Memamhami Semiotika Dasar dalam Pandangan Charles Sanders Peirce - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Semiotika Dasar dalam Pandangan Peirce

Muafan Zaldi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 09:02 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Memamhami Semiotika Dasar dalam Pandangan Charles Sanders Peirce

    Artikel ini berisi tentang pemahaman dasar tentang semiotika menurut pandangan Charles Sanders Peirce.

    Dibaca : 602 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda. Ini adalah teori dan analisis tanda dan praktik penandaan. Charles Sanders Peirce merupakan seorang ilmuan yang berasal dari Amerika. Peirce juga merumuskan teori semiotika sekitar waktu yang sama dengan Saussure, pada awal 1900-an. Dalam pernyataannya Peirce mengungkapkan bahwa semiotika sebagai hubungan antara simbol, icon, dan index. Sedangkan dalam pandangan Saussure bahwa suatu tanda terdiri dari dua bagian, yaitu penanda dan yang ditandai.
     
    Jadi semiotika dalam pandangan Peirce terkenal dengan konsep triadik atau trikotomi. Tanda tersebut memiliki tiga unsur, diantaranya ground, object, dan interpretant. Penjelasan mengenai ground, dibagi lagi menjadi qualisign, sinsign, legisign. Sedangkan object terdiri atas icon, index, dan symbol, dan iInterpretant terdiri atas rheme, dicentsign/dicisign, dan argument.
     
    Sebuah tanda representamen merupakan sesuatu yang dianggap mewakili sesuatu yang lain dengan suatu hal atau kapasitas. Sesuatu yang lain itu dinamakan Interpretant dari tanda yang pertama yang kemudian mengacu pada objek. Selain itu pada sebuah memiliki relasi triadik langsung dengan interpretan dan objeknya, hal itu disebut dengan signifikasi.
    WhatsApp Image 2022-06-24 at 19.22.12.jpeg
     
     
    Triadik/Trikotomi, Peirce
    Dalam gambar tersebut menjelaskan bahwa semiotika itu merupakan semiosis atau proses yang mencakup tiga persamaan yaitu tanda. Hal yanng diwakilinya yaitu objel ini, dan interpretan adalah kondisi yang terjadi pada pikiran seseorang. Kemudian ketiga unsur tersebut berhubungan dengan tanda karena memiliki kemiripan, lalu kedekatan eksistensi terbentuk secara konvensional. Jadi proses tersebut dieknal dengan semiosis. Semiosis adalah suatu proses di mana suatu tanda berfungsi sebagai perwakilan apa yang ditandainya.
     
    Contoh:
    lovepik-snowy-dry-tree-picture_501508447.jpg
     
     
    Masukkan deskripsi gambar atau foto
    Melalui contoh pada sebuah gambar di atas, dapat kita terangkan bahwa dalam representament/sein nya merupakan konsep pohon gersang, lalu pada objek/referent nya merupakan foto pohon tanpa daun, sedangkan interpretannya merupakan pohon gersang.
    WhatsApp Image 2022-06-24 at 20.07.25.jpeg
     
     
    Conoth lain dari Representament, Interpretant, dan Object.
    Gambar tersebut menjelaskan bahwa konsep berkelanjutan dari representamen, interpretant, dan objek lebih luas lagi.
     
    Lanjut penjelasan pada ground. Dalam pandangan Peirce Ground terbagai menjadi tiga yaitu qualisign, sinsign, legisign. Pertama, qualisign merupakan sesuatu yang dianggap sebagai tanda berdasarkan suatu sifat. Contohnya: kata-kata keras , lemah, lembut, merdu, dan lain-lain. Kedua Sinsign merupakan eksistensi aktual benda atau peristiwa yang ada pada tanda. Contohnya: kata "keruh" pada "air sungai keruh" bisa menjadi tanda bahwa ada hujan di hulu sungai, Banjir, bisa menjadi tanda bahwa ada tanggul jebol atau ada hujan deras. Sedangkan Legisign merupakan norma-norma yang terkandung dalam tanda. Contohnya: rambu-rambu lalu lintas, menandakan hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh manusia.
     
    Berikutnya tentang oObject. Object itu terdiri dari icon, index, dan symbol. Pertama, icon merupakan hubungan natara penanda dan pertandanya yang bersifat sama atau memiliki kemiripan. Contohnya : peta, miniatur, atau potret. Kedua, Index merupakan hubungan alamiah yang terjadi antara tanda dan petanda yang bersifat kausal (hubungan sebab-akibat). Contohnya : Asap sebagai ada tandanya api, jejak tapak kaki sebagai seseorang yang lewat disanah, ketukan pintu sebagai kedatangan tamu di rumah kita. Sedangkan Symbol merupakan hubungan alamiah yang terjadi antara penanda dan petanda, namun berdasarkan pada konvensi (perjanjian) masyarakat. Contohnya: Bendera negara, symbol toilet, symbol gender dll.
     
    Yang terakhir ada interpretant, dibagi menjadi rheme, dicentSsgn/dicisign, dan argument. Pertama, Rheme merupakan tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan. Contohnya: Orang yang matanya merah dapat saja menandakan bahwa orang itu habis menangis, baru bangun tidur, kelilipan sesutau, atau sedang menderita sakit mata.
     
    Kedua, dicesign/dicisign merupakan tanda yang sesuai dengan kenyataan. Contohnya: "Hati-Hati Di jalan" jika dijalan sering terjadi kecelakann, maka di tepi jalan itu diberikan peringatan bahwa jalan tersebur sering terjadi kecelakaan. Kawasan dipantau kamera CCTV, menandakan bahwa daerah tersebut sebelumnya pernah terjadi pencurian, atau kejadian tertentu yang mengharuskan untuk diberi tanda sebagai kawasan terpantau kamera CCTV. Ketiga, Argument merupakan tanda yang lansung memberikan alasan tentang sesuatu, yang berisi penilaian, atau alasan. Contohnya: "Dilarang merokok di area SPBU" alasannya adalah bahwa bisa menyebabkan kebakaran.

    Ikuti tulisan menarik Muafan Zaldi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.