x

Kepulan Asap

Iklan

Patrick Setiabudi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Maret 2023

Sabtu, 1 Juli 2023 10:31 WIB

Mengatasi Kendala Proses Produksi dengan Kanban

Sebagian besar dari kita berpikir bahwa dalam industri manufaktur, atau lebih umum lagi di pabrik, proses pembuatan suatu produk adalah proses produksi berkelanjutan yang tidak terputus, yang biasanya dimulai dengan proses desain produk. Tetapi tahukah anda bahwa prinsip kanban sangat membantu anda untuk melakukan produksi dalam pabrik? Simak selengkapnaya pada artikel berikut!

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebagian besar dari kita berpikir bahwa dalam industri manufaktur, atau lebih umum lagi di pabrik, proses pembuatan suatu produk adalah proses produksi berkelanjutan yang tidak terputus, yang biasanya dimulai dengan proses desain produk, produk tersebut. Proses produksi, proses distribusi produk, proses penjualan produk ke pemasok atau vendor yang ada dan pemasaran produk di pasar global dan internasional.

Namun, di era teknologi canggih saat ini, sebagian besar organisasi atau proses produksi perusahaan manufaktur tersebut dapat dikontrol dengan mudah menggunakan sistem Kanban. Toyota pertama kali menemukan sistem Kanban pada tahun 1940-an. Tahun itu, Toyota menemukan proses desain yang dapat mengelola proses produksi berkelanjutan di perusahaan manufaktur. Proses desain atau sistem desain yang ditemukan kemudian disebut sebagai sistem Kanban.

Kanban dapat diartikan sebagai "perisai" atau "perisai" dalam bahasa Jepang. Pada dasarnya Kanban memiliki definisi yaitu suatu metode atau sistem manajemen dalam suatu perusahaan (biasanya diterapkan oleh perusahaan manufaktur) yang berfungsi untuk memvisualisasikan komunikasi dan pengendalian aliran kegiatan dalam proses produksi sedemikian rupa sehingga karyawan perusahaan tersebut bisa melihat. aliran aktivitas dalam proses produksi dan kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada awalnya, sistem Kanban dikembangkan sebagai metode pensinyalan persediaan bahan dalam proses produksi (bahan baku dan bahan jadi) yang terletak di sistem penyimpanan Just-In-Time (JIT), atau sistem penyimpanan Just-In-Time. dimana bahan yang digunakan dalam proses produksi dapat dikirimkan tepat waktu (tanpa penundaan) sesuai dengan kuantitas yang dibutuhkan oleh perusahaan pada saat persediaan bahan baku rendah atau terkadang dapat terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, seperti B. permintaan konsumen yang meningkat secara signifikan .

Dengan menerapkan sistem kanban, perusahaan dapat menekan biaya penanganan dan penyimpanan barang serta mempercepat produksi barang yang ada karena sistem kanban ini dapat secara otomatis menentukan persediaan mana yang hampir habis kemudian sistem ini memberi sinyal bahwa stok tersebut harus diisi kembali sehingga sehingga perusahaan tidak perlu khawatir dengan kelebihan persediaan atau bahan baku.

Sistem Kanban menawarkan beberapa keuntungan saat menerapkan konsep tersebut ke bisnis apa pun, terutama manufaktur. Berikut adalah beberapa manfaat dari sistem Kanban itu sendiri:

  • Penggunaan sistem Kanban membuat proses produksi pada perusahaan manufaktur menjadi lebih mudah dan mudah dipahami.
  • Sistem kanban merupakan sistem penyediaan informasi yang memberikan informasi secara cepat dan akurat mengenai stok yang harus disampaikan secepatnya atau disiapkan ketika stok habis.
  • Proses produksi suatu perusahaan manufaktur tidak selalu berjalan mulus. Terkadang mungkin ada kesalahan dalam proses produksi yang ada. Namun, dengan adanya sistem Kanban, perubahan yang ada dapat diprediksi dengan cepat, sehingga perusahaan tidak perlu khawatir akan kesalahan yang mungkin terjadi. Sistem Kanban dapat membatasi kelebihan kapasitas dalam proses produksi di dalam perusahaan.
  • Penerapan sistem Kanban dapat mencegah suatu perusahaan untuk memproduksi suatu produk/barang secara berlebihan, yang nantinya mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena overstocking atau kehabisan modal.
  • Sistem Kanban dapat meminimalkan pemborosan bisnis, seperti biaya penyimpanan kelebihan barang dan biaya penanganan kelebihan barang tersebut.
  • Sistem Kanban juga dapat digunakan untuk mengelola proses persediaan perusahaan.
  • Dalam sistem kanban, setiap karyawan perusahaan memikul tanggung jawab sendiri atas pekerjaannya di lini produksi (pekerjaan yang harus dilakukan tidak multitasking, atau setiap karyawan memiliki pegangan pekerjaan masing-masing).
  • Dengan diterapkannya sistem kanban, maka transfer informasi yang dilakukan hanya memerlukan biaya yang relatif rendah. 

Lantas, Bagaimana cara menggunakan prinsip Kanban dalam proses produksi perusahaan/pabrik manufaktur? Sebelum menerapkan prinsip Kanban, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan manufaktur yang ingin menerapkan prinsip Kanban itu sendiri. Syaratnya, perusahaan memiliki informasi yang valid mengenai kapasitas produksi tempat kerja masing-masing perusahaan. Jika perusahaan memenuhi persyaratan tersebut, maka perusahaan hanya dapat menerapkan prinsip Kanban yang ada.

Dalam hal ini perusahaan dapat menerapkan prinsip Kanban dalam proses produksinya, sehingga setiap tempat kerja melakukan proses produksi hanya pada saat diperlukan proses selanjutnya. Sebanyak apapun persediaan bahan baku, proses produksi akan tetap tidak selesai jika tidak ada pesanan yang diterima dari konsumen. Dengan prinsip ini, proses pemindahan barang dapat dipercepat untuk menghindari penyimpanan yang berlebihan.

Berikut adalah beberapa aturan yang harus diikuti oleh perusahaan yang menerapkan sistem Kanban, antara lain sebagai berikut:

  • Menurut prinsip Kanban, perusahaan hanya dapat membeli barang (bahan mentah) yang dibutuhkan.
  • Menurut peraturan prinsip Kanban, perusahaan hanya diperbolehkan memproduksi barang sebanyak yang dibutuhkan konsumen.
  • Dalam proses produksi, produk tidak boleh dipindahkan atau digunakan tanpa sepengetahuan sistem Kanban.
  • Pelaku usaha tidak diperkenankan meneruskan barang/produk yang rusak atau jumlah barang yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen ke proses selanjutnya.
  • Jumlah kanban sendiri dapat ditambah atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan proses produksi perusahaan.
  • Sistem Kanban harus diterapkan secara konsisten pada semua produk atau produk yang diproduksi.

Itulah sekilas terkait kanban dan penggunaanya untuk proses produksi khususnya dalam perusahaan manufaktur. Namun, tahukah anda bahwa ada cara lain untuk meningkatkan efektivitas proses produksi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yakni dengan Software ERP. Dengan software ERP anda dapat melakukan manajemen seluruh aktivitas produksi hanya dengan satu aplikasi yang terintegrasi. Dari inventory, purchase, sales, akuntansi dan finance, hingga human resource dapat anda kelola dalam satu aplikasi. Dan satu rekomendasi software ERP yang dapat anda coba adalah Ukirama ERP sebagai software ERP terbaik di Indonesia. Semoga bermanfaat…

Ikuti tulisan menarik Patrick Setiabudi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler