Mengenal Sosok Dokter Mesty Ariotedjo, Dirikan WeCare untuk Pasien Daerah Terpencil - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 21:07 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Mengenal Sosok Dokter Mesty Ariotedjo, Dirikan WeCare untuk Pasien Daerah Terpencil

    Masih merefleksikan Hari Dokter Nasional yang jatuh pada 24 Oktober 2021 kemarin, tentulah masyarakat Indonesia akan selalu teringat dengan jasa dan semangat para tenaga kesehatan, termasuk peran dokter dalam penanganan Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hamper dua tahun.

    Dibaca : 553 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mulai dari memberikan informasi termutakhir hingga terus memantau dan mengobati kondisi masyarakat yang terpapar virus corona, tak jarang dari mereka juga menjadi pasien dan memiliki waktu sedikit untuk keluarga karena memprioritaskan pasien. Oleh sebab itu, di Hari Dokter Nasional, pembaca perlu mengenal sosok salah satu dokter yang tidak hanya mengobati pasien tetapi mendirikan organisasi kemanusiaan WeCare.

    Perempuan pemilik nama lengkap Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo atau kerap dikenal dengan Mesty Ariotedjo adalah seorang dokter, model sekaligus pemain harpa Indonesia. Dia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus alumni SMAN 8 Jakarta. Ibu dua anak mulai aktif di dunia hiburan sejak 2010 dengan menjadi model iklan beberapa merek ternama. Kariernya di bidang kedokteran serta hiburan bisa dibilang cukup membuat banyak orang penasaran dengan fakta menarik dari Mesty lainnya.

    Fakta menarik Mesty antara lain pada tahun 2015  mendirikan organisasi bernama WeCare.id yang juga merupakan sebuah situs yang dibangun khusus untuk mengumpulkan dana bagi pasien di daerah terpencil. Karena aktivitas di WeCare.id, pada tahun 2016 Mesty masuk dalam Forbes 30 Under 30 di Asia. Forbes sangat tertarik dengan WeCare.id lantaran isa menjadi jembatan nasional bahwa setiap individu berhak mendapat pelayanan kesehatan secara merata.

    Jadi WeCare.id juga memperhitungkan biaya transfer pasien ke pelayanan kesehatan rujukan, makanan, akomodasi, hingga obat. WeCare.id juga memfasilitasi untuk orang Indonesia di daerah terpencil yang tidak memiliki JKN untuk memproses kepemilikan JKN.

    Mengutip dari laman WeCare, diketahui jika  WeCare.id adalah situs website yang dibangun khusus untuk mengumpulkan dana bagi pasien-pasien yang memiliki kemampuan finansial yang terbatas, tinggal di wilayah yang sulit dijangkau, serta belum menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau yang kepesertaannya sudah tidak aktif. Mereka bekerja sama dengan dokter-dokter di rumah sakit untuk menghubungkan para calon donatur dengan para pasien sehingga mereka dapat memperoleh pengobatan dan fasilitas pendukung lainnya yang menyeluruh.

    Mereka percaya bahwa setiap individu di Indonesia memiliki hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang diterima, sehingga mereka dapat berperan sebagai individu yang prima dan produktif. Namun, pada kenyataannya, tidak semua penduduk Indonesia memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik karena kemampuan finansial yang terbatas, wilayah yang sulit dijangkau, serta tidak dimilikinya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk mendukung program JKN yang diselenggarakan pemerintah, WeCare.id juga memfasilitasi individu yang masih memiliki tunggakan iuran kepada BPJS

    Lantas bagaimana langkah masyarakat mengaksesnya. Simak penjelasan berikut ini:

    Konfirmasi

    Tim WeCare.Id akan melakukan validasi data pasien yang diajukan untuk memastikan bahwa pasien memang memiliki kebutuhan medis yang perlu dibantu dan tidak mampu.

    Donasi

    Proses penggalangan dana dimulai untuk memenuhi jumlah donasi yang telah ditetapkan.

    Distribusi Dana

    Donasi akan disalurkan kepada pasien melalui rekan medis dan memastikan bahwa donasi digunakan sesuai kebutuhan medis yang diperlukan pasien. Selain itu juga dilakukan transparansi secara berkala untuk memastikan donasi sampai pada yang membutuhkan.

    Apa yang dilakukan Mesty bersama dengan WeCare telah mencerminkan semangat dan praktik nilai Revolusi Mental dalam kehidupan sejari-hari yakni meliputi integritas, gotong-royong dalam bingkai kemanusiaan, dan kerja keras.  Perhatian WeCare kepada pasien-pasien yang membutuhkan bantuan dengan beragam latar belakang permasalahan mereka telah mewujud nilai-nilai yang mengetuk hati nurani.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.