Dukungan Jokowi di Tengah Bakal Capres yang tak Kunjung Mengerucut - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 12 Januari 2023 13:01 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Dukungan Jokowi di Tengah Bakal Capres yang tak Kunjung Mengerucut

    Pernyataan dukungan atau akan mendukung sudah beberapa kali dilontarkan oleh Jokowi. Jokowi pernah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, lalu secara tersirat kepada Ganjar Pranowo, dan kini giliran Yusril, yang namanya mendadak muncul atau dimunculkan. Apa sebenarnya agenda Jokowi menghadapi Pilpres 2024?

    Dibaca : 584 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Gelanggang kompetisi pemilihan presiden semakin ramai dengan kemunculan beberapa nama baru sebagai bakal calon presiden/wakil presiden. Ketika nama-nama yang sudah beredar di bursa kompetisi belum lagi pasti jadi capres, ‘dimunculkan’ nama-nama baru seperti Sandiaga Uno dan kemudian Yusril Ihza Mahendra. Suasana politik diramaikan isu Sandiaga yang disebut-sebut akan dipinang PPP, sedangkan nama Yusril disebut-sebut oleh Presiden Jokowi dalam sebuah acara internal Partai Bulan Bintang (PBB) yang diketuai Yusril.

    Dalam acara PBB tersebut, Presiden Jokowi menyatakan akan mendukung pencapresan Yusril andaikan politikus ini dicalonkan oleh partainya bila berhasil mencari dukungan 20% sebagai syarat pencalonan. Bagi PBB, memenuhi syarat ini tidaklah mudah, sebab PBB sendiri tidak memiliki satu kursi pun di DPR pada saat ini. Nilai lebih apa yang akan ditawarkan PBB kepada partai-partai lain yang punya kursi di DPR agar mereka mau mengusung Yusril? Karena itu, ucapan Jokowi itu mungkin hanya berkelakar karena melihat banyak orang ingin jadi presiden dan banyak partai ingin mengusung calon masing-masing.

    Apapun halnya, pernyataan dukungan atau akan mendukung sudah beberapa kali dilontarkan oleh Jokowi. Jokowi pernah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, lalu secara tersirat kepada Ganjar Pranowo, dan kini giliran Yusril, yang namanya mendadak muncul atau dimunculkan. Apa sebenarnya agenda Jokowi menghadapi Pilpres 2024? Itulah pertanyaan yang belakangan ini beredar di masyarakat. Apakah ia ingin jadi salah seorang 'king maker' atau ada agenda lain yang penting setelah ia tidak lagi menjabat presiden, misalnya terkait masa depan karir politik anak dan menantunya.

    Dengan mengungkap dukungan kepada sejumlah politikus, Jokowi terkesan seperti membekali logistik agar yang didukung bertambah semangat, meskipun mereka mungkin tidak yakin 100% apakah Jokowi benar-benar mendukung. Di sisi lain, dengan menyatakan dukungan kepada banyak orang, langkah Jokowi ini menyulitkan konsolidasi kerjasama antarpartai mengingat setiap partai menjadi cenderung mengedepankan bakal capres dari kadernya sendiri atau figur lain yang mereka dukung. Bursa bakal capres memang semakin ramai, tapi semakin kurang pasti akan mengerucut kepada nama-nama yang mana.

    Karena sosok capres belum juga pasti, maka Jokowi terlihat menebar dukungan kepada beberapa orang. Ibaratnya menebar jaring, entah capres mana yang nanti terpilih, setidaknya ia pernah memberi dukungan dan ini secara politis dianggap penting serta diingat. Pertanyaan usilnya: mengapa Jokowi belum pernah mengeluarkan pernyataan dukungan kepada Puan Maharani untuk nyapres? Apakah hanya karena nama Puan belum dimunculkan secara resmi oleh PDI-P atau karena alasan lain? >>

    Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.