Langkah #4 Design Thinking: Buat Prototipe

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di tahap pembuatan prototipe, kita dapat melihat lebih dini apakah suatu gagasan akan berhasil atau harus dimodifikasi.

Banyak reaksi yang mungkin muncul ketika gagasan tertentu dilontarkan dalam tahap penggalian gagasan. “Bisa berjalan gak ya?” atau “Bagaimana respons konsumen?” Pertanyaan ini wajar muncul, tapi tak perlu membuat kita ciut hati untuk menggali gagasan sebanyak mungkin. Jawaban atas keraguan itu kita berikan di langkah keempat dalam proses desing thinking, yakni menciptakan prototipe.

Prototipe dapat berupa sketsa, model, atau kotak karton. Ini cara cepat untuk mengubah suatu gagasan agar lebih terlihat secara visual. Di tahap ini kita dapat melihat lebih dini apakah suatu gagasan akan berhasil atau harus dimodifikasi. Kekeliruan dapat diketahui sejak dini dan dapat segera diperbaiki, bahkan sebelum prototipe diuji coba.

Para aktor sering menggunakan properti berupa alat peraga untuk membantu penonton mencerna dan meresapi cerita yang mereka sampaikan. Dalam design thinking, prototipe adalah alat peraga. Prototipe adalah sesuatu yang membuat kita terlibat secara fisik. Ini adalah alat untuk membantu kita mengomunikasikan dan menguji gagasan.

Prototipe memperbaiki desain melalui proses iterasi (pengulangan). Dengan adanya prototipe di tangan pelanggan (yang dilibatkan dalam proses design thinking), perancang dapat mengetahui bagaimana respons pelanggan terhadap produk yang akan dibuat—apakah ia merasa nyaman, mudah, ringan, menyukai, dsb. Lewat beberapa kali pembuatan prototipe, desainer dapat memelajari fitur apa yang betul-betul diperlukan pengguna, mana yang belum ada, mana yang justru merepotkan.

Misalnya saja, ketika merancang sepeda untuk perempuan, banyak hal jadi pertimbangan, seperti berapa bobot yang tepat agar tidak memberatkan, mudah untuk dibawa dengan mobil pribadi, mudah disimpan di rumah, dan bagaimana kebiasaan perempuan umumnya saat menaiki dan bersepeda. Masukan-masukan yang didapat selama pengembangan prototipe sangat bermanfaat untuk pembuatan produk finalnya.

Dengan membuat prototipe, potensi-potensi inovasi yang dikembangkan melalui beragam gagasan yang telah digali tidak akan hilang seluruhnya. Kita memang harus memilih di antara sekian gagasan yang berhasil digali, tapi menampung seluruhnya barangkali agak berlebihan.

Salah satu saran mengenai cara menyaring gagasan ialah dengan menggunakan tiga kriteria voting: gagasan yang paling menyenangkan, pilihan yang rasional, dan gagasan yang paling tidak diharapkan. Penyaringan gagasan dilakukan oleh seluruh tim sehingga menjadi lebih adil karena seluruh suara dipertimbangkan.

Apa selanjutnya? Kita dapat mengambil dua atau tiga gagasan yang paling banyak dipilih oleh anggota tim untuk diwujudkan menjadi prototipe. Dengan adanya tiga gagasan yang diubah menjadi prototipe, tetap terbuka peluang bagi kita untuk memelajari ide-ide ini dalam wujud yang lebih nyata. Kita dapat membuat perbandingan ketimbang hanya mewujudkan satu gagasan saja. Sangat mungkin bahwa dalam proses pembuatan prototipe, gagasan yang menempati urutan kedua paling favorit ternyata malah lebih layak untuk menjadi produk final setelah melewati sejumlah proses perbaikan atau modifikasi berulang-ulang.

Melalui pembuatan prototipe, kita juga dapat lebih cepat mempelajari kekurangan maupun kegagalan dalam aspek tertentu produk ini. Dari segi penggunaan sumberdaya, sangat mungkin lebih hemat sehingga kita dapat membuat prototipe dari gagasan yang berlainan dan dapat diperbandingkan.

Ada hal penting yang tak boleh dilupakan. Ketika membangun prototipe, bayangkanlah selalu ‘pengguna’ calon produk itu—bukan kita. Ingat kembali apa yang jadi keinginan dan kebutuhan pengguna. Ingat kembali seperti apa perilaku dan kebiasaan pengguna. Ini akan membantu kita untuk tetap fokus pada pembuatan prototipe yang paling mendekati keinginan dan kebutuhan pengguna. (foto: futuristic supercar 12; sumber foto: fludit.com) **

Bagikan Artikel Ini
img-content
dian basuki

Penulis Indonesiana

1 Pengikut

img-content

Bila Jatuh, Melentinglah

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua