E-Sport Ajarkan Karakter Kerjasama untuk Menang - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 08:46 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • E-Sport Ajarkan Karakter Kerjasama untuk Menang

    OLAHRAGA E-Sport semakin mendapat tempat di hati masyarakat khususnya kalangan muda. Menyikapi banyaknya peminat, maka pada Pekan Olahraga Nasional ke-20 (PON XX Papua 2021) cabang E-Sport juga dipertandingkan.

    Dibaca : 649 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pada PON kali ini, E-Sport masih berstatus ekspedisi, yang digelar pada 22-26 September 2021. E-Sport di PON memperlombakan 4 game, yakni  Mobile Legends, Free Fire,  Unknown Battle Ground (PUBG) Mobile, dan PES 2021. Sedangkan Lokapala, satu game karya Indonesia, baru menjadi ajang persahabatan.

    Mobile Legends merupakan game yang popular dan favorit di berbagai kalangan. Hal ini karena permainan tersebut memiliki aturan yang mudah   serta hanya membutuhkan gadget dan jaringan internet

    Mobile Legends dikembangkan oleh developer asal Cina, Moonton. Game ini termasuk ke dalam genre Multiplayer Online Battle Arena atau biasa disebut dengan MOBA. Pemain bisa bermain melalui smartphone dengan dua tim.

    Masing-masing tim terdiri dari lima  anggota dan bermain dengan mengendalikan hero atau karakter yang tersedia di dalam game.

    Para anggota tim bertugas menghancurkan markas musuh, namun harus tetap mempertahankan markas tim sendiri.

    Selanjutnya, Free Fire merupakan permainan jenis battle royale yang dikembangkan oleh publisher game online, Garena. Game ini menawarkan sebuah permainan  berkonsep survival atau best of one untuk menentukan pemenangnya.

    Free Fire begitu popular di Indonesia. Karena itu Garena turut menghadirkan karakter dari Indonesia ke server global. Salah satunya pemain di seluruh dunia dapat menggunakan karakter Jota yang terinspirasi aktor laga populer di Indonesia, Joe Taslim.

    Sedangkan, PUBG Mobile merupakan permainan battle royale yang dirilis secara global pada tahun 2018. Game ini dibuat secara independent oleh Lightspeed & Quantum Studios dari Tencent Game yang dilisensikan secara resmi oleh Playerunknown’s battlegrounds.

    Cara bermainnya, seratus pemain akan didaratkan di medan tempur. Masing-masing pemain diminta untuk bertahan di medan tempur dengan mencari suplai untuk bertahan hidup, memanfaatkan secara maksimal kendaraan, peta atau item lainnya. Pemain yang berhasil bertahan hingga akhir merupakan pemenangnya.

    Sementara itu, Pro Evolution Soccer (PES) 2021 merupakan permainan simulasi sepak bola yang dikembangkan oleh Konami Digital Entertainment Limited. Game ini gratis dan dapat dimainkan di berbagai konsol yakni PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X/S, Xbox One, Windows 10.

    Pada game ini terdapat teknologi yang disebut Motion Matching, untuk mengubah berbagai macam gerakan yang dilakukan pemain di lapangan menjadi serangkaian animasi.

     

    Karya Anak Bangsa

    Game yang juga dimainkan  di PON adalah Lokapala. Ini adalah  permainan MOBA buatan anak bangsa dari Anantarupa Studio yang diluncurkan pada 20 Mei 2020. Permainan  ini membawa unsur kebudayaan Indonesia. Hal ini terlihat dari nama serta gaya kostum karakter pada game tersebut.

    Pada permainan ini terdapat enam alam semesta yang dijadikan sebagai latar karakter yaitu Narakaloka, Pretaloka, Tiraccanaloka, Manusyaloka, Asuraloka dan Svargaloka.

     

    Perkembangan E-Sports

    Meski awalnya, bermain game hanya berorientasi hiburan, tapi saat ini  sudah bertransformasi menjadi cabang olahraga.

    Permainan video game sudah ada sejak tahun 50-an. Namun kompetisi video game yang resmi pertama kali dilakukan pada 19 Oktober 1972 di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

    Pada kompetisi tersebut, game yang dimainkan bernama Spacewar. Para pemain seolah bertempur di luar angkasa. Bagi pemenang akan   mendapatkan jatah berlangganan majalah Rolling Stone selama satu tahun.

    Pada 1980, perusahaan Atari mengadakan perlombaan Space Invaders Championship. Acara tersebut diikuti 10 ribu peserta.

    Pada era 90- turnamen mulai merambah pada game konsol. Selanjutnya, pada 1996 berlangsung Turnamen Street Fighter dengan nama Battle Bay The Bay di California. Turnamen ini  berganti nama menjadi Evolution Championship Series pada tahun 2002.

    Pada 1997, berlangsung turnamen game Quake yang diikuti lebih dari dua ribu peserta dengan hadiah utama mobil Ferrari bekas. Ada pula Major League Gaming (MLG), Starcraft dan Counter-Strike pada tahun 2000-an.

    Semakin hari peminat E-sports  membludak. Itu terbukti acara MLG Spring Tournament pada 2012, disaksikan 4 juta penonton di seluruh dunia.

    Selanjutnya muncul game MOBA PC  bernama League of Legends (2009) dan Dota 2 (2013).  League of Legends memiliki lebih dari 115 juta akun pemain. Sedangkan Dota 2 mampu menarik lebih dari 20 juta penonton.

    Seiring berjalannya waktu, MOBA pun masuk ke platform mobile, seperti Mobile Legends, Free Fire dan lainnya. Berkat MOBA mobile tersebut, E-sports mencapai 495 juta viewers. Menurut data dari Newzoo,  penonton akan terus bertambah hingga mencapai 646 juta pada tahun 2023.

     

    Sisi Positif E-Sport

    Sebagian orang mungkin menganggap E-Sport tidak ada gunanya dan hanya membuang-buang waktu. Tapi sebenarnya, banyak sekali manfaat dari E-Sport dari sisi oengembangan mental generasi muda.

    Salah satu karakter yang dibutuhkan saat bermain E-Sport adalah kerjasama satu pemain dengan lainnya. Sebagai contoh, MOBA atau Multiplayer Player Online Battle Arena merupakan game yang mengadu dua tim. Setiap pemain mengontrol satu karakter dan bekerja dengan rekan satu tim untuk mengalahkan dan menghancurkan markas tim lawan.

    Karena itu, kerjasama tim menjadi andalan. Setiap tim memiliki tujuan yang sama. Dengan.kerjasama tim,  tujuan lebih mudah dicapai.

    Untuk mencapai tujuan, pemain harus pantang menyerah dan terus memikirkan taktik baru untuk menang. Apabila dalam posisi hampir kalah, maka kita harus bertahan dan terus memaksimalkan permainan agar dapat mengembalikan keadaan.

    Setiap pemain harus terus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemain harus bekerja keras baik sebelum maupun saat bermain.

    E-sports terdiri dari berbagai macam permainan, dimana strategi merupakan suatu hal penting dalam menjalankan permainan. Maka dari itu diperlukan kemampuan berpikir kritis agar dapat mengontrol permainan. Jika lengah, pihak lawan  dapat memenangkan permainan.

    Menurut penuturan pemain asal DKI, Muhammad Rafli Setiawan,

    strategi sangat dan kerjasama sangat diperlukan saat bermain E-Sport. Ia memantapkan diri untuk menempati posisi sebagai rusher atau penyerang di timnya.

    Ia belajar strategi dan kerjasama  dari YouTuber yang menjadi rusher.

    "Habis itu saya sudah mulai paham cara jadi rusher, akhirnya sampai saat ini masih jadi rusher," ujar Rafli pemain E-Sport termuda,13 tahun di  PON Papua, dikutip dari Antaranews.

     

    Kembangkan Ekonomi Kreatif

    Selain sebagai olahraga, E-Sport telah berkembang menjadi olahraga serius dan bisnis. Pembina Pengurus Besar Esports Indonesia, Bambang Soesatyo mengatakan E-Sport merupakan olahraga serius yang bisa dijalankan secara profesional.

    "Ini bukan olahraga kaleng-kaleng

     Ini olahraga yang bisa memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional yang berpotensi menyumbang pendapatan negara sekitar 1,7 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 25 triliun per tahun," kata Bambang Soesatyo pada opening ceremony eksibisi esports PON XX Papua 2021.

    Dengan demikian E-Sport memberikan kontribusi besar dan peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

    Bagi generasi muda, E-Sport menjadi ajang untuk berprestasi hingga kancah dunia. “E-Sports menjadi salah satu jalan bagi pengabdian kepada negeri yang kita cintai ini,"  kata Budi Gunawan selaku Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia.

    Dia mengharapkan kalangan muda  mampu membawa harum nama Indonesia di berbagai turnamen  E-Sports Internasional.

    Dengan tingginya respon positif dari masyarakat terhadap E-Sport, diharapkan generasi muda juga turut serta dalam pembuatan game lokal seperti Lokapala. Para kreator Indonesia diharapkan mampu membuat lebih banyak lagi game lokal untuk merambah pasar internasional. ***

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.