Eksani Boyolali - eksanisilem@yahoo.co.id - www.indonesiana.id
x

Eksani

Penulis Indonesiana

Selasa, 29 Oktober 2019 17:02 WIB Judul Artikel

Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ribuan Siswa Teras Boyolali Ikuti Jalan Sehat

Dibaca : 165 kali


Eksani

Penulis Indonesiana

Jumat, 25 Oktober 2019 11:21 WIB Judul Artikel

Ratusan Siswa SD/ MI ikuti Pesta Siaga Pramuka Kabupaten Boyolali

Dibaca : 141 kali


Eksani

Penulis Indonesiana

Minggu, 20 Oktober 2019 23:19 WIB Judul Artikel

Ratusan Atlet Cilik Ikuti Internasional Inline Skate Competition 2019 di Sirkuit Boyolali

Dibaca : 238 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) ----- Sebanyak 499 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kejuaraan international inlineskate competition 2019 di Circuit Gokart Boyolali, Minggu (20/10/2019). Ratusan peserta tersebut memperebutkan Piala Walikota Solo ke enam yang digelar selama tiga hari mulai Jum’at hingga Minggu (18-20/10) di dua tempat yang berbeda yaitu di Veldrome stadion manahan dan di Circuit Gokart Boyolali. Dalam kejuaraan ini ada 42 Club dari berbagai daerah yang ikut ambil bagian dalam perlintasan, diantaranya dari Banyumas, Sidoarjo, DKI Jakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Lampung, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Boyolali. Selain itu ada enam kelas yang dilombakan dalam kejuaraan ini diantaranya kelas pemula, kelas marathon (road race), hingga kelas master. Menurut Ketua Panitia, Pandu Jatmiko (48), “Kejuaraan yang dilaksanakan di Cirkuit Boyolali ini diikuti 172 peserta dari berbagai kelas serta ditambah 100 peserta dari kelas pemula, selain itu pada kelas marathon juga diikuti atlet dari mancanegara yaitu Jepang atas nama Kohai. Harapannya kegiatan ini bisa merangsang pertumbuhan inliner atau pecinta sepatu roda di Boyolali dan Jawa Tengah, selain itu untuk mencarai dan mendapatkan bibit bibit unggul sebagai atlet untuk kejuaraan ke tingkatan yang lebih tinggi seperti untuk Sea Games atau ASEAN Games. Ungkapnya. Salah satu peserta dari Club di Purwokerto, Najwa (8) mengatakan, “ia sangat senang sekali bisa ikut lomba ini, ia ikut dalam kelas pemula, meski dikelas pemula namun ia sangat bersemangat sekali, meski tadinya terjatuh saat start, namun bisa bangkit lagi dan alhamdulilah masih bisa juara ketiga, sebelumnya ia juga sudah pernah juara pertama saat kejuaraan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta,” Ujar siswi kelas tiga tersebut. Rencananya kejuaraan serupa akan dilaksanakan di Kabupaten Pati dan Bandung, Jawa Barat pada akhir tahun ini. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Minggu, 8 September 2019 08:11 WIB Judul Artikel

Merti Umbul Langse, Warga Dukuh Silem Pentaskan Tarian Kuntul

Dibaca : 451 kali


Berharap mata air mengalir deras, Warga Silem merti Umbul Langse BOYOLALI --- Ratusan warga dukuh Silem, Kadireso, Teras menggelar merti umbul langse di Lebak, Nepen, Sabtu (7/9/2019). Kegiatan ini sebagai bentuk permohonan warga kepada sang maha kuasa agar diberikan kelancaran air dari mata air umbul langse dan umbul sungsang yang berada di Desa Nepen, Teras, Boyolali. Kedua sumber mata air tersebut tersebut merupakan sumber pengairan warga di Desa Nepen, Kopen, Kadireso, Doplang hingga desa desa di kecamatan Sawit, Boyolali. Warga percaya bahwa setiap tahun mata air di umbul langse dan di umbul sungsang tersebut harus di ruwat dan harus menampilkan tari tarian khusus yaitu kuntulan. Tarian kuntulan tersebut merupakan sejenis tarian rodat yang dibawakan oleh puluhan orang dewasa dan diiringi tabuhan rebana dengan menyanyikan lagu lagu sholawatan dan lagu lagu dengan syair jawa. Setelah tokoh agama mendoakan, ingkung dan jajanan pasar yang berada di jodang langsung menjadi rebutan warga, mereka percaya makanan yang sudah didoakan dalam acara tersebut bisa membawa berkah. Menurut salah satu warga, Erni (39), mengatakan “ia bersama anaknya sengaja ikut menonton kegiatan tersebut, karena acara ini setahun sekali, dan merti umbul seperti ini juga salah satu budaya khas daerah yang perlu dilestarikan, ia juga ikut merebut jajanan pasar tadi namun hanya dapat sedikit,” Ujarnya. Sementara itu menurut Sekretaris Desa Kadireso, Astriyo Setiawan (28), Mengatakan, “Kegiatan merti umbul langse dan umbul sungsang ini digelar setiap tahunnya dengan menampilkan tarian kuntulan dari warga, tujuannya agar kedua sumber mata air tersebut lancar kembali dan dapat mengairi persawahan warga disekitarnya dan kebutuhan air sehari hari warga desa dapat tercukupi, karena sumber mata air dari kedua umbul tersebut mengalir ke Desa Nepen, Kopen dan Kadireso, hingga desa desa di Kecamatan sawit, Boyolali, warga percaya bahwa dengan adanya merti umbul seperti ini mata air akan kembali lancar, seperti diketahui sejak tahun 2006 hingga 2010 yang lalu mata air umbul langse sempat kering sama sekali dan diadakannya merti umbul serta tarian kuntulan seperti ini mata air tersebut bisa mengalir kembali, Harapannya warga bisa menggunakan air dengan bijaksana dan penuh syukur apalagi seperti saat ini musim kemarau, Ujarnya. Biasanya kegiatan seperti ini dilaksanakan pada bulan agustus bertepatan HUT kemerdekaan RI, namun kali ini warga menggelar acara ruwatan merti umbul langse dan umbul sungsang tersebut di bulan sura dalam penggalan jawa, Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan syukur warga pada Allah atas kedua mata air tersebut, selain itu juga untuk mengenalkan tarian khas daerah yaitu tari kuntulan. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Senin, 2 September 2019 10:44 WIB Judul Artikel

Tahun baru 1441 Hijriyah, Warga Jatiroto Boyolali Gelar Pawai Obor

Dibaca : 53 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Ratusan warga di Dukuh Jatiroto, Manggis, Mojosongo, Boyolali menggelar pawai obor dalam rangka memperingati tahun baru islam 1441 Hijriyah, Sabtu (31/8/2019). Warga yang terdiri dari jam’ah masjid dan anak anak TPA ini berjalan menyusuri sepanjang jalan kampung mereka dengan jarak sekitar 1 kilo meter. Sebelum pawai obor dimulai, warga melaksanakan shalat magrib berjamaah di masjid setempat, tepat pada pukul 18.30 WIB warga yang sudah berkumpul di depan masjid langsung berdoa dan menyalakan obor yang sudah mereka siapkan. Tidak hanya orang dewasa saja, namun juga anak anak, remaja hingga orang tua ikut meramaikan pawai obor tersebut. Menurut salah satu takmir masjid, M. Adni (54) mengatakan, “kegiatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad saw saat hijrah dari mekah ke madinah selain itu juga memohon kepada Allah untuk keselamatan kampung, keamanan bangsa serta kebahagiaan warga kampung kami, kegiatan ini sudah kami laksanakan setiap tahun, kali ini ada sekitar 150 obor yang kami nyalakan untuk ikut pawai, harapannya warga bisa mengenang para nabi dan para wali dengan dengan bermujahadah dan pawai obor ini, Ujarnya. Sementara itu ketua RT setempat, Joko Purnomo, “mengatakan “kegiatan ini menyongsong peringatan tahun baru islam 1441 Hijriyah, selain itu juga berharap kampung kami aman, tidak ada pengacau dari dalam maupun dari luar kampung, warga kami diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT,” Ungkapnya. Setelah pawai obor selesai warga menuju masjid untuk melaksanakan shalat isya berjamaah dan dilanjutkan bermujahadah, harapannya kegiatan ini bisa meningkatkan ketaqwaan warga serta mengenang hijrahnya Nabi Muhammad SAW. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Rabu, 21 Agustus 2019 09:17 WIB Judul Artikel

Kwarcab 1109 Boyolali Gelar Pelantikan Pramuka Garuda

Dibaca : 605 kali


Eksani

Penulis Indonesiana

Senin, 8 Juli 2019 17:34 WIB Judul Artikel

Selamat Jalan Pak Sutopo Purwo Nugroho, Jasamu akan selalu kami kenang

Dibaca : 110 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Setelah dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit Modern cancer internasional di Tiongkok pada Minggu (7/7/2019) waktu setempat, pada senin pagi Jenazah Alm. Sutopo Purwo Nugroho langsung dibawa ke Boyolali, Jawa Tengah setelah disemayamkan di rumah duka di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Sesampainya di Bandara Adi Sumarmo, Boyolali jenazah Alm. Sutopo Purwo Nugroho langsung dibawa ke Boyolali kota melalui jalur darat. Jenazah Alm. Sutopo Purwo Nugroho tiba di rumah duka sekitar jam 07.30 WIB. Setelah dishalatkan oleh keluarga dan para pelayat, mewakili keluarga Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Masruri menyerahkan jenazah kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) LetJend. Purn. Doni Munardo untuk dimakamkan secara kedinasan di TPU. Sonolayu yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka. Ribuan orang pelayat juga ikut menghantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir di TPU. Sonolayu, Senin (8/7/2019). Sebagai inspiktur upacara pemakaman jenazah adalah Kepala BNPB Letjend. Pur. Doni Munardo, ikut hadir dalam upacara pemakaman tersebut adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat serta Muspida Boyolali dan relawan BPBD Boyolali dan Provinsi Jawa Tengah. Diantara ribuan pelayat yang ikut mengahantarkan jenazah, ada teman teman Alm. Sutopo Purwo Nugroho semasa sekolah di SMPN 1 Boyolali, bahkan hadir juga guru semasa SMP dahulu salah satunya Suprapti, “Ia menceritakan bahwa mas topo (sapaan akrabnya) ketika masih SMP orangnya pintar, bertanggung jawab, beliau itu menjadi aktivis pramuka dan OSIS. Menurut saya ia sosok siswa yang menjadi contoh untuk teman temannya, saat di kelas juga pernah rangking satu, dan saat menjadi anggota pramuka ia pernah menjadi pimpinan regu rajawali, pertemuan terakhir saya dengan beliau saat reuni SMAN 1 Boyolali lebaran tahun lalu, semoga keluarga diberi ketabahan dan doa saya semoga almarhum meninggal dengan khusnul khotimah”, Ujarnya. Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenang sosok almarhum Sutopo Purwo Nugroho “sebagai penginformasi terbaik tentang kebencanaan, pada pencegahan, pada penanggulangan pasca bencana, termasuk mengemas kalimat kalimat yang masyarakat bisa mengerti tentang kebencanaan itu tentu butuh kecerdasan yang luar biasa. Dan yang luar biasa juga ketika mas topo ini menderita sakit, dia tidak pernah meninggalkan pekerjaanya dalam kondisi sakit yang mungkin orang tidak bisa merasakannya, maka tadi malam saya di rumahnya di depok, Jawa Barat, saya berbela sungkawa pada anaknya, dan anaknya membisikan pada saya, pak gubernur sekarang bapak tidak sakit lagi, dan ini sebuah ketabahan yang luar biasa, ini tentu merupakan salah satu pendidikan karakter yang diberikan oleh keluarganya”, Ungkapnya. Selamat jalan Pak Sutopo, semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Senin, 8 Juli 2019 17:35 WIB Judul Artikel

Anggota Pramuka di Boyolali Ubah Botol Plastik Bekas jadi Lampu Hias

Dibaca : 625 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Untuk memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis, Gerakan pramuka Kwartir Cabang 1109 Boyolali mengadakan lomba membuat hasta karya yang bahan bakunya dari barang bekas atau mendaur ulang sampah seperti sampah dari botol air mineral dan gelas plastik. Kegiatan ini diikuti puluhan siswi anggota pramuka penggalang SMP/ MTs se-Kabupaten Boyolali dalam rangka Jambore Cabang ke VI SMP/ MTs tingkat Kwartir Cabang Boyolali. Dalam kegiatan ini setiap regu dari masing-masing kwartir ranting atau masing-masing kecamatan mewakilkan dua orang untuk membuat hasta karya dari gelas plastik atau botol bekas air mineral untuk dijadikan barang yang bernilai ekonomis. Tema yang ditentukan oleh panitia adalah membuat lampu hias dari barang-barang bekas yang didaur ulang. Untuk membuat tempat lampu hias dari gelas plastik dan botol bekas tersebut setiap peserta diberikan waktu selama 3 jam dan peserta bebas mengekspresikan karyanya dengan peralatan yang sudah ditentukan, ungkap salah satu peserta dari kontingen kwartir ranting juwangi, Wima Dewinta Yuni. Menurut salah satu Yuri, Sri Muladsih, mengatakan “setelah proses pembuatan hasta karya selesai, dewan yuri dari kwarcab dan dari independen yang ahli dibidangnya akan menilai hasil karya mereka secara detail. Karena penilaian dalam hasta karya ini tidak hanya dinilai besar atau kecilnya karya, atau bagusnya saja, namun juga dinilai kerumitannya dengan menerapkan simpul simpul yang ada pada kepramukaan, sehingga selain mendapatkan karya yang bagus juga bisa mengamalkan ilmu tali temali yang mereka dapatkan di dalam kepramukaan”. Ungkapnya. Disinilah para peserta dituntut untuk bisa jeli memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang berguna bahkan bisa bernilai ekonomis, yang biasanya gelas plastik bekas minuman atau botol bekas air mineral dibuang begitu saja ke tempat sampah atau malah disembarang tempat. Namun ditangan siswi anggota pramuka penggalang Kwartir Cabang 1109 Boyolali ini barang bekas tersebut bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna yaitu bisa dijadikan tempat lampu hias yang keren dan bahkan bisa bernilai ekonomis. Harapannya para peserta bisa mengurangi sampah limbah plastik dan memanfaatkannya menjadi barang yang bernilai ekonomis. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Senin, 1 Juli 2019 11:18 WIB Judul Artikel

Jelang Pilkades serentak, Massa pendukung Calon Kades Canden Boyolali berkonvoi di Jalan

Dibaca : 69 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Ratusan massa pendukung Calon Kepala Desa Canden turun ke jalan untuk berkonvoi mengkampanyekan salah satu pasangan calon Kepala Desa Canden Tahun 2019, Rabu (26/6/2019). Meski dalam tata tertib Pilkades tidak diperbolehkan untuk berkonvoi dan memprovokasi massa pasangan calon tertentu, namun di Desa Canden, Kecamatan Sambi Boyolali para pendukung Cakades malah saling membalas dengan memprovokasi antar pendukung dengan berkonvoi keliling Desa Canden. Menurut salah satu Calon Kepala Desa Canden, Jiyanto, Mengatakan, “Sebenarnya hari ini adalah kampanye dialogis di kediamannya, saya menyampaikan visi misi untuk dipilih menjadi Kepala Desa Canden pada sabtu (29/6) nanti, namun karena sehari sebelumnya pasangan Joko Mulyono memprovokasi pendukung kami dengan berkonvoi di jalan desa, maka atas dorongan dari para tim sukses, kader, relawan serta simpatisan maka mereka ikut juga berkonvoi di jalan desa, padahal dalam aturan tata tertib disepakati tidak ada konvoi dan memprovokasi antar pendukung. Meski begitu situasi masih aman dan kondusif dan saya berharap tidak terjadi gesekan antar pendukung, Ujarnya. Sementara itu ratusan massa pendukung Cakades Jiyanto hingga menjelang magrib masih memadati jalanan di Desa Canden, Sambi, Boyolali. Di Desa Canden ini ada 4.153 Daftar Pemilih tetap dari 13 Dusun yang akan menggunakan hak pilihnya di Pilkades Canden tahun 2019. Selain di Desa Canden, ada 229 Desa lainnya yang akan ikut melaksanakan Pilkades secara serentak di Boyolali, dan ditambah lagi 60 Desa yang menggunakan sistem e-voting. Menurut salah satu panitia Pilkades Desa Canden, Wan Nur Jadi, Mengatakan, “ia berharap adanya kampanye selama dua hari ini bisa berjalan dengan lancar, meskipun sehari sebelumnya sempat bersitegang dikarenakan pendukung calon kepala desa nomor urut dua melaksanakan kampanye terbuka sambil membuka knalpot kendaraan bermotor, dan hari ini alhamdulilah situasi masih aman dan kondusif”. Ujarnya. Rencananya Pemilihan Pilkades serentak di Boyolali akan digelar pada Sabtu(29/6/2019) mendatang. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Senin, 1 Juli 2019 13:03 WIB Judul Artikel

Ratusan Massa Pendukung Calon Kepala Desa Canden Boyolali turun ke jalan

Dibaca : 74 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Ratusan massa pendukung Calon Kepala Desa Canden turun ke jalan untuk berkonvoi mengkampanyekan salah satu pasangan calon Kepala Desa Canden Tahun 2019, Rabu (26/6/2019). Meski dalam tata tertib Pilkades tidak diperbolehkan untuk berkonvoi dan memprovokasi massa pasangan calon tertentu, namun di Desa Canden, Kecamatan Sambi Boyolali para pendukung Cakades malah saling membalas dengan memprovokasi antar pendukung dengan berkonvoi keliling Desa Canden. Menurut salah satu Calon Kepala Desa Canden, Jiyanto, Mengatakan, “Sebenarnya hari ini adalah kampanye dialogis di kediamannya, saya menyampaikan visi misi untuk dipilih menjadi Kepala Desa Canden pada sabtu (29/6) nanti, namun karena sehari sebelumnya pasangan Joko Mulyono memprovokasi pendukung kami dengan berkonvoi di jalan desa, maka atas dorongan dari para tim sukses, kader, relawan serta simpatisan maka mereka ikut juga berkonvoi di jalan desa, padahal dalam aturan tata tertib disepakati tidak ada konvoi dan memprovokasi antar pendukung. Meski begitu situasi masih aman dan kondusif dan saya berharap tidak terjadi gesekan antar pendukung, Ujarnya. Sementara itu ratusan massa pendukung Cakades Jiyanto hingga menjelang magrib masih memadati jalanan di Desa Canden, Sambi, Boyolali. Di Desa Canden ini ada 4.153 Daftar Pemilih tetap dari 13 Dusun yang akan menggunakan hak pilihnya di Pilkades Canden tahun 2019. Selain di Desa Canden, ada 229 Desa lainnya yang akan ikut melaksanakan Pilkades secara serentak di Boyolali, dan ditambah lagi 60 Desa yang menggunakan sistem e-voting. Menurut salah satu panitia Pilkades Desa Canden, Wan Nur Jadi, Mengatakan, “ia berharap adanya kampanye selama dua hari ini bisa berjalan dengan lancar, meskipun sehari sebelumnya sempat bersitegang dikarenakan pendukung calon kepala desa nomor urut dua melaksanakan kampanye terbuka sambil membuka knalpot kendaraan bermotor, dan hari ini alhamdulilah situasi masih aman dan kondusif”. Ujarnya. Rencananya Pemilihan Pilkades serentak di Boyolali akan digelar pada Sabtu(29/6/2019) mendatang. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Jumat, 28 Juni 2019 10:14 WIB Judul Artikel

Syawalan, Kwarcab 1109 Boyolali gelar Halal bi Halal

Dibaca : 231 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 1109 Boyolali menggelar Halal bi Halal di Balroom Bu Yoso, Rabu (26/6/2019). Kegiatan ini diikuti Ketua Kwartir Ranting se-Kabupaten Boyolali, pengurus, anggota, andalan, serta sejumlah tamu undangan. Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga (Disporapar) Boyolali, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jajaran Dinas Kesehatan, Dinas arsip dan Pustaka serta perwakilan TNI-POLRI. Dalam sambutannya Ketua Kwarcab Boyolali, Supana, Menyampaikan bahwa “kegiatan halal bi halal ini merupakan agenda tahunan setelah satu bulan berpuasa bagi umat islam, dan bagi anggota pramuka saat ini saat yang tepat untuk saling memaafkan mumpung masih di bulan syawal. Selain itu ia menambahkan bahwa tahun 2019 ini sudah di syahkan Peraturan Bupati (Perbub) tentang Penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di lingkungan Kwartir Cabang 1109 Boyolali, dimana salah satu inti Perbub tersebut mengatur besaran iuran anggota pramuka, tujuannya agar pramuka di Boyolali dapat mandiri serta tidak hanya mengandalkan dari kuncuran dana APBD Boyolali,” Ujarnya. Dalam kegiatan ini juga dibacakan ikrar halal bi halal yang dibacakan oleh Saryono perwakilan dari Pusdiklat Kwarcab Boyolali untuk meneguhkan rasa saling memaafkan antar sesama anggota pramuka di Boyolali serta dengan para tamu undangan. Acara inti Halal bi Halal tersebut juga diberikan tausiah dari ustadz Muslih dari Kementerian Agama Boyolali, pesan dari penceramah tersebut adalah bahwa orang orang yang saling memaafkan maka akan hilang kebencian diantara sesama. Lebih lanjut ia menjelaskan bagaimana para anggota pramuka yang berjiwa sosial tinggi, ikut membantu kegiatan mudik saat lebaran kemarin, bisa mengatur lalu lintas hingga kegiatan kegiatan yang lain tentunya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, semoga mendapatkan balasan yang sesuai. Harapannya dengan kegiatan ini anggota pramuka Boyolali bisa saling memaafkan dan menyongsong kegiatan kegiatan di tahun 2019 dengan penuh optimisme dalam meraih prestasi. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Senin, 24 Juni 2019 12:41 WIB Judul Artikel

Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali gelar Khitan Massal Gratis

Dibaca : 141 kali


BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Sebanyak 83 anak sekolah dasar (SD) dari berbagai Kecamatan di Boyolali mengikuti khitan massal yang digelar oleh Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali bekerjasama dengan Yayasan Gerakan Nasi Jum’at Boyolali dan Polres Boyolali. Ikut hadir dalam kegiatan ini Kompol. Agus. P dari perwakilan Polres Boyolali, Direktur Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali, Gazali Herudin serta ketua GNJ Solo Raya, Mirzah Zulkaidah. Sejak jam 7 pagi puluhan orang tua ikut antri masuk ke Aula Djalal Suyuti untuk mengikuti pembukaan khitan massal gratis tersebut, acara dimulai dengan pembacaan doa bersama dan sambutan dari ketua GNJ Solo Raya, Mirzah Zulkaidah, dalam sambutannya, “ia mengapresiasi kegiatan sosial berupa khitanan massal ini, ia sangat takjub karena Yayasan GNJ yang ia dirikan bersama teman teman berkembang pesat, terutama di Boyolali, bahkan kini GNJ tidak hanya di Solo saja namun ada diberbagai daerah seperti, Karanganyar, Sukoharjo, Sulawesi, bahkan hingga luar negeri yaitu Brunei Darussalam. Ia berharap kegiatan ini menjadikan amal yang baik bagi kita semua, serta mendapatkan ridho Allah SWT”. Sementara itu ditempat yang sama Direktur Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali, Gazali Herudin (65) mengatakan, “kegiatan khitanan massal gratis ini memang baru pertama kali diadakan bekerjasama dengan gerakan nasi jum'at atau GNJ Boyolali, kami harapkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di satu kegiatan saja tapi akan ada lagi kegiatan kegiatan yang menyusul yang bermanfaat buat masyarakat,” Ujarnya. Saat di ruang tunggu, berbagai ekspresi peserta menambah meriahnya suasana, ada yang menangis saat hendak masuk ruang khitan, ada yang panik, ada juga yang takut dan meronta hendak berlari, namun karena ada pendampingan dari orang tua, merekapun mau di khitan meski harus memberikan mainan Handphone pada mereka. Setelah di khitan puluhan anak anak sekolah dasar (SD) tersebut diberikan bingkisan berupa Tas dan sejumlah uang. Harapannya dengan kegiatan ini bisa membantu masyarakat sekaligus bisa beramal. (Eksani)

Eksani

Penulis Indonesiana

Kamis, 13 Juni 2019 15:59 WIB Judul Artikel

Warga Boyolali Heboh, Tiga Ular Piton Empat Meter Masuk ke Permukiman Warga

Dibaca : 220 kali


Eksani

Penulis Indonesiana

Senin, 13 Mei 2019 23:57 WIB Judul Artikel

Masjid Cipto Mulyo Pengging, Masjid tertua peninggalan Raja PB X

Dibaca : 234 kali


BOYOLALI - Masjid Cipto Mulyo di Desa Bendan, Pengging, Banyudono, Boyolali ini merupakan salah satu masjid tertua di Boyolali yang merupakan jejak peninggalan penyebaran islam di Pengging. Menurut ketua takmir masjid Cipto Mulyo, Achmadi mengatakan,"Masjid Cipto Mulyo ini dibangun sekitar 1835 tahun Je atau 1905 jika tahun masehi, jadi sudah sekitar 114 tahun. dinamakan cipto mulyo, karena yang memberikan nama adalah Raja Pakubuwono X, maksudnya agar manusia yang beribadah disini bisa mulya duniawinya dan mulya akhiratnya, ujarnya, Senin (13/5/2019). Selain masjid tertua di Boyolali, masjid ini juga memiliki beberapa keunikan antara lain memiliki arah kiblat yang serong ke sebelah kiri, meski kebanyakan masjid arah kiblatnya serong ke kanan, ada juga bedug yang berusia ratusan tahun, kayu yang digunakan asli jati, ventilasi dari kayu jati yang bergaya jawa kuno serta yang juga termasuk unik adalah kubah disertai arah mata angin. Masjid ini berada disebelah timur komplek pemakaman pujangga keraton surakarta Yosodipuro. Dibulan ramadhan masjid ini selalu ramai dikunjungi jamaah dari berbagai daerah, bahkan juga para wisatawan yang sedang berkunjung ke Pengging, Boyolali. Selain itu setelah bakda shalat ashar, masjid ini juga digunakan anak anak untuk mengaji atau TPA, serta malamnya biasa digunakan untuk mengkaji ilmu agama islam. (Eksani)