Tanggapi Rizal Ramli, Ahok: Dikira Gampang Jadi Orang Glodok - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Viral Foto Ahok

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 20 November 2019 21:10 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Tanggapi Rizal Ramli, Ahok: Dikira Gampang Jadi Orang Glodok

    Dibaca : 5.233 kali

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menanggapi komentar Rizal Ramli yang menyebutnya kelas Glodok. Rizal Ramli menganggap Ahok tak layak menjadi petinggi Badan Usaha Milik Negara.

    Ahok justru berterima kasih karena disebut kelas Glodok. Sebab, Glodok merupakan salah satu pusat jual beli di Jakarta. "Disamain orang Glodok saya kaya dong," kata Ahok   Ahok sebelum mengisi Workshop Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di Hotel Grand Arkenso Semarang, Rabu 20 November 2019.

    Sebelumnya, menanggapi kabar penunjukan Ahok sebagai komisaris utama Pertamina, Rizal Ramli menilai Presiden Jokowi hanya mencari masalah. Selain pernah bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya pengalaman korporasi. Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi pejabat BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang lebih baik, bukan kelas Glodok.

    Jejak Politik Ahok

    Baca juga:
    Narasi Anti-Tionghoa di Pusaran Jagat Maya
    Diserbu Rizal, Didu, Dahlan, Foto Ahok Berseragam SPBU Malah Viral: Tangannya Jelek?

     

    Menjawab   hal itu, Ahok juga  mengatakan tidak mudah menjalankan usaha di Glodok. Pasalnya, untuk mendapatkan lokasi usaha di sana biaya sewanya cukup mahal. "Dikira gampang jadi orang Glodok, sewa tempatnya mahal. Saya terima kasih," ujar dia.

    Ahok juga menanggapi sejumlah penolakan dirinya menjadi petinggi Pertamina. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menganggap penolakan itu hal yang wajar. "Hidup ini nggak ada yang bisa setuju seratus persen. Tuhan aja ada yang menentang kok," tutur Ahok.

     "Kayaknya hidupku ditolak melulu." Namun, Ahok mengaku bersedia jika memang ditunjuk dan diminta menjadi petinggi BUMN tersebut.

     Membantah Berbau Rasial
    Melalui akun twitternya, Rizal Ramli membantah bahwa pernyataannya tentang Ahok berbau rasial. Dia mengaku memiliki banyak sahabat dari keturuan Cina dan non muslim. "RR (Rizal Ramli) sahabat Arief Budiman, Kwik, Jaya Suprana. Mereka sangat nasionalis & kredibel," tulis Rizal Ramli melalui akun twitter @RamliRizal, Selasa, 19 November 2019.

    Ketimbang Ahok, menurut Rizal Ramli, Preside Joko Widodo atau Jokowi sebaiknya mempertimbangkan dua nama ini untuk menduduki pos penting di BUMN. Keduanya adalah Ignasius Jonan, eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Thomas Lembong, mantan Kepala Badan Penanaman Modal. Jonan dan Tom Lembong jauh lebih berbobot dan bermanfaat dari Ahok yang modalnya maki2 dan dramatisasi doang," kata Rizal Ramli.

     Tanggapan Politikus PDIP
    Pernyataan Rizal Ramli yang menyindir Ahok hanya kelas glodok ini menuai reaksi dari anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris. "Kalimat RR (Rizal Ramli) bukan hanya tendensius, analoginya pun menurut saya dangkal sekali, apa yang dimaksud dengan kelas Glodok?" kata Charles di Jakarta, Selasa, 19 November 2019 kepada Tempo.co

    Bahkan, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, pernyataan Rizal Ramli itu terkesan merendahkan warga Glodok, kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik.

    Sebagai anggota DPR mewakili salah satunya daerah Glodok, kata Charles, ia melihat warga Glodok sama mulianya dengan warga lain, mau itu pedagang, karyawan, pekerja kasar. Pemuka agama pun banyak yang tinggal di Glodok.

    "Mungkin kontribusi mereka buat negara tak kalah sama RR yang mungkin hanya lebih kencang saja teriaknya," ucap anggota Komisi I DPR itu menyindir.  ***

     Baca juga:
    Narasi Anti-Tionghoa di Pusaran Jagat Maya
    Diserbu Rizal, Didu, Dahlan, Foto Ahok Berseragam SPBU Malah Viral: Tangannya Jelek?

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.