Nadiem Makarim, Menanti Terobosan Sang Menteri Milenial - Viral - www.indonesiana.id
x

Sayyidina Aliudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Juli 2019

Rabu, 6 November 2019 09:43 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Nadiem Makarim, Menanti Terobosan Sang Menteri Milenial

    Dibaca : 3.171 kali

    Kabinet Indonesia Maju sudah mulai bekerja. Para pembantu Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin ini mulai menyusun program-program prioritas mereka untuk menjawab masa depan bangsa. Tentu saja, masyarakat menanti terobosan demi terobosan dari berbagai sektor.

    Di antara para Menteri yang diumumkan Presiden beberapa waktu lalu. Ada satu Menteri yang menjadi perhatian publik. Tepatnya, anak muda yang dipanggil “Mas Menteri” oleh Presiden Jokowi pada saat momen perkenalan Kabinet Indonesia Maju.

    Yaa, anak muda itu bernama Nadiem Anwar Makariem yang dipercayakan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Siapa yang tidak kenal generasi emas bangsa yang satu ini. Namanya tidak asing lagi karena prestasi yang ditorehkan untuk Indonesia.

    Kini, Mas Menteri Nadiem diberikan amanah besar untuk menggenjot dunia pendidikan Tanah Air menjadi lebih baik. Lalu, apa saja terobosan yang akan dilakukan?

    Satu dari empat program prioritas yang disampaikan, saya kemudian tertarik menelisik lebih dalam terkait pengembangan teknologi dalam dunia pendidikan kita. Dalam hati bertanya, bukankah ini yang menjadi cita-cita bangsa ini dalam menghadapi revolusi industri 4.0?

    Mas Menteri ini kemudian menjawab kesalahpahaman yang menuai pro kontra terkait pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Memang betul, ada yang mengira hadirnya teknologi menjadi ancaman karena akan menggantikan peran guru. Nah, ini yang perlu diluruskan. Jangan sampai masih ada yang keliru dalam berpikir demikian.

    Perlu diketahui, justru pengembangan teknologi di dunia pendidikan kita itu untuk membantu guru dalam sistem belajar mengajar di sekolah. Artinya, sistem teknologi akan mempermudah guru di sekolah untuk lebih meningkatkan lagi kualitas belajar siswa.

    Bagi saya, terobosan dari Mas Menteri Nadiem telah menjawab masa depan dunia pendidikan kita dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. bisa saja dalam beberapa waktu kedepan, Nadiem akan memberikan kejutan istimewa. Kita nantikan saja. selamat bekerja Mas Menteri kebanggan generasi milenial Indonesia (*)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.121 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).