Benarkah Pemanis Buatan dalam Minuman Ringan Meningkatkan Risiko Kanker?

Kamis, 13 Juli 2023 07:20 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Aspartame adalah salah satu zat pemanis buatan yang dijadikan alternatif pengganti gula pada minuman ringan dan juga pada produk yang di label sebagai sugar-free.

Minuman ringan atau yang biasa dikenal sebagai beverage lebih gemari oleh generasi pada masa kini, tidak sedikit juga yang mengonsumsi minuman dengan berbagai jenis perasa sebagai pengganti untuk menghilangkan dahaga setelah makan. Meskipun banyak klaim tentang minuman perasa yang sehat sebagai pengganti air mineral, air mineral merupakan minuman yang tidak dapat digantikan jumlah konsumsinya. Terlebih ketika minuman ringan tersebut mengandung pemanis buatan (artificial sweeteners).

Pertanyaan yang sering muncul ketika mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan adalah apakah keberadaan pemanis buatan pada minuman ringan atau minuman berkarbonasi benar-benar dapat menyebabkan kanker? Menurut beberapa penelitian, pemanis buatan memang diduga memiliki kaitan dengan pertumbuhan sel kanker pada manusia.

Soft Drinks

Salah satu jenis pemanis buatan yang keberadaannya sering ditemukan pada minuman ringan adalah aspartame. Aspartame (APM) merupakan salah satu zat pemanis buatan yang dijadikan alternatif pengganti gula pada minuman ringan dan juga pada produk yang di label sebagai “sugar-free”. APM memiliki kandungan kalori yang rendah sehingga tidak akan mempengaruhi produk akhir.

APM juga telah dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan terdistribusi dibawah beberapa nama pasar oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Namun, banyak penelitian yang menunjukan bahwa sebenarnya konsumsi APM pada minuman ringan dapat berdampak pada Kesehatan manusia, khususnya dalam peningkatakan risiko kanker.

Menurut artikel dalam jurnal Nutrition and Public Health, Aspartme terbukti memiliki efek karsinogenik terhadap tubuh manusia. Dalam tubuh manusia aspartame dapat berbuhan menjadi formaldehida, senyawa ini akan menyebabkan etiologi hipotiroid yang menyebabkan menurunnya produksi Thyroid-stimulating Hormone (TSH). Hormon ini memiliki peranan penting dalam proses poliferasi juga diferensiasi sel, dengan berkurangnya produksi hormon TSH maka akan terbentuknya hipotiroidisme yang dapat berpotensi dalam peningkatan risiko kanker tiroid.

Bukti lain yang menunjang ketidakamanan konsumsi aspartame adalah senyawa ini terbukti memperlambat proses apoptosis sel, yang mana keadaan ini sangat dibutuhkan untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, sebaliknya aspartame justru menekan proses apoptosis sel sehingga sel kanker semakin cepat bertumbuh dalam tubuh manusia.

Selain meningkatkan risiko kanker, konsumsi aspartame dalam minuman ringan dengan berlebihan juga akan menyebabkan obesitas dan segala penyakit degeneratif yang berawal dari obesitas.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Eva Riana

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua