Konsep Identitas Nasional dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika di Era Globalisasi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ika Wahyuningsih

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 November 2022

Senin, 28 November 2022 18:38 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Konsep Identitas Nasional dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika di Era Globalisasi

    Konsep Identitas nasional dalam bingkai tunggal Ika daalm era globalisasi. Hal ini sangat penting karena dengan adanya Bhineka tunggal Ika persatuan bangsa Indonesia menjadi kuat. Bhinneka tunggal Ika semboayan yang dijadikan identitas nasional. Budaya-budaya barat masuk ke Indonesia dengan tidak terbendung oleh karena itu sebagai warga negara yang baik harus selalu berpegang teguh kepada semboyan "Bhinneka Tunggal Ika"

    Dibaca : 1.296 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Identitas nasional seperti yang sudah kita ketahui bersama merupakan ciri khas atau pandangan hidup suatu bangsa yang dapat membedakannya dengan bangsa lain. Tetapi identitas nasional itu terus berkembang dengan seiringnya pekembangan zaman. Identitas nasional juga harus tetap dijaga serta dilestarikan agar tidak terbawa oleh arus globaisasi yang sangat pesat ini.

    Seperti yang kita ketahui ada beberapa bentuk identitas nasional Indonesia, yaitu bahasa nasioal (bahasa Indonesia), bendera merah putih, lagu Indonesia raya, lambang negara pancasila, hukum dasar negara UUD 1945, semboyan bhinneka tuggal ika, dan masih banyak lagi. Faktor pembentuk identitas nasional sendiri yaitu mulai dari suku, budaya, agama dan juga bahasa.

    Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara Indonesia, yang tertulis pada pita burung Garuda Pancasila. Secara konstitusional, semboyan negara diatur dalam pasal 36A Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yakni “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika”.

    Identitas nasional dan integrasi nasional itu sangat berkaitan. Dengan adanya integrasi nasional maka akan menguatkan identitas nasional yang dibangun. Indonesia merupakan negara yang beragam baik suku, ras, budaya, bahasa, dan juga agama, oleh karena itu jangan sampai kita terpecah belah dengan perbedaan, justru dengan perbedaan kita harus mampu bersatu demi mewujudkan cita-cita bangsa. Sesuai dengan salah satu identitas nasional bangsa Indonesia yaitu semboyan Bhinneka tuggal ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Di sini telah ditegaskan bahwasannya kita harus bersatu di dalam perbedaan yang ada. Sehingga bhinneka tuggal ika bukan hanya semboyan semata tetapi harus di implementasikan karena merupakan kunci persatuan dan kesatuan bangsa tanpa adanya perpecahan.
    Implementasi Bhinneka Tunggal Ika :

    1. Perilaku influsif

    Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memandang dirinya sebagai individu atau kelompok masyarakat. Kelompok ini menjadi satu kesatuan dalam masyarakat luas.

    1. Sifat pluralistik

    Bangsa Indonesia bersifat plural ditinjau dari keragaman agama, budaya, dan suku. Meski berbeda diperlukan menjalin kerukunan, toleran, dan saling menghormati. Sehingga tidak ada orang yang memandang remeh pihak lain. Contoh saling membantu ketika terkena musibah. 

    1. Tidak mencari menangnya sendiri

     Mengutip dari jurnal "Peranan Pancasila Dan Bhineka Tunggal Ika Dalam Menanggulangi Politik Identitas" karya Rizal Habi Nugroho penerapan semboyan untuk menghormati dan menghargai pihak lain. Menghargai ini bisa menerima dan memberi pendapat dalam kehidupan yang beragam.

    1. Musyawarah

    Musyawarah membentuk kesatuan dan mencapai mufakat. Dalam hal ini ada istilah common denominator, yakni inti kesamaan yang dipilih untuk mencapai mufakat. Beberapa kelompok bisa menemukan solusi dari musyawarah.

    1. Rasa kasih sayang dan rela berkorban

    Bhineka Tunggal Ika perlu dilandasi rasa kasih sayang kehidupan bangsa dan negara. Tanpa kasih sayang dan rela berkorban tanpa pamrih kesatuan tidak terwujud.

    1. Toleran dalam perbedaan Toleran menjadi pandangan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati, menyebarkan kerukunan, dan menyuburkan toleransi pada individu.

    Di era globalisasi dimana era penuh dengan persaingan, menyebabkan adanya sisi positif dan negatif bagi identitas nasional. Sisi positifnya yaitu dengan adanya globalisasi kita bisa memperkenalkan bangsa atau negara kita di mata internasional, sedangkan sisi negatifnya yaitu identitas nasional juga bisa tenggelam karena dipengaruhi oleh bangsa atau negara yang lain. Globalisasi yang semakin melesat membuat nilai-nilai bangsa semakin terkikis dengan budaya barat yang tidak sesuai jika diterapkan di Indonesia, seperti halnya cara berpakaian masyarakat sekarang sudah bersifat kebarat-baratan, kemudian bangsa Indonesia yang dikenal dengan orang-orang yang ramah sekarang sudah terpengaruh dengan globalisasi sehingga semakin banyaknya persaingan yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan kesenjangan masyarakat terus semakin meningkat dan identitas nasional semakin memudar. Kita sebagai generasi muda penerus bangsa seharusnya mempertahankan identitas nasional serta menggali potensi-potensi yang ada pada negara kita. Kita sebagai masyarakat indonesia juga harus bangga dengan identitas nasional negara kita, kita harus menerapkannya dengan menghargai bentuk-bentuk identitas nasional negara kita baik bahasa, budaya, dll.

    Di zaman globalisasi maraknya teknologi yang terjadi saat ini membuat banyak anak-anak yang kurang mengerti atau mengenal apa bhinneka tunggal ika itu, karena mereka di sekolah hanya menganggapnya sebagai sebuah pelajaran semata. Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa dan generasi agent of change harus mengenalkan kepada anak-anak zaman sekarang mengenai bhinneka tuggal ika, dengan cara memberikan wawasan-wawasan dan edukasi seperti webinar-webinar mengenai pentingnya merealisasikan bhinneka tunggal ika di indonesia. Sebagai orangtua dan guru juga bisa mengajak anak-anak untuk menerapkan pentingnya bhinneka tuggal ika dalam sehari-hari. Sehingga anak-anak zaman sekarang yang notabenya merupakan generasi penerus bangsa memiliki bekal kedepannya untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa indonesia.

    Selain anak-anak juga masih banyak masyarakat yang kurang memahami bhinneka tunggal ika, mungkin mereka mengerti bahwa bhinneka tunggal ika itu merupakan semboyan bangsa, tetapi mereka tidak paham betul maknanya secara mendalam. Oleh karena itu sebagai generasi agent of change kita juga harus mengsharing wawasan kita kepada masyarakat mengenai makna dan pentingnya mengimlementasikan bhinneka tunggal ika. Kita juga bisa memulai menanamkan jiwa kebhinnekaan dimulai dari keluarga kita sendiri.

    Di zaman globalisasi juga sering terjadi adanya isu-isu yang belum pasti kejelasannya. Oleh karena itu kita jangan mudah terpancing dengan adanya isu-isu tersebut, kita sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu yang akurat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memicu adanya konflik antar sesama yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

    Jadi sudah jelas bahwa semboyan bhinneka tuggal ika merupakan identitas nasioanal bangsa Indonesia, karena merupakan alat yang sangat penting untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia, termasuk dalam memepersatukan keragaman yang ada. Oleh karena itu mari kita bersama-sama menjaga, melestarikan serta mengimplementasikan bentuk identitas nasional bangsa Indonesia salah satunya yaitu semboyan bhinneka tuggal ika.

     

    Ikuti tulisan menarik Ika Wahyuningsih lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.