Sebanyak 50 Mahasiswa ‘Hilang’ Usai Demo, Polisi Beri Penjelasan - Viral - www.indonesiana.id
x

Foto udara saat ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa 24 Septembar 2019. TEMPO/Subekti.

Anas Muhaimin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 September 2019

Kamis, 26 September 2019 07:25 WIB

  • Viral
  • Berita Utama
  • Sebanyak 50 Mahasiswa ‘Hilang’ Usai Demo, Polisi Beri Penjelasan

    Kepolisian menjelaskan keberadaan sekitar 50 mahasiswa yang diduga hilang setelah demonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat, dua hari lalu.

    Dibaca : 8.451 kali

    Kepolisian  akhirnya menjelaskan  keberadaan sekitar 50 mahasiswa yang diduga hilang setelah demonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat, dua hari lalu. Penjelasan itu penting demi transparansi.

    Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta-mendapat laporan bahwa sekitar 50 mahasiswa   tidak diketahui keberadaannya setelah melakukan aksi demo menolak rancangan undang-undang bermasalah di DPR yang berujung ricuh. Data tersebut didasarkan pada laporan yang didapatkan LBH Jakarta sejak Rabu dini hari, 25 September 2019.

    "Ada yang mengatakan temannya ditangkap, ada yang belum kembali, mereka khawatir karena polisi menyisir berbagai wilayah," kata Direktur LBH Jakarta, Arief Zulkifli di kantornya, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. 

    Rinciannya antara lain sebanyak 26 mahasiswa dari Universitas Singaperbangsa Karawang, 6 mahasiswa dari Universitas Jenderal Ahmad Yani,  2 mahasiswa  dari Universitas Padjajaran,  4  mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta, 2 mahasiswa dari Institut Kesenian Jakarta, dan 5 mahasiswa dari  Universitas Yarsi.

    Penjelasan kepolisian (update)
    Belakangan terungkap, sebagian mahasiswa itu diperiksa di Polda  Metro Jaya. Misalnya, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Ketua Dewan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi, mengatakan bahwa tiga rekannya yang dikabarkan hilang sebelumnya kini telah diketahui keberadaannya saat demo mahasiswa.

    Sultan mengatakan, ketiga mahasiswa bernama Iqbal Fadli dari Fakultas Tarbiyah, Firman Irsan Mawardi dan Dodi Kurniawan dari FISIP. "Semalam belum bisa dibebaskan. Kami berharap hari ini bisa dibebaskan,"  kata Sultan.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono juga mengatakan sebanyak 56 mahasiswa diserahkan ke universitasnya masing-masing. Sebelumnya, polisi menangkap 94 orang dalam demo mahasiswa di depan gedung DPR RI yang berujung rusuh Selasa, 24 September lalu.

    "Kita serahkan ke universitas mereka masing-masing untuk dilakukan pembinaan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis, 26 September 2019. Ia  mengatakan 56 mahasiswa itu berasal dari Universitas Buana Perjuangan Karawang dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Menurut dia, para mahasiswa itu dikawal anggota Polres Karawang ke kampusnya masing-masing.  Adapun 38 mahasiswa lain yang tersisa, Argo mengatakan masih menjalani proses pemeriksaan.

    Penanganan anak STM lebih transparan
    Mahasiswa yang ikut demo memang sudah tergolong usia dewasa. Adapun anak-anak STM umumnya masih di bawah umur.   Kendati  begitu, kepolisian semestinya juga mengumumkan lebih cepat  mahasiswa  yang ditangkap  seperti halnya yang dilakukan terhadap anak-anak STM.

    Polres Metro Jakarta Utara, misalnya, telah mengembalikan ratusan pelajar kepada sekolah dan orangtua masing-masing begitu demo usai. Para pelajar itu ditangkap oleh aparat kepolisian saat terlibat aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di sejumlah kawasan di  Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019).

    “Kita amankan pelajar itu, dan kita kembalikan mereka dengan menggunakan kendaraan dua truk besar,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara   Kombes Budhi Herdi Susianto .Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, juga menjelaskan bahwa sekitar 200 anak STM dibawa ke Polda untuk diperiksa.  

    Perlu Hati-hati
    Kepolisian sebaiknya berhati-hati menangani para mahasiswa dan anak-anak STM yang ditangkap.  Pada dasarnnya demonstrasi merupakan wujud dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.

    Pemeriksaan yang berlebihan hanya akan menambah keresahan masyarakat yang kini telah kecewa dengan  serangkain langkah politik pemerintah dan DPR.  Apalagi demo masih akan berlangsung di berbagai  kota dan daerah. Di Surabaya bahkan siswa sekolah diliburkan karena mahasiswa yang berdemo. ***

    Catatan: artikel ini sudah di update  pada 26 September 2019, pukul 14.10 WIB

    Artikel lain:
    Presiden Jokowi Masih Nekat? Inilah 3 Penyebab Demo Generasi Milenial Bisa Dahsyat



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.