Menyelami Kedalaman Hati, Menemukan Panduan Sejati - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Kaya hati

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Rabu, 30 November 2022 10:57 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Menyelami Kedalaman Hati, Menemukan Panduan Sejati

    Panduan hidup yang sejati adalah dari Allah swt. Kombinasi akal dan hati adalah kunci. Maka selami kedalaman hati agar mampu menerima petunjuk sejati.

    Dibaca : 1.201 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Menyelami Kedalaman Hati, Menemukan Panduan Sejati

    Bambang Udoyono

     

    Your heart is the size of an ocean. Go find yourself in its hidden depths.  (Rumi)  Hatimu seluas samudra.  Temukan dirimu pada kedalamannya.  Demikian arti quote dari Maulana Jalaludin Rumi yang indah dan sangat bijaksana.  Mari kita bahas.

     

    Saya kira Rumi mengatakan bahwa potensi hati kita itu sangat besar.  Hati memiliki kemampuan tinggi.  Maka Rumi menganjurkan kita menyelami, mengenali dan mengembangkan kemampuan hati kita.

     

    Saya kira benar sekali Rumi bahwa hati seluas samudra artinya hati kita ini punya kemampuan yang tinggi.  Sayang sekali di sekolah tidak ada pelajaran yang membimbing muridnya untuk mengembangkan hati. Jadi pendidikan hati ini mestinya didapatkan di dalam keluarga dan masyarakat.  Idealnya orang tua memiliki kemampuan untuk membimbing anak anaknya mengembangkan hati mereka.  Untunglah di masyarakat ada ustadz, dai, kyai, ulama, yang memiliki kepedulian untuk mencerahkan hati orang lain lewat buku, content, seminar, pelatihan, pengajian dsb.

     

    Apakah kemampuan hati?  Paling tidak hati bisa memiliki ‘mata’  yang tajam sehingga bisa melihat jalan hidup yang benar.  Apakah jalan hidup yang benar itu?  Secara singkat adalah jalan hidup yang lurus, yang sesuai dengan arahan Allah swt di dalam Al Qur’an.

     

    Di dalam Al Qur’an ada gambaran duapuluh macam hati.  Namun hanya delapan saja yang sehat.  Duabelas macam lainnya adalah hati yang ‘sakit’.  Hanya hati yang sehat dan bersih yang mampu melihat jalan yang benar.

     

    Tombo ati atau obat hai itu ada lima, kata Sunan Bonang dalam tembangnya yang sejak ratusan tahun lalu sudah dinyanyikan dalam bahasa Jawa di banyak madrasah, musola, langgar dan masjid. Pertama baca Al Qur’an. Lalu puasa, solat malam, zikir malam, berkumpul dengan orang soleh.  Kalau semuanya dijalani dengan benar maka insya Allah hati kita akan sehat dan bersih sehingga mampu menerima petunjuk dari Allah swt.

     

    Wahyu Allah di dalam Al Qur’an hanya bisa dipahami dengan kombinasi akal dan hati.  Jika hanya memakai akal saja kita tidak akan mendapat petunjuk.  Contoh terbaik adalah para Orientalis.  Mereka mengkaji Islam, termasuk Al Qur’an hanya dengan akal saja, tidak dengan hati.  Niat mereka bukan mencari atau meminta petunjuk tapi hanya mencari ilmu pengetahuan saja.  Maka mereka tidak akan pernah mendapat petunjuk dari Allah swt.

     

    Ada istilah hidayatul qalbu  atau petunjuk lewat qalbu.  Ini adalah petunjuk    melalui hati nurani.  Maka hanya hati yang sehat dan bersih saja yang mampu menerimanya. 

     

    Jadi pastikan hati anda bersih dan sehat agar mampu menerima petunjuk dan melihat jalan yang benar.  Kalau sudah demikian maka hidup anda insya Allah akan bahagia di dunia dan di akherat. 

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.