x

Iklan

Christian Saputro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Juni 2022

Minggu, 20 Agustus 2023 06:48 WIB

Nandur Srawung #10 Habitat: Loka Carita: Inklusi, Rekreasi, Edukasi, Inovasi, dan Kolaborasi

Memasuki usia satu dekade, Nandur Srawung (NS) tampil dengan wajah baru dalam wujud logo yang mudah dikenali masyarakat global. Semangatnya adalah semakin menjangkau tidak hanya publik seni Indonesia tapi juga dunia.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Yogyakarta - Memasuki usia satu dekade, Nandur Srawung (NS) tampil dengan wajah baru dalam wujud logo yang mudah dikenali masyarakat global dengan semangat untuk semakin menjangkau tidak hanya publik seni Indonesia tapi juga dunia. Helat akbar seni rupa ini Kembali dikuratori oleh Arsita Pinandita, Bayu Widodo, Irene Agrivina, Rain Rosidi, dan Sudjud Dartanto,.Pada helat  yang kesepuluh ini Nandur Srawung mengusung tajuk : “ Habitat: Loka Carita”.

Mewakili kurator Sudjud Dartanto membabarkan , Habitat adalah lingkungan tempat tinggal atau hidup dari suatu organismeatau populasi organisme tertentu.Sedangkan  Konsep loka merujuk pada tempat atau okasi tertentu dalam kebudayaan atau masyarakat tertentu. Carita sendiri  salah satu bentuk sastra lisan tradisional Indonesia yang berasal darimasyarakat Jawa. Istilah "carita" berasal dari bahasa Jawa yang berarti ceritaatau kisah.

“Penerapan konsep Habitat: Loka Carita dalam pameran seni rupa ini akan mencakup beberapa aspek, yaitu eksplorasi gagasan mengenai kesadaran akan habitat kehidupan yang sehat, aman, dan inklusif melaluipengamatan dan penyelidikan atas situs dan narasi yang muncul di seputarnya,” terang Sudjud dalam siaran persnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

https://www.indonesiana.id/admin/foto#

Sebagai penanda satu dekade Nandur Srawung, lanut Sudjud, ruang pameran utama akan dibagi menjadi 6 bagian, yang masing-masing menyajikan hubungan seni dengan tema-tema besar kemanusiaan, yaitu: spiritualitas, lingkungan (ekologi), identitas & inklusivitas, aktivisme, teknologi, dan kesadaran sejarah, (literasi).

“Pada pameran kali ini Nandur Srawung bekerja sama dengan Zulfian Amrullah, selaku perancang pameran (exhibition designer) yang menangani tata ruang pamer dan sebagai seniman yang menciptakan karya fasad yang merespon tema Habitat:Loka Carita,” imbuh Sudjud.

Nandur Gawe

Sementara kuratot Arsita Pinandita mengatakan, beberapa karya dalam pameran dikerjakan melalui metode riset di lapanganmelalui program pra-acara bertajuk Nandur Gawe: Residensi Seni di Situs Lokal

D.I.Yogyakarta. R”esidensi seni ini diikuti 10 partisipan, lokal dan internasional, di 5 titik situs di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Kota Yogyakarta: Kampung Ketandan, Kabupaten Sleman: Pesanggrahan Ambarukmo, Kabupaten Gunungkidul: Pohon Resan, Kabupaten Bantul: Makam Seniman Giri Sapto

dan Kabupaten Kulonprogo: Cagar Budaya Bulurejo,” beber Arsita.

Srawung Sinau

 Bayu Widodo yang juga kurator pameran ini menambahkan selain pameran sebagai agenda utamanya, tahun ini Nandur Srawung merancang program pra-acara lainnya yaitu kelas Srawung Sinau: Lokakarya

bersama Praktisi.

“Program edukasi ini adalah sarana berbagi dan pertukaran ilmu dari praktisi di balik layar penyelenggaraan acara seni yang penting bagi keberlangsungan ekosistem seni,” imbuhnya.

Program ini, lanjut Bayu,  berkolaborasi denganpraktisi-praktisi yang ahli di bidangnya dan terbagi dalam tiga kategori kelasyaitu Rancang Bangun Pameran Seni (exhibition designer) oleh ZulfianAmrullah, Penangan Seni (art handler) oleh Soga Studio, dan Penulisan Proposal Pameran Seni (art proposal writing and development) oleh Irene Agrivina.

“Perayaan satu dekade Nandur Srawung yang berlokasi di Taman Budaya Yogyakartasecara resmi dibuka Kepala Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., Selasa (15/08/2023) lalu.Pameran Nandur Srawung #10 (NS X) ini berlangsung dari tanggal 15-28 Agustus di galeri Taman Budaya Yogyakarta dan terbuka untuk umum dan gratis,

Program-program harian yang ada berupa; Bursa Seni, menyajikan art merchandise seniman; Srawung Moro: Kunjungan ke Situs Residensi; Nandur Kawruh: Wicara Seni;Tur Kuratorial, bagi pengunjung umum, siswa siswi sekolah, danpenyandang disabilitas; NSX Lab: program lokakarya untuk public ; Panggung Srawung dan Aktivasi Karya Seni

Seluruh program-program tahun ini, adalah wujud cerminan nilai-nilai yang menjadi visi misi Nandur Srawung sebagai sebuah institusi seni. Nilai-nilai tersebut adalah inklusi, rekreasi, edukasi, inovasi, dan kolaborasi. Inklusi yang diwujudkan dengan melibatkan seniman, komunitas, dan masyarakat dariberbagai kalangan. Sebagai ruang rekreasi, diharapkan dapat merangsang pertumbuhan industri pariwisata yang dapat memicu pada pertumbuhan ekonomi.

“Dalam hal edukasi sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mengapresiasi seni dan budaya. Inovasi yang hadir dalam bentuk program-program barunya yang selalu segar dan mutakhir. Kerja-kerja kolaborasi dalam lingkup nasional dan global sebagai wujud konkrit pemaknaan kata srawung itu sendiri<” pungkas Bayu mengunci perbincangan.

Ikuti tulisan menarik Christian Saputro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB