x

Ilustrasi survei. Gambar oleh Tumisu dari Pixabay

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 12 Februari 2024 06:57 WIB

Pemungutan Suara dalam Bayang-bayang Hasil Survei

Lembaga survei yang tidak memiliki integritas sangat baik akan berusaha membingkai persepsi masyarakat sehingga calon pemilih yang tidak mandiri dalam mengambil keputusan politik akan terpengaruh dan terdorong untuk memilih capres yang diunggulkan oleh hasil survei.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Semakin dekat hari pemungutan suara, lembaga survei semakin menggebu-gebu mempublikasikan hasil surveinya. Hasil akhir survei pemilihan presiden menjadi pusat perhatian masyarakat, dan karena itu hasil keterpilihan capres menjadi yang paling ditonjolkan oleh lembaga survei. Masyarakat tergoda untuk mengetahui berapa persen suara yang diraih oleh pasangan nomor 01, 02, dan 03. Hasil inilah yang memperoleh penekanan dibandingkan isu-isu lain.

Salah satu persoalan terkait dengan publikasi hasil survei ialah sejauh mana hasil-hasil tersebut secara metodologis dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari konflik kepentingan lembaga survei. Konflik kepentingan mungkin saja muncul bila lembaga survei melakukan kegiatan survei atas pesanan pihak tertentu, baik capres, partai politik, atau pihak lain yang berkepentingan. Sepanjang tidak ada keterbukaan mengeni isu pembiayaan survei, sulit bagi masyarakat untuk memastikan ada tidaknya konflik kepentingan.

Masyarakat pada umumnya tidak memahami metode pelaksanaan survei. Kalaupun memahami, masyarakat mungkin juga tidak menaruh perhatian terhadap masalah ini ataupun tidak punya waktu untuk meneliti lebih jauh kebenaran hasil survei. Masyarakat pada akhirnya memercayai begitu saja hasil survei yang dipublikasikan. Inilah yang mungkin dilihat oleh lembaga survei maupun pembiaya survei yang memiliki konflik kepentingan sebagai peluang untuk memengaruhi persepsi masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Soalnya kemudian ialah sejauh mana publikasi hasil survei tersebut memengaruhi keputusan warga pemilih saat nanti berada di bilik pemungutan suara. Apakah warga pemilih akan mampu bersikap mandiri dalam menentukan pilihannya ataukah ia akan terpengaruh oleh hasil survei, sehingga ia akan memilih pasangan capres-cawapres yang diunggulkan hasil survei. Mungkin saja ia mengikuti suara terbanyak dalam hasil survei yang ia baca.

Kemandirian warga pemilih menjadi faktor krusial dalam pemungutan suara, sehingga kita tidak tahu apakah pemenang pilpres nanti merupakan hasil pilihan yang mandiri ataukah hasil pilihan berdasarkan prinsip ikut gerbong karena sangat terpengaruh oleh hasil survei. Lembaga survei yang tidak memiliki integritas sangat baik akan berusaha membingkai persepsi masyarakat sehingga calon pemilih yang tidak mandiri akan terpengaruh dan terdorong untuk memilih capres yang diunggulkan oleh hasil survei.

Pembingkaian persepsi warga masyarakat oleh publikasi hasil survei bukanlah kemustahilan. Wacana satu putaran, umpamanya, boleh jadi memperoleh tambahan daya dorong dari publikasi hasil survei mengenai isu ini, sehingga semakin banyak warga calon pemilih yang terpengaruh untuk memilih calon tertentu. Warga masyarakat yang tidak cukup mandiri dalam membuat keputusan dan pilihan politik akan rentan oleh pembingkaian publikasi hasil survei semacam ini. >>

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu