Kebaikan Mendagri, Dari Rudini sampai Tjahjo Kumolo

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Almarhum Jenderal Purnawirawan Rudini, mungkin dia salah satu jenderal kepercayaan Pak Harto, kala orang kuat dari Cendana itu berkuasa.

Almarhum Jenderal Purnawirawan Rudini, mungkin dia salah satu jenderal kepercayaan Pak Harto, kala orang kuat dari Cendana itu berkuasa. Rudini, pernah jadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Setelah itu kemudian Pak Harto mempercayainya menjadi Menteri Dalam Negeri, menteri yang bisa dikatakan tangan kanan Presiden tersebut.
 
Kini Jenderal Rudini telah berpulang. Pak Harto juga telah meninggal. Namun, kenangan tentang mendiang Rudini masih membekas di Jalan Medan Utara Merdeka, jalan di mana kantor Kementerian Dalam Negeri berada. Kenangan tentang Rudini ini membekas kuat di ingatan para pegawai kementerian tersebut. 
 
Salah satunya yang selalu ingat dengan Rudini adalah Pak Manik. Dia, salah satu pegawai di Kemendagri dengan status petugas pengamanan dalam atau biasa di sebut Pamdal. Di satuan Pamdal Kemendagri, Pak Manik tergolong senior. Ia sudah mengabdi kepada beberapa orang Mendagri. Era Mendagri Yogi S Memet pun, Pak Manik sudah bertugas di sana. 
 
" Kalau Pak Yogi, tegas banget mas. Mungkin karena dia Kopassus kali yah," kata Pak Manik saat berbincang dengan saya di sela-sela tugasnya. 
 
Jika Rudini, yang ia ingat adalah perhatiannya. Rudini kata Pak Manik, setiap datang tak pernah lupa menyapa, mengobrol dan menanyakan kondisi para Pamdal yang bertugas. Bahkan, Rudini juga selalu menanyakan keadaan keluarga para Pamdal satu persatu. 
 
" Di tanya, sehat apa enggak. Perhatian pokoknya," kata Pak Manik. 
 
Salah satu yang diingat Pak Manik, Rudini selalu menambahkan uang saku bagi para Pamdal. Dan, uang saku itu kata Pak Manik, berasal dari kantong pribadi Rudini. " Dia juga selalu menanyakan, apa kita sudah makan atau belum. Kalau belum makan, pasti dibelikannya," katanya.
 
Makanya ia sangat ingat, bagaimana mimik, gaya bicara hingga tertawa seraknya Rudini. Di mata dia, sebagai bos,  Rudini sangat perhatian. Rudini ngemong anak buah, seperti bapak kepada anaknya. Lalu bagaimana dengan Gamawan Fauzi? 
 
Pak Manik juga punya kenangan khusus tentang Gamawan, Menteri Dalam Negeri di era SBY memerintah di periode keduanya. Kata dia, Gamawan juga selalu memberi uang saku. Uang saku itu berasal dari honor-honor Gamawan saat jadi pembicara. Honor itu dikumpulkan, setelah itu tiap akhir bulan biasanya selalu dibagikan ke para Pamdal. 
 
" Pak Gamawan juga baik. Dia selalu berikan honornya buat kami yang tugas di sini," katanya.
 
Bagaimana sekarang dengan Tjahjo Kumolo, Mendagri yang menggantikan Gamawan Fauzi? Pak Manik juga merasa Tjahjo sebagai menteri tak bersikap laiknya seorang bos. Tjahjo bahkan tak mau dipanggil Pak Menteri. Tiap datang, selalu menyapa. Dan, yang buat ia senang, kalau pergi ke luar daerah, sering membawakan oleh-oleh. 
 
" Ya begitulah pemimpin kami. Sampai saat ini baik-baik semua," ujar Pak Manik. 
 
Soal oleh-oleh, wartawan yang biasa meliput di Kementerian Dalam Negeri memang merasakannya. Karena sering tiba-tiba saja di ruangan tempat ngumpul wartawan yang berada tak jauh dari ruangan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, teronggok bungkusan, entah itu kue atau buah. Ternyata setelah ditanyakan kepada staf Humas, bungkusan kue atau buah itu adalah oleh-oleh dari Menteri Tjahjo. Untuk wartawan, begitu staf Humas Kemendagri memberi tahu. 
 
 
 
 
 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Agus Supriyatna

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua