Kata Wapres Maruf Amin Kraton Sejagat Mirip Ide Khilafah: Gerakan Tandingan? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Sunda Empire vs Keraton

Anas M

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Oktober 2019

Sabtu, 18 Januari 2020 06:12 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kata Wapres Maruf Amin Kraton Sejagat Mirip Ide Khilafah: Gerakan Tandingan?

    Dibaca : 15.359 kali

     

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin bicara soal Keraton Agung Sejagat dan "kerajaan" lain yang muncul belakangan ini. Menurut Ma'ruf, pemerintah melindungi kerajaan dan kesultanan di Nusantara yang kini masih berdiri, tapi bukan "kerajaan" seperti Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.

     "Pemerintah tidak akan mentolerir," kata Ma'ruf di rumah dinasnya di Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Ma'ruf mengatakan Keraton Agung Sejagat itu seperti khilafah karena melampaui batas-batas negara. "Itu seperi khilafah. Al-khilafatul udzma,"   kata maruf

    Wakil Presiden juga menyatakan keheranannya terhadap munculnya fenomena tersebut. "Kenapa ya banyak orang ingin jadi raja? Saya kira banyak orang 'sakit'," katanya

    Belakangan ini dalam waktu yang hampir bersamaan,  tiba-tiba mencuat kelompok yang memiliki mimpi yang  tak masuk akal.   Di Purworejo, Jawa Tengah, muncul kelompok Toto Santoso yang mendeklarasikan Keraton Agung Sejagat.
    Setelah  Toto beserta permainsurinya,  Fanni  Aminadia ditangkap polisi,  mendadak beredar  lagi kabar di media sosial  tentang Sunda Empire-Earth Empire . Gagasannya hampir serupa: mengimpikan sebuah kerajaan besar atau kekaisaran yang melampaui batas negara.

    Gagasan mereka memang mirip ide khilafah yang memimpikan konsep kekuasaan politik yang  melintasi konsep nasionalisme atau negara bangsa.  Bedanya,  gagasan  Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat  sungguh ngawur dan tidak memiliki pijakan sejarah.  Tapi ide khilafah masih bersandar pada sejarah Islam  kendati juga sulit sekali diwujudkan.

    Baca juga:
    Dipimpin Nasri, Sunda Empire Terkait Keraton Sejagat: Inilah Buktinya


    Itu sebabnya, kemungkinan besar munculnya  manuver soal  imperium  lebih bertujuan untuk  perang gagasan menandingi ide khilafah,  terutama bagi pihak yang mungkin mendesainnya.  Di luar ini, tak ada faedahnya apapun.  Kedua kelompok itu juga memiliki banyak kesamaan dalam pola kemunculannya.

    Selanjutnya:  sama-sama ngawur


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.