Suatu Hari Batu Nisan Didirikan di Tanah Suci Ini

Kamis, 3 Agustus 2023 12:44 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Suatu hari kelak—seorang anak laki-laki akan menunggu ayahnya pulang dari ladang untuk mendengarkan dongeng darinya dan rindu ayahnya sebagai bintang-bintang yang tak lelah memancarkan sinarnya,—ketika dewasa ia tak sedih membasuh keringat ayahnya yang menetes di keningnya hingga luka-luka di antara jari-jari kakinya —dengar air mata yang sama warnanya dengan air mata ibunya. - Silivester Kiik

Karya: Silivester Kiik

Lereng-lereng bukit kehitaman saat matahari terbenam di barat

di tepi kali mati, tak ada lampu jalan yang berkelap-kelip

dan di langit, bintang-bintang menampakkan wajahnya di timur

tetapi perempuan-perempuan yang sedang memetik jagung

tak berhenti—sepertinya hari ini belum selesai

sebab di bawah cahaya bintang-bintang itu, air mata sepertinya tak merelakan

mereka untuk pulang memeluk bayi-bayi mereka.

 

Tiga tungku batu nisan di tanah ini, mendengar!

bintang kembar dan rembulan di langit

—di bukit dan kali-kali mati lainnya, mereka bersinar!

abu-abu juga bersinar dalam gelap

dan sedikit angin meniup suara menuju tempat-tempat pemali

untuk hari-hari hidup mereka di taman kehidupan ini.

 

Suatu hari batu nisan didirikan di tanah suci ini

—untuk pengorbanan bintang-bintang

dengan cinta berjalan ke hulu sungai

dan musim kemarau yang terik, enau matang di potong menghasilkan nira

sebagai anggur perjamuan di malam yang menggembirakan.

 

Suatu hari kelak—seorang anak laki-laki akan menunggu ayahnya pulang dari ladang

untuk mendengarkan dongeng darinya

dan rindu ayahnya sebagai bintang-bintang yang tak lelah memancarkan sinarnya,

—ketika dewasa ia tak sedih membasuh keringat ayahnya

yang menetes di keningnya hingga luka-luka di antara jari-jari kakinya

—dengar air mata yang sama warnanya dengan air mata ibu.

 

Atambua, 02 April 2023

#SekumpulanSajak

#Buku_Puisi_Sebab_Sunyi_Tak_Lagi_Melahirkan_AirMata

#SilivesterKiik 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Silivester Kiik

Penulis Indonesiana.id, Guru, Penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, dan Pengurus FTBM Kabupaten Belu. Tinggal di Kota Perbatasan RI-Timor Leste (Atambua).

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua