Adaptasi dan Resiliensi Pelaku Usaha di Pasar Mbrumbung Rembang di Era Pandemi - Travel - www.indonesiana.id
x

Kondisi Pasar Mbrumbung Rembang sebelum pandemi Covid-19. (Istimewa)

Muhamad Husni Tamami

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Oktober 2020

Selasa, 31 Agustus 2021 07:36 WIB

  • Travel
  • Topik Utama
  • Adaptasi dan Resiliensi Pelaku Usaha di Pasar Mbrumbung Rembang di Era Pandemi

    Keunikan pasar Mbrumbung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, ini menjadi daya tarik tersendiri. Keunikan itu antara lain terlihat dari pakaian yang dikenakan pedagang, barang dagangan yang dijajakan, sistem pembayaran yang menggunakan koin, serta lapak jualan yang terbuat dari rumbia dan bambu. Hal itulah, yang membuat para pengunjung merasakan suasana Jawa tempo dulu. Tapi bagaimana nasibnya di era wabah kini?

    Dibaca : 763 kali

    Keunikan pasar Mbrumbung menjadi daya tarik tersendiri. Pasar Mbrumbung ini terletak di Kelurahan Randugosong, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Keunikan yang ada di pasar ini terlihat dari pakaian yang dikenakan pedagang, barang dagangan yang dijajakan, sstem pembayaran yang menggunakan koin serta lapak jualan yang terbuat dari rumbia dan bambu. Hal itulah, yang membuat para pengunjung merasakan suasana Jawa tempo dulu.

    Adanya pandemi Covid-19 membawa banyak dampak di berbagai sektor kehidupan masyarakat tak terkecuali para pelaku usaha di pasar Mbrumbung. Namun, meski begitu mereka tetap berusaha agar tetap eksis.

    Berdasarkan hasil penelitian, berbagai usaha telah dilakukan baik dari para pedagang maupun pengelola. Di masa pandemi Covid-19 ini, untuk menghindari kerumunan para pengelola berinisiatif untuk membuka cabang menjadi Pasar Mbrumbung 1 dan Pasar Mbrumbung 2.

    Menurut informasi dari salah satu Pengelola Pasar Mbrumbung, pada era new normal terjadi penurunan jumlah pengunjung. Secara ringkas, memang kondisi pasar Mbrumbung di masa pandemi ini adalah tutup, buka, tutup. Penutupan fase pertama dilakukan ketika awal pandemi Covid-19 (sekitar April 2020) kemudian sempat buka (di masa new normal, sebelum ppkm) dengan ketentuan ketetentuan yang disetujui dinas terkait, hingga tutup kembali ketika ada kebijakan PPKM

    Hal itu tentu, menjadi permasalahan serius bagi para pelaku usaha di pasar Mbrumbung yang mendapat pemasukan dari pasar Mbrumbung. Hasil olahan data menunjukkan strategi adaptasi yang dilakukan para pelaku usaha, diantaranya, melakukan pekerjaan lain seperti menjadi buruh pabrik, membantu menggarap lahan milik orang lain, berjualan di tempat lain, dan sebagainya.

    Hal itu, juga diperkuat dengan konsep nyedulur yang ada pada komunitas para pelaku usaha di pasar Mbrumbung. Konsep Nyedulur bisa dilihat dari  komunitas pedagang Pasar Mbrumbung yang tetap mengutamakan prinsip kekeluargaan. Selain itu, Komunitas pedagang Pasar Mbrumbung juga memiliki agenda pertemuan rutin yang diadakan setiap bulan dengan topik pembahasan yang beragam seperti rencana pengembangan pasar, evaluasi produk dari pedagang, dan pembahasan penting lainnya yang perlu dimusyarahkan bersama.

    Segala pembuatan keputusan dan kebijakan yang ditetapkan di Pasar Mbrumbung melibatkan seluruh komponen Pasar Mbrumbung, diantaranya Pemerintah Desa Banggi, Pengelola, dan komunitas pedagang. Di sisi lain, komunikasi yang terjalin juga terpantau aman karena dilakukan melalui tatap muka ataupun melalui Whatsapp Group. Hal itulah yang mendukung resiliensi di komunitas pelaku usaha pasar Mbrumbung.  (Taufikur Rohman, Jannatul Ulya, dan Sofi Lafi Illiyin



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.