Kenapa Basuki Desak Anies? Inilah Simulasi dan Penyebab Banjir Temuan Peneliti ITB - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Banjir Jakarta 2020

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Sabtu, 4 Januari 2020 06:06 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kenapa Basuki Desak Anies? Inilah Simulasi dan Penyebab Banjir Temuan Peneliti ITB

    Polemik mengenai solusi banjir di Ibukota sempat sengit. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono cukup yakin normalisasi Ciliwung akan mengurangi banjir

    Dibaca : 24.494 kali

    Polemik mengenai solusi banjir di Ibukota  sempat  sengit.  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Basuki Hadimuljono cukup yakin normalisasi Ciliwung akan mengurangi banjir.

    Itu sebabnya Basuki mendorong agar  Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan bersedia menyokong proyek ini dengan melakukan pembebasan lahan.  Normalisasi  Ciliwung baru dilakukan sepanjang 16 kilometer (km) dari total target 33 km.  

    Padahal sejak dua tahun lalu pemerintah pusat sudah mengingatkan agar program--sempat berjalan pesat di era  gubernur sebelumnya-- itu tetap dilanjutkan.   Gubernur Anies  rupanya punya konsep yang sedikit beda, yakni naturalisasi, bukan normalisasi. Hanya,  konsep  Anies  pun  tidak bisa berjalan tanpa pembebasan lahan.

    Gubernur Anies  juga  sempat mempertanyakan efektivitas  proyek normalisasi Ciliwung  dengan mangatakan bahwa di wilayah yang telah dinormalisasi pun masih tergenang.

    Mengurangi 24 persen genangan
    Para pejabat sebetulnya tidak perlu debat kusir soal  cara mengatasi banjir.  Sudah terlalu banyak studi yang membahas hal itu.  Tim di Kementerian PUPR juga memiliki segudang ahli.  Kajian ini hanyalah sebuah contoh bahwa semua proyek bisa diukur efektivitasnya.

    Salah salah studi itu pernah dilakukan oleh Segel Ginting, mahasiswa progam magister  Pengelolaan Sumber Daya Air di Institut Teknologi Bandung.  Ia membuat   tesis dengan judul “Kajian dan Efektivitas Pengendalian Banjir di Jakarta” yang diselesaikan pada 2015. Segel dibimbing oleh  Prof. Dr. Ir. M. Syahril B. Kusuma, M.Sc dan Dr. Ir. Suardi Natasaputra, M.Eng.

    Segel membikin simulasi  terhadap berbagai solusi mengendalikan banjir antara lain normalisasi Ciliwung, pembuatan sodetan dan  pembuatan  deep tunnel. Kesimpulanya cukup menarik.  Hampir semua program itu bisa mengurangi banjir dengan porsi tertentu.

    Berdasarkan kondisi  kejadian banjir 2007,  peneliti menyimpulkan dari hasil simulasi itu bahwa normalisasi Ciliwung akan  menurunkan muka air banjir sekitar 0.5 m sampai dengan 2 m.  Adapun dampaknya bagi genangan  di wilayah sekitar aliran sungai itu dapat mengurangi luas genangan banjir sekitar 24 persen  dari total genangan di daerah layanannya untuk kejadian banjir 2007.

    Normalisasi  itu  memiliki dampak yang sangat besar untuk periode ulang 2 tahun dan menurun pada periode ulang 5 tahun kemudian meningkat lagi pada periode ulang 10 tahun.

    Selanjutnya:  sodetan....



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.