Pudarnya Memori Kita; Upaya Mencegah Kerusakan Naskah Kuno - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Naskah kuno \x22Kitab Waruga Jagad\x22 merupakan salah satu koleksi Perpustakaan Keraton Sumedanglarang. Naskah ini berisi tentang silsilah Raja dan tokoh yang diyakini memiliki pengaruh penting di tanah Jawa, khususnya Jawa Barat pada masa lalu.

Wira Najahah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 April 2022

Kamis, 28 April 2022 06:01 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Pudarnya Memori Kita; Upaya Mencegah Kerusakan Naskah Kuno

    Menggambarkan kondisi naskah kuno, warisan budaya nusantara, yang perlu untuk segera diselamatkan.

    Dibaca : 698 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pernahkan kita melupakan memori kejadian di masa lalu? Tentu semakin bertambahnya waktu, ingatan tentang sebuah peristiwa akan memudar. Namun bagaimana jika catatan sejarah kita yang mulai memudar?

    Hal ini dapat terjadi pada naskah kuno warisan budaya leluhur kita. Naskah kuno merupakan dokumen dengan tulisan tangan, berumur lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai bagi sejarah, keilmuan atau pun kebudayaan kita (PP No. 24 Tahun 2014). 

    Akhir tahun 2021, Tim pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Prof. Dr. Cecep Eka Permana, S.S., M.Si (Guru Besar Bidang Arkeologi, FIB UI) dan dibimbing oleh Dr. Tamara Adriani Salim, S.S., M.A (Ahli Preservasi dan Konservasi Naskah), melalukan program preservasi memori kolektif di Keraton Sumedanglarang. 

    Tim Mahasiswa yang berasal dari Program Magister Ilmu Perpustakaan (Achmad Fachmi, Adista N. Fitria, Anindya Ambarwati dan Wira S. Najahah) melakukan rangkaian kegiatan identifikasi kerusakan naskah kuno yang dimiliki Keraton Sumedanglarang. Upaya ini dilakukan untuk penyelamatan naskah kuno yang mengandung memori kolektif masyarakat. 

    Hasilnya menunjukkan kerusakan naskah kuno berada pada level sedang hingga berat. Beberapa dokumen naskah sudah mengalami pelapukan kertas, selain itu juga ditemukan jejak kerusakan akibat serangga serta beberapa noda akibat jamur. 

    Hasil identifikasi ini perlu segera ditindak lanjuti melalui kegiatan perbaikan naskah, digitalisasi, penerjemahan hingga diseminasi informasi pada masyarakat. Upaya ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk memahami kembali ingatan masa lalu yang menjadi bagian jati diri masyarakat Sumedang, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.