Libas Singapura Timnas, itu Kado Manis untuk Ibu dan Ibu Pertiwi - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Ibuku

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 22 Desember 2021 15:45 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Libas Singapura Timnas, itu Kado Manis untuk Ibu dan Ibu Pertiwi

    Selamat Hari Ibu, Curah kasihmu, ikhlas tak terbatas. Pancar sayangmu, di setiap waktu, dalam doa restu. (Supartono JW.21122016). Selamat berjuang anak-anak Garuda, Ibu Pertiwi menanti kado manis kalian. Menang permainan dan menang gol atas Singapura, dengan dasar kecerdasan TIPS. Aamiin.

    Dibaca : 2.526 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Curah kasihmu, ikhlas tak terbatas. Pancar sayangmu, di setiap waktu, dalam doa restu. (Supartono JW.21122016).

    Laga kelima anak asuh Shin Tae-yong (STy), pasukan Garuda dalam Piala AFF 2020 akan dimainkan Rabu (22/12/2021). Kali ini timnas Garuda giliran meladeni tuan rumah Singapura pada babak semifinal Piala AFF 2020 leg 1 di National Stadium, Kallang, Singapura.

    Kado timnas untuk Ibu Pertiwi

    Menariknya, laga timnas Indonesia hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu di Indonesia, 22 Desember 2021. Tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu karena bertepatan dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan I pada 22 Desember 1928. Kongres Perempuan Indonesia I diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta di sebuah gedung Dalem Joyodipuran milik Raden Tumenggung Joyodipuro.

    Selanjutnya, penetapan Hari Ibu tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional kemudian didukung Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959. Artinya, hari ini adalah peringatan Hari Ibu ke-62. Selamat Hari Ibu untuk Ibu saya dan semua Ibu di Indonesia.

    Semoga timnas pun memberikan kado terindah untuk para Ibu dan Ibu Pertiwi dengan menang permainan dan menang gol. Aamiin.

    Laga panas

    Di Hari Ibu, Ibu pertiwi tentu akan sangat bangga, tatkala di hari peringatannya, pasukan Garuda akan tampil dalam partai bergengsi, semi final Piala AFF 2020 dengan memberi kado kemenangan.

    Meski laga akan lebih panas di bandingkan saat timnas Indonesia membantai Malaysia di fase Grup. Karena, sebagai tuan rumah, pasukan The Lions tentu tak mau menanggung malu dijadikan bulan-bulan oleh penggawa Garuda. The Lions juga sangat berambisi meraih tropi di tanahnya sendiri.

    Head to head unggul Indonesia, Singapura sekelas Malaysia

    Secara head to head, seperti sudah saya ulas dalam artikel sebelumnya, pertemuan timnas Indonesia dan timnas Singapura sudah terjadi 60 kali. Catatannya, Indonesia memenangkan 31 laga, 11 kali imbang, dan 18 kali kalah. Artinya, selama ini, The Lions hanya mampu menorehkan 18 kemenangan atas Indonesia. Namun, beberapa kemenangan mereka banyak terjadi dalam sepuluh tahun terakhir.

    Catatan terkini, dalam Piala AFF 2020, bila hanya berdasarkan tolok ukur dua laga terakhir fase Grup, Singapura hanya mampu menang 2-0 atas Timor Leste, sesudahnya ditekuk 2-0 oleh pasukan cadangan Gajah Putih, Thailand, maka sejatinya kekuatan The Lions sekelas dengan timnas Malaysia.

    Apa pun celoteh dari pihak Singapura, baik komentar pelatih mau pun pemain, tak akan berpengaruh pada penampilan mereka di lapangan. Dengan keberadaan kualitas pemain serta strategi yang selama fase Grup diterapkan oleh timnas Singapura, maka Singapura tentu tak akan secara instan berganti baju menjadi tim selevel Vietnam.

    Catatan bahwa Indonesia masih unggul head to head dan kemampuan timnas Singapura masih selevel timnas Malaysia, maka secara logis, pasukan Indonesia tentu tak akan kesulitan menumbangkan Singapura di hadapan publiknya sendiri.

    Strategi STy menentukan

    Untuk itu, dalam jumpa di leg 1 nanti, keunggulan timnas Garuda sangat ditentukan oleh strategi dan taktik dari sang juru racik STy.

    Kita ketahui, bahwa dalam 4 laga di fase Grup yang menghasilkan 3 kemenangan dan 1 kali imbang, STy menggunakan strategi dan taktik yang berbeda. Menghadapi tim lemah Kamboja dan Laos, strategi yang digunakan STy, saya istilahkan sebagai A dan B.

    Berikutnya, untuk mengimbangi tim terbaik Asia Tenggara, Vietnam, STy pakai strategi C. Kemudian saat menggilas timnas Malaysia, Garuda di kasih strategi D oleh STy.

    Mengingat kali ini sudah fase semi final, maka mustahil STy akan menggunakan strategi A, B, atau C. Yang paling logis, sebab timnas Singapura sekarang selevel Malaysia, maka setidaknya, minimal STy akan menggunakan Strategi D, strategi yang sama saat menghancurkan Malaysia. Atau strategi E akan diluncurkan, yaitu strategi baru yang hanya diketahui oleh STy sendiri demi meneruskan tradisi impresif anak-anak Garuda? Bisa jadi.

    Anak Garuda cerdas TIPS

    Saat strategi D diterapkan untuk menghancurkan Malaysia, para pemain Indonesia hampir semua yang diberikan kepercayaan turun gelanggang oleh STy, saya nilai sudah nampak cerdas teknik, intelegensi, personaliti, dan speed (TIPS)nya. Mengapa?

    Sebabnya, dengan kesadaran siapa lawan itu? Tentunya dendam sebagai musuh bebuyutan telah menancap di dada setiap pemain, apalagi mengingat dua laga terakhir Indonesia di tekuk Malaysia, maka kesadaran untuk membalikkan keadaan itu masuk dalam pemikiran anak-anak. Dengan pemikiran yang cerdas (cerdas otak, intelegensi), efeknya anak-anak jadi sangat kuat dalam kecerdasan personaliti, yaitu kecerdasan emosi alias mental jadi sangat kuat bak baja.

    Itulah yang dipuji oleh STy bahwa mental anak-anak sangat kuat. Kuatnya mental anak-anak hasil suntikan STy, pun berimbas pada cerdasnya anak Garuda dalam mengelola teknik (skill) dan speed (kecepatan/fisik).

    Meladeni Malaysia, anak-anak benar-benar berubah 180 derajat dalam kualitas TIPS. Bermain dengan kekuatan otak yang cerdas, mampu menerjemahkan dan mengaplikasikan strategi pelatih dengan benar. Pun bukan hanya menjalankan strategi pelatih. Anak-anak juga mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi permainan yang basicnya dari strategi pelatih.

    Saat Indonesia kecolongan gol lebih dulu, akibat kesalahan elementer pemain, setelah itu Indonesia justru mampu bangkit tanpa dapat disetop oleh pasukan Malaysia. Tak lagi terlihat passing-control yang salah dan tak berkualitas dari anak Garuda. Tak lagi nampak pemain yang hobi meliuk-liuk unjuk gigi egois dan individualis. Semua bermain menyatu dan sangat cerdas.

    Bila saat meladeni Kamboja dan Laos, saya berikan nilai rapor TIPS anak-anak Garuda masih di bawah nilai 60. Saat mengimbangi Vietnam nilai rapor TIPSnya sudah 75. Begitu membantai Malaysia, nilai rapor TIPSnya naik signifikan menjadi 90.

    Tapi publik sepak bola nasional tetap harus ingat, bahwa lawan sebenarnya Indonesia di Piala AFF kali ini adalah Vietnam dan Thailand. Menghadapi Vietnam, STy baru menurunkan jurus strategi C, yaitu bertahan sangat dalam. Bila Garuda mampu melalui fase semi final, barulah laga sebenarnya akan tersaji Apakah versus Vietnam lagi? Atau berjumpa Thailand.

    Ayo Garuda, tetap cerdas TIPS, cerdas dan disiplin menjalankan strategi STy. Kembangkan strategi dengan kreativitas dan inovasi yang juga cerdas. Tetap membumi, tak jemawa. Kuasai ball possesion, kualitas passing-control, tak individualis dan egois, pun tak perlu meliuk-liuk sok unjuk gigi.

    Menyingkirkan Singapura, minimal cukup dengan modal strategi D. Strategi yang menghancurkan Malaysia. Ingat, publik sepak bola nasional sangat bermimpi, kalian mampu membawa pulang Tropi AFF untuk kali perdana. Bukan kembali menjalani kutukan menjadi spesialis runner-up!

    Selamat Hari Ibu, Curah kasihmu, ikhlas tak terbatas. Pancar sayangmu, di setiap waktu, dalam doa restu. (Supartono JW.21122016).

    Selamat berjuang anak-anak Garuda, Ibu Pertiwi menanti kado manis kalian. Menang permainan dan menang gol atas Singapura, dengan dasar kecerdasan TIPS. Aamiin.

    Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Michael HB Raditya

    Rabu, 10 Agustus 2022 16:50 WIB

    Ronaldo, Penjual KW, dan Cuan

    Dibaca : 299 kali










    Oleh: Akhmad Sekhu

    Rabu, 10 Agustus 2022 16:41 WIB

    Sajak Seribu Tahun

    Dibaca : 613 kali