Kemenangan dan Tragedi di Gunung Paling Mematikan di Dunia - Travel - www.indonesiana.id
x

anton sujarwo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2020

Selasa, 19 Januari 2021 06:32 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Kemenangan dan Tragedi di Gunung Paling Mematikan di Dunia

    Sabtu, 16 Januari 2021, pada puncak musim dingin, gunung K2 untuk pertama kalinya akhirnya bisa ditaklukkan 10 pendaki Nepal. Lebih dari 30 tahun, K2 menjadi gunung paling sulit didaki di musim dingin. Akan tetapi, di saat yang sama, seorang pendaki Spanyol menambah panjang daftar kematian yang terjadi di gunung itu.

    Dibaca : 1.588 kali

    Puncak k2

    Hari ini gunung menunjukkan dua wajahnya sekaligus. Ia memberikan kesempatan pada para Sherpa untuk mencapai kejayaan mereka di atas puncak paling sulit di dunia. Sementara di sisi yang lain, gunung itu juga memakan korbannya - Edurne Pasaban

    Sabtu, 16 Januari 2021, pukul 17:00 waktu Karakoram, sejarah pendakian gunung dunia hampaknya harus ditulis ulang. Sore itu, 10 pendaki gunung terbaik dari Nepal yang umumnya disebut sherpa karena profesi mereka, berhasil menjejakkan kaki di puncak gunung K2 sebagai winter first ascent. Dalam arti yang lebih sederhana, ini adalah pertamakalinya dalam sejarah puncak K2 berhasil dicapai pada musim dingin.

    Akan tetapi pada hari yang sama, seorang pendaki gunung besar dari Spanyol mengalami nasib tragis. Sergi Mingote, pendaki gunung 8000 meter dari negeri Catalan tertimpa batuan rontok, yang kemudian membuat ia terjatuh dan tewas di base camp gunung K2.

    Dua berita ini bersandingan datang dari jantung pegunungan Karakoram kemarin, membuat apa yang disampaikan oleh Edurna Pasaban dari Spanyol mengenai dua wajah yang ditunjukkan oleh gunung, benar-benar memberikan gambaran asli dari sebuah aktivitas pendakian mountaineering yang penuh risiko.

    Artikel lengkap tentang pencapaian winter first ascent K2 dan kematian pendaki gunung terkenal di di dunia, Sergi Mingote, dapat dibaca pula pada tulisan saya di www.akasakaoutdoo.co.id

    Sekilas Tentang Ekspedisi Musim Dingin di K2

    Dengan tercapainya puncak K2 pada musim dingin tahun ini oleh ekspedisi Nepal melalui sherpa terbaiknya, maka semua puncak gunung delapan ribu meter telah berhasil didaki oleh manusia.

    Berawal dari Everest yang pertama kali berhasil didaki pada musim dingin tahun 1980 oleh ekspedisi Polandia, dan terakhir gunung K2 yang berhasil dicapai pada musim dingin Januari 2021 oleh ekspedisi Nepal.

    Puncak musim dingin K2 adalah puncak musim dingin gunung 8000 meter terakhir yang berhasil dicapai manusia. Hal ini tentu saja karena gunung yang demikian teknis ini memang tidak mudah untuk ‘ditaklukkan’. Selain itu, bentuknya sangat terbuka membuat paparan badai dan angin berkekuatan jet menjadikan pendakian musim dingin di puncaknya nampak mustahil untuk dilakukan.

    Sebelum kedatangan ekspedisi Nepal pada musim dingin tahun 2020/2021, gunung ini setidaknya pernah dicoba beberapa kali oleh ekspedisi yang berbeda. Beberapa ekspedisi yang cukup populer mungkin di antaranya adalah;

    • 1987/1988 oleh ekspedisi gabungan Polandia-Kanada dan Inggris.
    • 2002/2003 oleh ekspedisi musim dingin NETIA dari Polandia.
    • 2011/2012 oleh ekspedisi Rusia.
    • 2017/2018 oleh ekspedisi Nasional Polandia dimana Denis Urubko berhasil mendaki solo hingga ketinggian 7.600 meter.
    • 2020/2021 oleh ekspedisi persaudaraan dari Nepal yang berhasil mencapai puncak.

    Dan sekarang dengan berhasilnya puncak K2 dicapai pada musim dingin, berakhir pulalah perlombaan first winter ascent di gunung itu. Jika kemudian perlombaa kembali terjadi di dinding K2, maka itu mungkin akan memperebutkan sesuatu yang lebih invidualis. Misalnya siapa pendaki gunung yang mampu mendaki secara solo ke puncak gunung itu untuk yang pertamakalinya.

    Profil Sergi Mingote sebagai Salah Satu Pendaki Gunung Terkenal di Dunia

    Sebelum membahas pencapaian luar biasa dari 10 sherpa yang berhasil membuat sejarah baru dalam dunia mountaineering, ada baiknya kita mengingat kembali siapa sebenarnya Sergi Mingote yang tewas di K2 kemarin itu. Sergi adalah salah satu sosok yang cukup familiar dalam pendakian gunung dunia. Dia merupakan atlit andalan dari brand perlengkapan outdoor yang terkenal dari Perancis; Millet.

    Sergi Mingote adalah pendaki gunung dari Spanyol yang terkenal karena mencapai puncak Everest secara solo melalui jalur utara di tahun 2001. Kemudian ia juga populer dengan pendakiannya di K2 dan Broad Peak pada tahun 2018 yang dilakukan hanya dalam waktu satu minggu.

    Selain berprofesi sebagai pendaki gunung, Sergi juga adalah seorang politikus. Namun seperti banyak nama besar lainnya, Sergi Mingote memang lebih dikenal karena pendakiannya, bukan karena kariernya dalam politik.

    Pendakian Sergi Mingote di Gunung 8000 Meter

    k2

    Gunung 8000 meter pertama yang dicapai Sergi Mingote adalah Cho Oyu. Gunung ini berhasil dipuncaki Sergi pada 1998. Ttahun selanjutnya, Sergi menambah koleksi puncak 8000 meternya dengan mendaki Shishapangma. Dan dua tahun kemudian (2001) ia membuat rekor dengan mendaki ke puncak Everest, sendirian, melalui jalur utara (Tibet).

    Juli 2018, Sergi membuat rekor baru kembali yang melambungkan namanya. Pada bulan itu ia berhasil mendaki dua puncak 8000 meter sekaligus dalam waktu hanya 7 hari. K2, sebagai gunung tertinggi kedua di dunia setelah Everest, dan Broad Peak, yang bersebelahan dengan K2 dan merupakan gunung 8000 meter ke-12 tertinggi di dunia, berhasil dicapai puncaknya oleh Sergi pada bulan itu hanya dalam tempo tujuh hari saja.

    Perjalanan 8000 meter Sergi kemudian berlanjut ke Manaslu, yang ia lakukan pada bulan September pada tahun 2018 juga. Kemudian pada tahun 2019, pencapaian ini digandakan lagi oleh Sergi dengan berhasil mendaki empat puncak gunung 8.000 meter yang lainnya, yakni Lhotse (gunung tertinggi ke-4 di dunia), Nanga Parbat (Si Gunung Pembunuh), Gasherbrum II dan juga Dhaulagiri.

    Kematian Sergi Mingote di Gunung K2

    Tahun 2021 ini Sergi Mingote kembali ke gunung K2 untuk berpatisipasi dalam pendakian musim dingin yang belum terpecahkan. Beberapa hari yang lalu setelah mencapai Camp 3 bersama Juan Pablo Mohr dari Chili, badai dan cuaca buruk memaksa Sergi dan timnya turun kembali ke base camp.

    Setelah sempat bermalam di Camp 3 dan berhasil juga turun hingga Camp 1, malang menimpa Sergi saat turun Camp 1, ia terjatuh dengan sangat fatal dan jauh hingga mencapai Advance Base Camp. Belum ada informasi detail mengenai kronologinya, namun pertolongan yang diupayakan untuk menyelamatkan nyawa Sergi Mingote berakhir dengan kegagalan.

    Kabar terakhir yang dirilis dari akun facebook Karim Shah Nizari menyebutkan bahwa dua perwira helikopter telah mengupayakan penyelamatan dan menjemput Sergi Mingote dalam kondisinya yang terakhir.

    Beberapa Potensi Kontroversi Winter First Ascent K2

    Keberhasilan para pendaki gunung Nepal dalam ekspedisi musim dingin di K2 meskipun memberikan kesan sangat luar biasa, namun jika melihat berita yang beredar, tetap akan menimbulkan beberapa spekulasi dan mungkin juga kontroversi. Tema paling umum yang paling mungkin untuk diperdebatkan adalah tentang penggunaan tabung oksigen dalam ekspedisi tersebut.

    Beberapa orang pendaki menganggap bahwa mendaki gunung dengan tabung oksigen adalah sesuatu yang tidak adil kepada alam, dan tidak benar-benar menunjukkan kualitas aktivitas mountaineering yang murni. Dan atas pertimbangan ini, beberapa di antara mereka bahkan cenderung memandang pencapaian first winter ascent di K2 dengan penggunaan tabung oksigen sebagai sesuatu yang ‘tidak bisa diterima’.

    Akan tetapi ini juga menjadi menarik, karena sejak awal para pendaki yang berkontribusi dalam ekspedisi musim dingin di K2 mengatakan bahwa mereka memang akan menggunakan tabung oksigen. Jadi ketika hal itu terjadi di lapangan dan mereka mencapai puncak, lantas apa yang salah dengan itu?

    Semakin menarik lagi kemudian bahwa ada juga di antara sepuluh sherpa itu yang ternyata juga tidak menggunakan tabung oksigen dalam pendakian mereka. Jadi pada kasus ini, peluang untuk menjadi pendaki gunung pertama yang mencapai puncak K2 di musim dingin, baik yang melakukannya dengan tabung oksigen atau pun tidak, semuanya telah dicapai oleh para sherpa dari Nepal tanggal 16 Januari kemarin.

    Namun, kita mungkin akan melihat lagi nantinya; sejauh mana  kontroversi ini akan berkembang? Apa konsekuensinya? Dan apa pula hal yang mungkin dapat kita ambil sebagai catatan dalam aktivitas mountaineering yang sebenarnya.

    Tulisan lengkap tentang dunia pendakian gunung dapat dibaca pula pada buku-buku mountaineering populer karya penulis Indonesia yang dapat di-download disini.

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.