Rakyat Lagi Terjepit Corona, DPR Malah Bahas Omnibus Law - Pilihan - www.indonesiana.id
x

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 4 April 2020 06:55 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Rakyat Lagi Terjepit Corona, DPR Malah Bahas Omnibus Law

    Dibaca : 2.452 kali

    Di tengah perjuangan menghadapi invasi virus Corona, para pimpinan DPR terlihat demikian bersemangat untuk membahas rancangan undang-undang yang disiapkan dalam kerangka omnibus law. Barangkali keadaan mereka dan para anggota Dewan lainnya sungguh sehat, sehingga mereka akan segera membicarakan beberapa rancangan undang-undang yang diusulkan pemerintah itu. Sebutlah di antaranya, RUU Cipta Kerja yang sebelum suasana diramaikan oleh invasi Corona telah memancing kontroversi di tengah masyarakat.

    Seruan agar pembahasan RUU tersebut ditunda kelihatannya tidak didengar oleh DPR. Alasannya, sudah menjadi tugas konstitusional DPR untuk menyelesaikan program legislasi termasuk membuat undang-undang. Alasan lainnya, agar Indonesia lebih siap menerima investasi bila wabah Corona sudah berlalu. Seorang petinggi partai mengatakan pembahasan RUU dalam rangka omnibus law ini harus segera dimulai agar jika ancaman virus Corona berlalu, Indonesia sudah siap untuk memulihkan ekonomi yang terpuruk karena perangkat aturan yang memudahkan investasi sudah tersedia.

    Para pimpinan dan anggota DPR barangkali perlu mengingat kembali bahwa memelihara kesehatan warga negara juga merupakan tugas konstitusional, dan tugas ini justru lebih mendesak untuk diselesaikan saat ini ketimbang beberapa RUU omnibus law. DPR, sebagai institusi yang secara formal mewakili rakyat, seharusnya lebih memusatkan perhatian pada upaya menangani invasi Corona dan memulihkan kesehatan rakyat umumnya sebagai tugas konstitusional yang lebih mendesak ketimbang membicarakan RUU baru.

    Aktivitas ekonomi dan investasi tidak akan berjalan baik manakala warga negaranya sakit dan tengah sibuk memerangi penyakit. Aktivitas ekonomi dan investasi tidak akan seketika berhenti gara-gara RUU Cipta Kerja maupun RUU lainnya belum jadi, sebab masih bisa memakai aturan lam. Tapi, jika penyebaran Covid-19 tidak mampu dihentikan secepatnya, aktivitas ekonomi dan investasi akan semakin terganggu.

    Alasan bahwa agar Indonesia siap menampung investasi begitu wabah Corona berlalu tidaklah logis kecuali jika tujuannya memancing ikan besar di air keruh, yakni agar persetujuan pasal-pasal di dalam rancangan dapat lolos dari DPR tanpa ada gangguan dari masyarakat terhadap pembahasan RUU omnibus law karena masyarakat sibuk mengurus kesehatan masing-masing. Adanya kesan 'aji mumpung' sukar dihindari, sebab mestinya para pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat itu paham bahwa invasi Corona tidaklah main-main.

    Di tengah situasi darurat seperti sekarang, mengapa semangat anggota Dewan demikian menggebu-gebu dalam membahas omnibus law? Bukankah mengatasi invasi Corona merupakan tugas yang lebih mendesak dan penting untuk segera diselesaikan? Bukankah menyelamatkan jiwa warga negara lebih penting dan mendesak daripada sibuk menenun karpet merah untuk investor, yang waktunya dapat diundurkan hingga semua kegentingan ini selesai dituntaskan.

    Entah barangkali karena para anggota Dewan merasa sehat, begitu pula keluarganya sehat, sehingga merasa invasi Corona bukan prioritas yang sangat mendesak untuk diatasi lebih dulu. Seakan-akan, ancaman Corona ini dapat ditangani sambil lalu atau para pimpinan dan anggota Dewan merasa bahwa sudah ada pemerintah yang mengurusnya.

    Selanjutnya: Alasan pembahasan itu harus ditunda


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.148 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).