Personel Kodim 0815 Mojokerto Ikuti Tes Kesegaran Jasmani - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Personel Kodim 0815 saat melaksanakan tes kesegaran jasmani di Lapangan Cikaran Kota Mojokerto

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 28 Agustus 2019 17:21 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Personel Kodim 0815 Mojokerto Ikuti Tes Kesegaran Jasmani

    Dibaca : 2.918 kali

    Mojokerto, - Sejumlah 33 personel Kodim 0815 Mojokerto yang diusulkan Kenaikan Pangkat (KP) Periode 1 April 2020 mengikuti Tes Kesegaran Jasmani, di Lapangan Cikaran Jalan Gajah Mada Nomor 4, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (28/08/2019).

    Kegiatan Garjas yang diselenggarakan Staf Pers Korem 082/CPYJ dipimpin langsung Kajas Rem 082/CPYJ Kapten Inf Hariyono, serta dihadiri Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH, Pasipers Rem 082/CPYJ Mayor Caj Supranoto, Katim Keslap Denkesyah 05.04.02 Mojokerto Lettu Ckm Juwito.

    Pasipers Kodim 0815 Mojokerto Kapten Czi M. Saikhu Anwar, yang mendampingi Dandim 0815 saat di lokasi, mengungkapkan, tes kesegaran jasmani (Garjas) Pra UKP tingkat Korem ini diikuti 33 personel Bintara dan Tamtama Kodim 0815 Mojokerto yang diusulkan kenaikan pangkat periode 01-04-2020.

    Untuk hari ini, lanjutnya, personel dari Kodim 0815 akan mengikuti tes kesegaran A (Lari 12 menit) dan kesegaran B yang meliputi pull up, sitts up, push up, shuttle run dan lunges (gerakan kaki).  Kemudian esok hari, Kamis (29/08) dilanjutkan ketangkasan renang di Kolam Renang Wisata Desa, Dlanggu, Mojokerto.

    “Dalam tes ini para peserta harus mampu melewati semua tahapan Garjas dengan nilai akumulasi minimal 51. Bila itu terpenuhi maka akan dilanjutkan dengan tes kesegaran berikutnya hingga tingkat Kodam", terangnya.

    Pantauan di lapangan, selain personel Kodim 0815 Mojokerto, tes kesegaran jasmani juga diikuti seratusan lebih personel gabungan Makorem 082/CPYJ, Kodim 0809/Kediri dan Kodim 0814/Jombang.  Sebelum memulai aktivitas Garjas, para peserta terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan tekanan darah/tensi oleh  Tim Medis Denkesyah 05.04.02 Mojokerto.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.084 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).