Pinokio di Tempo: Cover Akbar Agak Vulgar, Jokowi Lebih Keren - Viral - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Pinokio dalam cover Tempo 20019 versus 2001

Ratna Asri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 September 2019

Selasa, 17 September 2019 09:09 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Pinokio di Tempo: Cover Akbar Agak Vulgar, Jokowi Lebih Keren

    Dibaca : 18.427 kali

    Majalah Tempo rupanya bukan hanya sekali membikin ilustrasi sampul dengan menampilkan Pinokio.  Tokoh dongeng dari negeri Italia, yang hidungnya memanjang bila ia berbohong, itu setidaknya sudah dua kali nongol di  cover Tempo.

    Di awal reformasi, majalah Tempo pernah pula menampilkan Akbar Tanjung pada cover edisi 19 Novermber 2001. Saat itu, Akbar yang menjabat sebagai Ketua Umum Golkar sedang terlilit  dana nonbujeter Badan Urusan Logistik (Bulog)

    Kini, Tempo menggunakan  visualisasi yang serupa tapi beda, untuk Presiden Joko Widodo.  Bukan dalam urusan korupsi,  wajah Jokowi dengan siluet Pinokio  terpampang dalam  sampul majalah itu  edisi 16 September 2019  berkaitan dengan  gonjang-ganjing Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Beda visualisasi, beda kesan
    Jika kita amati,  jelas sekali cara penggarapan yang  berbeda di antara dua cover itu. Sebagai orang awan masalah  desain kreatif,  kesan saya cover Jokowi lebih keren.  Penggarapannya pun halus, menggunakan teknik yang mungkin lumayan sulit.

    Pinokio pada sampul Tempo terbaru itu hanya muncul dalam siluet. Adapun gambar Presiden Jokowi ditampil utuh.  Ini maknanya  bisa macam-macam, bergantung penafsiran.  Yang jelas, dari segi ide, cukup bagus.

    Beda halnya dengan  tampilan wajah Akbar Tanjung pada Tempo edisi 2001.  Tampak sekali,  cover itu amat berani.  Hidung Akbar ditampilkan memanjang mirip Pinokio.  Mulutnya ditutup dengan lembaran cek. 

    Metafora  karakter Pinokio yang ditampilkan lewat cover Akbar  amat langsung, agak vulgar kesannya.  Adapun dalam cover Jokowi lebih  simbolik.

    Beda konteks,  reaksinya mirip
    Para pendukung Jokowi kini memprotes cover Tempo itu. Bahkan ada yang menganggap majalah itu telah mendiskreditkan Presiden.  Dulu pun, cover Akbar Tanjung mengundang reaksi serupa, tapi akhirnya kayaknya mereda, sih.

    Dari pemberitaan terungkap, para petinggi Golkar sempat  mendatangi redaksi Tempo  di Jalan Proklamasi, Jakarta, sehari setelah majalah terbit. Cover Tempo itu dianggap telah menghina partai. "Itu akan meresahkan anggota Golkar di daerah," ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Fahmi Idris saat itu.

    Konteks cover Akbar  adalah kasus dana nonbujeter Bulog  sebesar Rp 40 miliar yang saat itu tengah diusut oleh Kejaksaan Agung. Akbar dituduh menerima dana tersebut dan penggunaanya tidak transparan.  Penyaluran ke masyarakat lewat sebuah yayasan mencurigakan.  Cover Tempo mengekspresikan keterangan Akbar yang berbelit-belit  pada awal kasus itu mencuat.

    Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,  terbukti Akbar Tanjung menerima dana itu dan disalurkan ke sebuah yayasan.  Ia divonis 3 tahun penjara pada 2002, putusan  yang kemudian dikuatkan oleh pengadilan tinggi. Tapi, Akbar akhirnya  dibebaskan lewat putusan kasasi pada 2004 dengan alasan terdakwa  hanya  menjalankan perintah Presiden saat itu.

    Adapun cover Jokowi kali ini  amat berbeda konteksnya. Cover itu agaknya lebih menggambarkan kritik terhadap Jokowi yang bersikap tidak tegas terhadap kisruh KPK, terutama soal seleksi pimpinan lembaga ini dan revisi Undang-undang KPK. Padahal dalam kampanye, ia akan memperkuat lembaga itu.###

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Mizan

    Senin, 30 Desember 2019 20:12 WIB

    Rekonsiliasi China dengan Islam, Mungkinkah?

    Dibaca : 803 kali