Belajar Kerja Keras dan Latihan Mental dari Atlet PON Papua - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 08:45 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Belajar Kerja Keras dan Latihan Mental dari Atlet PON Papua

    Ajang olahraga bergengsi Pekan Olahraga Nasional XX (PON Papua) 2021 telah usai digelar dan ditutup dengan meriah pada Jumat, 15 Oktober 2021 di di Stadion Lukas Enembe, Jayapura. Kontingen Jawa Barat dipastikan mempertahankan gelar juara umum pada PON XX Papua 2021 setelah berhasil mengoleksi total 353 medali yang terdiri dari 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu. Kendati telah selesai, tetapi euforia dan semangatnya masih terasa di benak masyarakat Indonesia.

    Dibaca : 678 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Alasannya yang pertama ialah Stadion Lukas Enembe menjadi lokasi utama penyelenggaraan edisi ini, baik upacara pembukaan maupun penutupan. Ajang ini semula akan diadakan pada tahun 2020, tetapi ditunda ke tahun 2021 sehubungan dengan Pandemi COVID-19.  PON XX kali ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan di Papua sepanjang sejarah. Semua mata tentu tertuju di provinsi yang berjuluk surge kecil di Indonesia ini.

    Alasan kedua ialah tentu saja semangat para atlet yang tak kenal menyerah untuk mempersembahkan medali emas bagi asal daerahnya masing-masing. Usaha yang mereka lakukana tentu saja tidak hanya sekali dua kali latihan, tetapi berkali-kali, dengan spirit pantang menyerah, penuh daya juang, dan kerja keras. Agaknya nilai-nilai tersebut yang bisa kita ambil dan praktikkan dari perhelatan bergengsi tersebut.

    Melansir dari laman Kementerian Pemuda dan Olahraga, sebut saja ada nama pesebak bola Ricky Ricardo yang menunjukkan aksi gemilang selama pertandingan. Ricky Ricardo memang mencuri perhatian sepanjang PON XX. Tak hanya menyumbangkan medali emas untuk tim Papua, pemilik nomor 10 di skuat asuhan Eduard Ivakdalam ini juga menutup kiprahnya di PON Papua sebagai top skor.

    Ricky menjelaskan, persiapan panjang sudah dilakukan sejak lama oleh timnya. Mereka juga telah melakoni pertandingan uji coba. Pertandingan uji coba itu disebutnya sangat berarti dan menambah kerekatan dalam tim.  Menurut Ricky, semua pemain di tim Papua ini rendah hati dan saling mengasihi satu sama lain

    Lantaran prestasinya tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali terkesan dan meminta PSSI untuk memantau kapten tim sepak bola putra PON Papua itu. 

    Menpora Amali berharap, Ricky bisa menjadi salah satu pesepak bola yang bersinar kedepannya. Oleh karenanya, diharap atlet tersebut bisa terus berlatih dan mengasah kemampuannya.  Pemantauan talenta ini memang sejalan dengan apa yang diharapkan pemerintah. Menpora Amali menegaskan PON harus dijadikan ajang untuk mencari atlet yang kedepan bisa diharapkan untuk mengisi pemusatan latihan nasional (pelatnas). 

    Kemudian, melansir laman kantor berita ANTARA ada nama atlet gulat putri tak kalah bersinar yakni Varadisa Septi yang meraih medali emas dari nomor gulat gaya bebas putri 76 kg di PON Papua setelah mengalahkan wakil Jambi, Indri Sukmaningsih, dalam 30 detik di laga final,

    Varadisa Septi mengalahkan Indri dengan teknik jatuhan, ketika bantingan agresifnya membuat lawannya terjatuh dan tak berkutik di atas matras di babak pertama. Pegulat kelahiran 2 September 2002 itu mengaku sempat gugup dan tegang mengikuti pesta olahraga empat tahunan nasional untuk pertama kalinya.

    Berbekal status juara Pra-PON 2019, perempuan asal Malang, Jawa Timur, itu berupaya menjaga momentum dan kerja keras latihannya selama ini menjadi medali emas pertamanya di PON. Ia mengatakan sudah melakukan latihan mati-matian untuk PON, jika sebelumnya di pra-PON mendapatkan emas maka di PON ia tak boleh lengah dan haru menyabet emas juga.

    Lalu dari cabang olahraga Tenis, ada sosok petenis Aldila Sutiadji berhasil menyabet medali emas tunggal putri yang sekaligus memastikan Jawa Timur sebagai juara umum cabang olahraga tenis. 

    Aldila menyudahi perlawanan wakil tuan rumah Papua, Priska Madelyn Nugroho, dengan 6-4, 7-6 (10-7) dalam pertandingan final.  Sejak awal, Aldila mengatakan sudah mempersiapkan mental untuk permainan yang panjang dan merasa senang akhirnya bisa menyumbangkan emas untuk Jawa Timur.

    Selain tenis dan gulat, altlet catur putri juga tak kalah gemilang. Atlet catur putri Kalimantan Timur, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, berhasil meraih medali emas catur perongan kilat putri.

    Chelsie Monica berhasil menyingkirkan dua rival terberatnya yakni pecatur peringkat pertama Indonesia WGM Irene Kharisma Sukandar dari Jabar dan WCM Theodora Walukow dari DKI Jakarta.

    Pelatih Catur Kalimantan Timur Yangdi Said mengatakan Chelsie sempat dikalahkan Irene di babak awal, namun demikian Irene juga sempat kalah oleh Theodora, sehingga pada pertandingan yang berlangsung selama sembilan babak tersebut tiga pecatur pada akhirnya memiliki poin yang sama yakni 8 poin sehingga harus dilakukan babak play off untuk menentukan pemenang.

    Yangdi mengatakan pada babak play off tersebut, Chelsie bisa bangkit dan akhirnya bisa membalas kekalahan atas Irene kharisma Sukandar. Usai mengalahkan Irene yang juga dikenal sebagai penakluk "Dewa Kipas" itu, motivasi Chelsie semakin bangkit dan berhasil mengalahkan Theodora pada play off kedua.

    Dua kemenangan di babak play off mengukuhkan Chelsia sebagai juara nomor catur kilat putri dan berhak mendapatkan medali emas, sementara Irene Sukandar (Jabar) meraih medali perak dan Theodora (DKI) medali perunggu.

    "Ini medali emas pertama untuk tim catur Kaltim di ajang PON XX Papua, semoga hasil baik ini bisa berlanjut pada laga berikutnya, dan membangkitkan semangat atlet Kaltim di cabang yang lain," jelas Yangdi.

    Yangdi menjelaskan pada nomor perorangan putri ini ada tiga nomor yang dipertandingkan yakni catur cepat, catur kilat dan catur standar, dan Chelsie akan turun tiga nomor tersebut. Chelsie Monica memang  diandalkan turun di nomor perorangan putri, pesaing utamanya yakni Irene (Jabar) yang merupakan rekan sesama pelatnas, kedua saling mengenal gaya permainan masing- masing dan tinggal faktor mental yang menentukan pemenangnya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.