Corporate University: Mensinergikan SDM dan Strategi Bisnis

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam konteks bisnis global, corporate university semakin diakui sebagai alat strategis untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Kurikulum dan materi belajar dirancang agar seiring dengan visi, misi, dan strategi bisnis perusahaan.

Bagaimana Jack Welch memikirkan General Electric (GE) saat menjadi Chief Executive Officer (CEO) perusahaan ini dalam rentang waktu yang relatif lama, 1981-2001? Itulah yang diangankan oleh banyak karyawan berbakat (talent worker) perusahaan AS ini tatkala mereka dikirim ke pusat pendidikan GE di Crotonville, New Jersey.

Kota Crotonville kerap dinisbahkan sebagai tempat berdirinya corporate university yang pertama di dunia pada tahun 1955. Reputasi Crotonville demikian mashur karena di pusat pendidikan inilah, calon-calon pemimpin bisnis GE digodog.

Corporate university generasi awal yang juga mashur meliputi sejumlah nama, seperti McDonald’s Hamburger University, Disney University, Motorola University, Oracle University, serta University of Toyota. Corporate university bukan hanya tempat mencetak pemimpin bisnis yang hebat, tetapi sekaligus menjadi sarana untuk meneruskan nilai-nilai perusahaan. Nilai-nilai inilah yang membentuk karakter para pemimpin bisnis yang kelak menggantikan pemimpin terdahulu.

Pertumbuhan jumlah corporate university mula-mula berjalan lamban. Sebuah studi menunjukkan bahwa pada tahun 1988 terdapat sekitar 400 corporate university. Angka tersebut bertambah menjadi 1.000 pada tahun 1997, lalu menjadi sekitar 4.000 pada tahun 2010.

Kecenderungan semakin cepatnya pertumbuhan jumlah corporate university itu terkait dengan satu alasan pokok: para manajer semakin menyadari bahwa menyelaraskan strategi pengembangan sumber daya manusia dengan strategi bisnis merupakan langkah yang sangat strategis.

Kendati demikian, tidak mudah mendefinisikan istilah corporate university mengingat perusahaan-perusahaan menggunakan nomenklatur corporate university secara beragam. Dalam bukunya, Corporate Universities, Meister (1988) mendefinisikan corporate university sebagai ‘Payung strategis untuk mengembangkan dan mengedukasi karyawan, pelanggan dan pemasok dalam rangka memenuhi strategi-strategis bisnis organisasi’.

Dari karya Fresina (1997), Densford (1998), Meister (1998), dan Robie (1999) dapat ditarik benang merah bahwa fitur kunci suatu corporate university terletak pada fokusnya dalam memenuhi objektif dan prioritas organisasi yang melebihi pendekatan konvensional. Seperti kita tahu, pendekatan konvensional menekankan pelatihan dan pengembangan yang manfaatnya terutama bersifat individual dan kurang terkait langsung dengan strategi bisnis perusahaan.

Kini, corporate university telah jauh melampaui program-program pelatihan konvensional. Corporate university menempatkan pembelajaran (learning) dan perkembangan sumber daya manusia sebagai yang terpenting dan sangat bernilai bagi perusahaan. Menyadari besarnya nilai strategis human capital, banyak perusahaan di Indonesia yang sudah membangun corporate university, seperti Telkom, Bank Mandiri, Pertamina, PLN, maupun Garuda Indonesia.

Dalam konteks bisnis global, corporate university semakin diakui sebagai alat strategis untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Berbagai aktivitas yang mengembangkan keahlian, pengetahuan, dan karakter individu maupun organisasi terus didorong agar perusahaan mampu bersaing. Karena itu, kurikulum dan materi belajar dirancang agar seiring dengan visi, misi, dan strategi bisnis perusahaan.

Ketika perusahaan Indonesia seperti Telkom, Garuda, serta Bank Mandiri bermaksud terjun ke panggung bisnis global, perusahaan ini mesti menyiapkan talent yang siap berkompetisi di tingkat internasional. Corporate university, dalam konteks ini, berperan besar dalam menyiapkan talent worker yang akan diterjunkan ke wilayah-wilayah tujuan bisnis perusahaan.

Corporate university bersifat strategis karena yang dikembangkan di dalamnya adalah kompetensi inti yang diperlukan perusahaan untuk memenangi persaingan bisnis. Karena itu, corporate university kini dipandang sebagai salah satu investasi strategis yang tak boleh diabaikan.

Mengapa demikian? Salah satunya, karena corporate university lebih unggul di dalam memastikan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipelajari karyawan dan para manajer dapat diterapkan dan memiliki hubungan yang kuat serta berdampak signifikan terhadap performansi bisnis perusahaan. Misalnya, ekspansi bisnis yang ditandai oleh dibukanya kantor-kantor baru perusahaan di negara-negara lain. (sbr foto: isclo.com) **

Bagikan Artikel Ini
img-content
dian basuki

Penulis Indonesiana

1 Pengikut

img-content

Bila Jatuh, Melentinglah

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua