia sekitarnya. Berbagai genre juga muncul, yang membentang dari realisme, fantasi, hingga fiksi ilmiah. Sejumlah pengarang juga peka terhadap isu aktual seperti kekerasan seksual dan perdagangan orang.

    Namun, banyak di antara peserta yang masih perlu mengasah lagi keterampilan berbahasanya. Bahasa Indonesia adalah kendaraan pengarang dalam menyampaikan gagasannya. Keterampilan berbahasa adalah senjata yang tak bisa tidak harus dikuasai pengarang cerita pendek. Sayangnya, masih banyak peserta yang belum dapat berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

    Masalah berikutnya adalah pilihan tema. Banyak pengarang mengangkat tema yang kurang menarik karena sudah lazim muncul dalam keseharian pembaca atau sudah banyak diangkat pengarang sebelumnya. Pengarang perlu menggali berbagai tema yang keluar dari keumuman tersebut sehingga dapat menawarkan sesuatu yang baru bagi pembaca.

    Masalah umum lain yang muncul adalah banyak pengarang yang gagal dalam membangun plot yang baik, dari introduksi di bagian awal, konflik di tengah cerita, dan penyelesaian di akhir cerita. Banyak ide yang sebenarnya menarik tetapi tidak dapat dieksekusi dengan baik. Pengarang haruslah cukup sabar untuk menyusun ceritanya, mencari formula yang tepat, dan menyajikannya kepada pembaca semenarik mungkin.

    Dengan mempertimbangkan berbagai unsur kesastraan, maka tim juri memilih sejumlah karya sebagai pemenang dalam tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum. Karya-karya ini mewakili keberhasilan pengarang dalam mengangkat tema yang keluar dari keumuman dan mengeksekusinya dengan baik. Mereka juga memanfaatkan bahasa secara maksimal untuk menyampaikan idenya, seperti memanfaatkan diksi, metafora, alegori, dan unsur-unsur kebahasaan lainnya. Dalam ruang terbatas sebuah cerita pendek, pengarang juga mampu membangun karakter tokoh cerita, menyusun dialog, dan mengembangkan plot dengan akhir yang kadangkala tak terduga.

    Para pemenang sayembara ini sebagian besar adalah wajah-wajah baru dalam dunia sastra Indonesia. Mereka berpotensi besar mengembangkan kemampuannya untuk menjadi seorang sastrawan. Kami berharap mereka tak berhenti sampai di sini tapi terus mengasah kemampuannya untuk nanti melahirkan karya-karya sastra yang gemilang.

    Kami ucapkan selamat kepada para pemenang.

    Jakarta, 19 Desember 2021

    Tim Juri
    Iwan Kurniawan, Tempo (Koordinator)
    Mustafa Ismail, Tempo
    Tulus Wijanarko (Indonesiana.id)

    --

    Daftar Pemenang

    Pelajar:
    1. Widya Desvita – Gadis tanpa Simpul (https://www.indonesiana.id/read/151735/gadis-tanpa-simpul)
    2. Raka Raynata – Ketika Mawar Bertutur tentang Cintanya (https://www.indonesiana.id/read/151435/ketika-mawar-bertutur-tentang-cintanya)
    3. Widya Amanda – Asmaraloka (https://www.indonesiana.id/read/149871/asmaraloka)

    Mahasiswa:
    1. Hanifa Muthia Majida – Kita Telah Terbunuh Malam Itu (https://www.indonesiana.id/read/149595/kita-telah-terbunuh-malam-itu)
    2. Yunia Sara Bili – Mamuli (https://www.indonesiana.id/read/149891/mamuli)
    3. Dyah Sekar Purnama – Kita (Tak) Mau Menangis Saat Dia de Los Muertos (https://www.indonesiana.id/read/151718/kita-tak-mau-menangis-saat-dia-de-los-muertos)

    Umum:
    1. Maria Kartika Widyamurti – Orang Bati (https://www.indonesiana.id/read/149442/orang-bati)
    2. Rosyid H. Dimas (Ahmad Rosyid M) – Lycoris Radiata (https://www.indonesiana.id/read/149914/lycoris-radiata)
    3. Yudhi Herwibowo – Karakter Cerita yang Membunuh Penulisnya (https://www.indonesiana.id/read/151442/karakter-cerita-yang-membunuh-penulisnya)

    Cerpen Favorit:
    Muhammad Abdul Rohman Al Chudaifi – Perjalanan Ke Barat (https://www.indonesiana.id/read/149859/perjalanan-ke-barat)

    Ikuti tulisan menarik Indonesiana lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.