Satpol PP Jadi Raja Lapangan di Tengah PPKM Darurat - Analisis - www.indonesiana.id
x

Biladi Muhammad Wiragana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2021

Rabu, 28 Juli 2021 10:10 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Satpol PP Jadi Raja Lapangan di Tengah PPKM Darurat

    Saya berharap Satpol PP mengayomi serta mengedukasi masyarakat. Tidak perlu adu kuat antara aparat dan rakyat, karena kita sama-sama berjuang untuk bertahan hidup. Jika ada uang lebih belilah dagangan mereka ketimbang harus menyita atau membuang barang jualan mereka.  

    Dibaca : 440 kali

    PPKM Darurat berlaku mulai tanggal 3 Juli kemarin hingga tanggal 20 Juli, lalu diperpanjang hingga 25 Juli yang mungkin bisa diperpanjang bisa tidak, “suka-suka” pemerintah. Pada pembatasan dengan istilah baru kali ini pemerintah memperketat protokol kesehatan di sejumlah sektor, mulai dari perkantoran, mall, hingga UMKM. PPKM Darurat ini memaksa perkantoran non essensial kerja dari rumah, gerai mall selain essensial wajib tutup, dan hanya melayani pesan antar untuk industri makanan.

    Di tengah upaya pemerintah yang entah ingin menekan laju pergerakan virus atau masyarakat ini, masyarakat mengkritisi tindakan aparat penegak hukum khususnya Satpol PP yang represif atau bisa dikatakan terlalu berlebihan dalam menindak pelanggar terutama bagi para pelaku UMKM. Banyak cerita viral yang beredar di media sosial maupun media massa yang membagikan dokumentasi ataupun kisah sejumlah tindakan Satpol PP tersebut. Beberapa video yang viral terdengar hingga ke telinga presiden kita yang akhirnya mengeluarkan intruksi untuk para aparat penegak hukum harus tegas tetapi santun.

    “Aparat berpegang pada undang-undang, masyarakat berpegang pada kamera hp”, mungkin kalimat tersebut akan sering akrab terdengar oleh kita. Jika proses peradilan tidak didengar, viral menjadi jalan agar masyarakat bisa menilai. Masih hangat di benak kita video pemukulan Satpol PP di Gowa beberapa hari lalu, tapi tau kah kalian siapa yan dipenjara? Ya, betul, tentu saja korban. Dengan alasan “berbohong” bisa dipenjara, lalu apakah mantan juga bisa dipenjara karena sering berbohong? Hehe. Hal seperti ini sudah jadi kebiasan di pengadilan kita, padahal yang harus diperhatikan adalah pemukulan aparat bukan kebohongan korban yang tujuannya melindungi diri. Belum lagi di daerah lain, cara Satpol PP membubari pedagang PKL menggunakan mobil pemadam kebakaran, apakah manusia pantas diperlakukan seperti itu?

    Inti dari setiap pembatasan berbagai istilah dari pemerintah adalah tidak boleh ada kerumunan. Jika yang dilanggar jam operasional, mengapa tidak mengambil tindakan yang lebih ke inti pelanggaran dibandingkan dengan tindakan tidak manusiawi tersebut. Harusnya Satpol PP fokus ke jenis pelanggarannya, jika melanggar makan di tempat ya kursi dan meja ditarik yang beberapa waktu kemudian bisa diambil lagi oleh pedagang tersebut, jika melanggar jam operasional makan tempat harus tutup. Pemerintah juga harus menyebarluaskan informasi mengenai peraturan PPKM Darurat ini, di tengah pandemi pemerintah serba dadakan sehingga masyarakat tidak bisa berdaptasi dengan situasi. Sering setiap pembatasan diinformasikan hanya selang beberapa hari sebelum pemberlakuan, pemerintah tidak pernah belajar dari pengalaman DKI Jakarta yang terlalu cepat melakukan pembatasan di transportasi umum yang malah menimbulkan kerumunan.

    Pemerintah  juga harus transparan, bertanggung jawab, serta menindak tegas aparat yang melakukan tindakan di luar prosedur. Saat ini masyarakat sudah jenuh dengan pandemi di tambah aparat yang arogan dalam menindak. Pengawasan aparat saat ini hanya melalui media sosial, kontrol para pemimpin wilayah seperti bupati, walikota, bahkan gubernur sangat lah minim.

    Masyarakat teriak lapar, aparat teriak harus tutup, lantas siapa yang memberi makan rakyat? Kematian di tengah pandemi meningkat, mati karena covid dan mati karena lapar. Masyarakat yang melanggar karena pemerintah tidak memberikan bantuan di saat yang tepat. Lucu memang PPKM Darurat mulai dari 3 Juli tetapi bansos baru bergulir belakangan ini. Lalu selama dua minggu ini masyarakat makan dari mana? Belum lagi kasus korupsi bansos yang beritanya masih panas kemarin.

    Akhir kata walaupun masih di tengah perjuangan, Saya berharap dari Satpol PP agar mengayomi serta mengedukasi masyarakat menggantikan peran pemerintah yang hanya memberika kebijakan tanpa edukasi. Tidak perlu adu kuat antara aparat dan rakyat, karena kita sama-sama berjuang untuk bertahan hidup, jika ada uang lebih beli lah jualan mereka dibandingkan harus menyita atau membuang jualan mereka.

     

    Penulis : Biladi Muhammad Wiragana

    Mahasiswa STISIP Widuri Jakarta



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.