x

Benny Wenda

Iklan

Waode Nurmuhaemin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Februari 2023

Rabu, 15 Maret 2023 15:26 WIB

Mengulik Pernyataan Panas Benny Wenda


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pemimpin Organisasi Kemerdekaan Papua Barat dan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda mengklaim Selandia Baru merupakan pendukung kuat Papua merdek . Peryataan itu, kontan saja membuat heboh. Mengutip CNN tanggal 22 Februari kemarin, Wenda mengatakan OPM harus membebaskan pilot Susi Air yang berkebangsaan Selandia Baru karena Selandia baru adalah pendukung Papua Barat.

Pengamat internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, mengatakan Wenda ingin mendapat pengaruh lebih luas di kancah global. Saat ini Wenda tengah mencari simpati dan meluaskan pengaruh di negara-negara kawasan Pasifik.  Peryataan presiden pembebasan Papua Barat ini boleh-boleh saja dianggap cari sensasi namun ada satu buku yang mengupas dengan tajam sejarah dukungan Selandia Baru kepada Papua Barat. Judul bukunya adalah See No Evil New Zealand’s Betrayal of the People of West Papua terbitan University of Cincinnati Press. Buku itu sampai saat ini bsa dipesan di Amazon dengan harga 32,95 Dollar.

Buku ini banyak mengupas tentang bagaimana di awal tahun 1950-an, Selandia Baru mendukung Papua Barat sebagai bekas koloni Belanda untuk menjadi negara sendiri. Namun, ditahun 1960an Selandia Baru berbalik mendukung Indonesia. Potongan sejarah ini, yang dilewatkan oleh Wenda bahwa sejak tahun 1960 an Selandia baru sudah mendukung Indonesia. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Buku yang ditulis oleh Maire Leadbeater yang merupakan aktivis HAM Selandia Baru ini, diterbitkan tahun 2018. Dikutip dari Pacific Media watch 30 Mei 2017, sejumlah politikus yang meneken perjanjian untuk mendukung penentuan nasib sendiri untu Papua, antara lain Catherine Delahunty, Mojo Mathers, Jan Logie, dan Steffan Browning, dari Partai Hijau; Louisa Wall, Carmel Sepuloni, Adrian Rurawhe, dan Aupito S'ua William Suo dari Partai Buruh. Kemudian ada Adrian Rurawhe dari partai Nasional Chester Burrows dan Marama Fox dari Partai Maori.

Mengutip koran online tersebut yang mengatakan bahwa, “Aukland (Asia Pacific Report/Pacific Media Watch): Political support in New Zealand for an independent West Papua is growing after a “historic declaration” was signed during free West Papua advocate Benny Wenda’s visit to the country this month. Several politicians from across four political parties signed the Westminster Declaration, which calls for West Papua’s right to self-determination to be legally recognised through a vote.Green MP Catherine Delahunty – who has been a vocal supporter of West Papuan independence throughout her political career – told Pacific Media Watch the meeting at Parliament by the IPWP was “amazing”.Secara garis besar dari peryataan diatas, bahwa mereka mendukung Papua untuk menentukan nasib sendiri. Berikut linknya New Zealand support for West Papua grows after ‘historic declaration’ signed https://asiapacificreport.nz/2017/05/30/new-zealand-support-of-west-papua-grows-after-historic-declaration-signed/ via @DavidRobie

Peryataan panas Beny Wenda ini tentu saja masih masih berupa klaim dan hanya beberapa saja dari anggota parlemen Selandia Baru yang mendukung gerakan itu. Karena bagaimanapun, Selandia Baru dan Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang baik, dan Papua adalah wilayah NKRI. Sebagai negara yang berdaulat, tentu saja kita mengharapkan Selandia baru menghormati kedaulatan Indonesia.

Dukungan yang diberikan beberapa anggota parlemen Selandia baru seperti klaim Benny Wenda menjadi sinyalmen Indonesia untuk lebih memperkuat kerjasama bliteral dengan negara itu.  Bagaimanapun hubungan diplomatik adalah jalan terbaik untuk menangkis peryataan-peryataan panas yang kerap dilontarkan pentolan gerakan Papua Merdeka itu.

Beny Wenda memang getol bergerilya diluar negri, termasuk di PBB, Australia, Inggris dan Juga Selandia baru. Wenda menggambarkan betapa suram dan tertindasnya Papua diperlakukan oleh NKRI. Namun, seharusnya media barat berimbang dalam memberitakan. Pembangunan Papua yang jor-joran dan malahan dirusak oleh KKB pekerja-pekerja konstruksi banyak yang ditembak mati. Fasiltas kesehatan, pendidikan dibakar

Pemerinta RI sangat menaruh perhatian terhadap Papua, bahkan ada dana otonomi khusus yang dianggarkan untuk Papua. Tidak sampai disitu banyak beasiswa yang dikhususkan untuk anak-anak Papua. Sehingga apa yang digembor-gemborkan Wenda sebenarnya jauh panggang dari api. Negara-negara dipasifik semisal Nauru yang getol mendukung Papua, mungkin saja memori yang adalah dibenak mereka adalah Papua yang tahun 70 an.

Papua saat ini adalah Papua yang pembangunanya sudah sama dengan propinsi lain di Indonesia, dimana BBM pun satu harga. Sehingga kalau mau Papua berkembang dan maju, maka KKB harus menghentikan kekerasan dan pembunuhan terhadap para pekerja konstruksi.

Papua adalah wilayah NKRI yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Semua orang Indonesia paham bagaimana kedudukan Papua sehingga ada lagu yang sangat familiar yaitu Dari Sabang sampai Merauke yang secara tidak langsung menegaskan kedaulatan wilayah RI dari Aceh sampai Papua.

Ikuti tulisan menarik Waode Nurmuhaemin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu