Potensi Ancaman Non-Milter Terhadap Kedaulatan Indonesia dalam Konflik Laut China Selatan

Selasa, 30 April 2024 13:12 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Potensi ancaman konflik di Laut China Selatan memberikan tantangan besar terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia. Sering tidak disadari ada ancaman yang berasal dari beberapa aspek non-militer.

Laut China Selatan atau Laut Tiongkok Selatan telah dikenal sebagai wilayah yang tidak hanya strategis secara geografis, namun juga kaya akan sumber daya alam dan penting bagi perdagangan global. Di sisi lain, wilayah ini juga menjadi objek sengketa yang kompleks yang melibatkan beberapa negara, termasuk Tiongkok, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Perselisihan yang terjadi terutama berkisar pada persaingan klaim atas berbagai pulau, terumbu karang, dan kawasan perairan di Laut China Selatan. Indonesia sendiri, pada Juli 2017, telah bersikap secara resmi dengan pemberian nama Laut Natuna Utara pada perairan dangkal Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut China Selatan.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bagi Indonesia, ancaman konflik di Laut China Selatan memberikan tantangan besar terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional. Meski tidak menjadi pihak yang mengklaim di wilayah ini, Indonesia terkena dampak langsung dari potensi eskalasi ketegangan. Potensi ketegangan militer merupakan hal yang umum diketahui. Namun, sering tidak disadari masyarakat umum bahwa ada ancaman yang berasal dari beberapa aspek non-militer, yaitu:

  1. Implikasi Ekonomi

Laut China Selatan merupakan jalur maritim strategis yang dilalui sebagian besar perdagangan global. Gangguan apa pun terhadap kebebasan navigasi dan pelayaran damai di perairan ini dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi yang serius bagi Indonesia, sehingga mempengaruhi perdagangan internasional dan stabilitas ekonomi.

 

  1. Implikasi Stabilitas Regional

Sengketa Laut China Selatan mempunyai implikasi yang lebih luas terhadap stabilitas regional. Konflik di kawasan dapat memicu potensi ketidakstabilan kawasan, peningkatan militerisasi, perlombaan senjata yang lebih luas, yang akan berdampak pada keamanan regional dan hubungan diplomatik Indonesia.

 

 

 

  1. Implikasi Masalah Lingkungan

Laut China Selatan adalah rumah bagi beragam ekosistem laut yang penting bagi penghidupan jutaan orang di wilayah tersebut. Pembangunan berlebihan pertahanan militer serta uji coba militer pada pulau-pulau terlindung di wilayah tersebut dapat menyebabkan degradasi lingkungan, berdampak pada perikanan dan keanekaragaman hayati laut, yang sangat penting bagi perekonomian dan ketahanan pangan Indonesia.

 

  1. Implikasi Riset Strategis

Laut China Selatan juga merupakan kawasan yang potensial dan strategis untuk riset ilmiah, khususnya di bidang biologi kelautan, oseanografi, dan ilmu iklim. Konflik di kawasan ini dapat mengganggu atau menghambat kegiatan ilmiah, sehingga membatasi pemahaman kita tentang lingkungan laut dan dampaknya terhadap pola iklim global.

 

  1. Risiko Konfrontasi Konflik yang Tidak Diharapkan

Kehadiran berbagai kekuatan militer di Laut China Selatan meningkatkan risiko konflik yang tidak disengaja yang dapat meningkat menjadi konfrontasi yang lebih besar. Peristiwa tersebut dapat mengancam kedaulatan dan keamanan Indonesia, meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam sengketa wilayah tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Indonesia perlu dan telah mengambil pendekatan pragmatis, menekankan diplomasi, hukum internasional, dan kerja sama regional. Indonesia telah mengadvokasi penyelesaian sengketa secara damai berdasarkan prinsip-prinsip Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan telah memainkan peran mediasi dalam dialog regional.

Selain itu, Indonesia juga perlu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan di Laut China Selatan. Mereka menyerukan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan mendorong inisiatif yang bertujuan melestarikan lingkungan laut, seperti kawasan perlindungan laut dan praktik perikanan berkelanjutan.

Ancaman konflik di wilayah ini terhadap kedaulatan Indonesia merupakan isu yang memiliki banyak aspek dan membawa implikasi yang signifikan tidak hanya militer namun juga non-militer. Pendekatan Indonesia dalam mengatasi ancaman-ancaman ini melalui diplomasi dan hukum internasional menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk menjaga kepentingannya di kawasan sekaligus mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.

Diperlukan kesadaran segenap masyarakat Indonesia, tidak hanya pejabat negara dan pemangku kepentingan bidang pertahanan, tentang pentingnya kedaulatan negara serta tantangan yang dapat muncul dari konflik di Laut China Selatan ini.  Akhirnya, peran akademisi dan jurnalis menjadi sangat strategis dalam peningkatan literasi untuk masyarakat.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Arie Wahyu Wijayanto

Dosen di Politeknik Statistika STIS, Jakarta

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler