PK [8] Arti dan Berbagai Jenis Gangguan Kepribadian - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

ilustr: Psychiatry Advisor

Suko Waspodo

... an ordinary man ...
Bergabung Sejak: 26 April 2019

4 hari lalu

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • PK [8] Arti dan Berbagai Jenis Gangguan Kepribadian

    Tentang pengembangan kepribadian, bagian 8.

    Dibaca : 1.281 kali

    Kepribadian mengacu pada cara individu berinteraksi dengan orang di sekitar; perilakunya terhadap orang lain, sikap, proses berpikir dan cara memandang sesuatu. Ini adalah kepribadian individu yang membuatnya unik dan berbeda dari yang lain.

    Sekarang mari kita pahami arti gangguan kepribadian

    Gangguan kepribadian mengacu pada kelainan tertentu dalam perilaku individu. Segala bentuk kecacatan pada individu yang menghalanginya melakukan tugas-tugas tertentu yang dapat dilakukan oleh orang normal dengan mudah mengacu pada gangguan. Gangguan kepribadian menyebabkan beberapa bentuk kelainan atau gangguan pada kepribadian seseorang. Gangguan kepribadian adalah kondisi di mana seseorang gagal berperilaku sesuai keinginan dan proses berpikir serta pola pikirnya tidak sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Individu dengan beberapa jenis gangguan kepribadian gagal total dalam hubungan, pribadi maupun kehidupan profesional.

    Gangguan kepribadian dapat muncul karena faktor genetik (faktor keturunan), masalah lingkungan, masalah budaya dan lain sebagainya. Individu dengan masa kecil bermasalah lebih rentan terhadap gangguan kepribadian. Orang dengan riwayat pelecehan fisik atau seksual sering kali menunjukkan tanda-tanda gangguan kepribadian. Seorang individu dapat menunjukkan tanda-tanda gangguan kepribadian sejak masa kanak-kanak yang mungkin menjadi kritis saat ia tumbuh. Tanda dan gejala gangguan kepribadian berbeda-beda dari individu ke individu.

    Jenis Gangguan Kepribadian

    Paranoid - Individu dengan gangguan kepribadian paranoid tidak mempercayai orang lain tanpa alasan. Mereka mengadopsi sikap yang mencurigakan terhadap hampir setiap individu di sekitar mereka. Mereka menganggap diri mereka tidak aman kemanapun mereka pergi dan selalu mencari tanda-tanda bahaya atau ancaman. Mereka menganggap setiap orang sebagai musuh mereka. Orang-orang seperti itu cenderung menemukan masalah di hampir setiap situasi.

    Skizoid - Individu dengan gangguan kepribadian skizoid merasa bersosialisasi dengan orang lain tidak relevan dan hanya membuang-buang waktu dan energi. Orang-orang seperti itu tidak percaya pada hubungan sosial dan lebih memilih isolasi. Mereka hampir melepaskan diri dari dunia luar dan hanya tersesat di dunia kecil mereka sendiri.

    Schizotypal - Gangguan kepribadian schizotypal mengacu pada suatu kondisi di mana individu pada umumnya berpikir apa yang secara praktis tidak mungkin dilakukan. Individu seperti itu memiliki perilaku yang aneh dan sering gugup dalam pertemuan sosial, oleh karena itu lebih suka tinggal sendiri.

    Antisosial - Seperti namanya, individu yang menderita gangguan kepribadian antisosial tidak menghargai hak individu lain. Mereka sering tidak menghormati orang di sekitar dan sama sekali tidak memiliki perasaan atau sentimen terhadap orang lain. Orang seperti itu cenderung mengembangkan perasaan benci dan cemburu terhadap orang lain.

    Garis Batas - Individu dengan gangguan kepribadian garis batas sering kali menderita fluktuasi suasana hati yang ekstrem. Orang-orang seperti itu selalu berpikir ekstrim dan tidak pernah ada jalan tengah bagi mereka. Pemikiran seperti itu sering disebut sebagai “Pemikiran hitam dan putih” dan individu dengan gangguan kepribadian seperti itu cenderung sangat kejam dalam hubungan pribadinya.

    Histrionik - Gangguan kepribadian histrionik mengacu pada suatu kondisi di mana individu benar-benar dapat mencapai batas apa pun untuk mencari perhatian orang-orang di sekitarnya. Mereka bahkan tidak keberatan mengadopsi cara yang salah seperti flirting, cara menggoda untuk membuat diri mereka populer di antara orang lain. Orang-orang seperti itu berusaha keras untuk meraih bola mata.

    Narsistik - Orang-orang seperti itu hanya mementingkan citra, kebanggaan, status sosial mereka sendiri dan sering kali terobsesi pada diri sendiri. Orang dengan gangguan kepribadian narsistik berpikir bahwa mereka adalah orang yang paling istimewa di dunia dan tidak ada orang lain yang benar-benar ada.

    Menghindar - Orang-orang seperti itu merasa diabaikan oleh orang lain dan takut diejek oleh masyarakat. Individu dengan gangguan ini takut berinteraksi dengan orang lain dan merasa bahwa orang lain mengolok-oloknya.

    Dependen - Orang-orang seperti itu sangat bergantung pada orang lain dan seringkali kurang percaya diri. Mereka sering bergantung pada orang lain untuk kebutuhan emosional mereka.

    Kompulsif Obsesif - Individu dengan gangguan kepribadian kompulsif obsesif terobsesi dengan disiplin, perfeksionisme, ketertiban dan sebagainya.

    ***
    Solo, Jumat, 16 Oktober 2020. 8:20 am
    'salam sukses penuh cinta'
    Suko Waspodo



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.