Kenangan-kenangan Menteri Tjahjo di Grobogan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bagi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Grobogan punya tempat tersendiri di hatinya. Banyak kenangan dia terjadi di kabupaten tersebut.

Bagi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Kabupaten Grobogan punya tempat tersendiri di hatinya. Banyak kenangan tercipta di kabupaten yang ada provinsi Jawa Tengah tersebut. 
 
Kata dia, Grobogan bukan hanya pernah jadi daerah pemilihannya saat ia maju jadi calon anggota DPR. Tapi di Grobogan, saat ia masih bujangan, masih jadi mahasiswa, tiga bulan lamanya dia KKN di Desa Babadan, sebuah desa yang ada di Grobogan. Ia masih ingat, sering datang ke tempat KKN mengendarai motor bebek dari Semarang. Katanya, dulu jalannya dari Semarang ke Grobogan jelek, tak sebaik sekarang. 
 
Ia juga hapal betul, kalau setiap musim hujan, sebagian wilayah Grobogan selalu jadi langganan banjir. Di Grobogan ia banyak kenalan. Banyak kisah yang hingga sekarang masih ia kenang. 
 
Salah satunya tentang kisah dia dipanggil Dandim, gara-gara dalam pertemuan dengan aparatur desa di tempatnya KKN, dia mengutip isi buku Bung Karno. Pagi hari, ia dipanggil Dandim. Bahkan disindir Bupati Grobogan saat itu, ada mahasiswa KKN bawa buku Bung Karno. Ya, kata Tjahjo, ketika itu rezim masih alergi dengan yang berbau Bung Karno. Saat itu ia masih mahasiswa di Universitas Dipanegoro, Semarang. 
 
Kenangan lainnya tentang Wakil Bupati Grobogan, Edy Maryono yang meninggal 11 Maret 2016. Padahal, tiga hari lagi Edy akan dilantik sebagai Wakil Bupati terpilih mendampingi Sri Sumarni, Bupati Grobogan terpilih. 
Tjahjo masih ingat, dua hari sebelum meninggal, ia dan Edy makan bareng. Edy datang bersama istrinya. Saat itu, ia traktir Edy dan Istrinya makan tahu pong. 
 
"Saya traktir dia. Terus dia minta foto. Dia rangkul saya. Eh besoknya meninggal," kata Tjahjo. 
 
Ia pun minta kepada Sri Sumarni, Bupati Grobogan dan DPRD setempat segera mencari pengganti Edy. Jangan sampai posisi Wakil Bupati kosong terlalu lama. 
 
"Tolong diisi," ujarnya. 
 
Segala kenangan itu, Tjahjo ceritakan saat ia memberi pengarahan di depan seluruh kepala desa, lurah, camat dan kepala dinas se-Grobogan di pendopo kabupaten, Jumat, 11 November 2016. Kebetulan, saya hadir untuk meliput acara tersebut. 
 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Agus Supriyatna

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua