x

Ilustrasi Petani. Foto: Arif Firmansyah/Antara

Iklan

M Aris Pujiyanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 April 2024

Senin, 1 April 2024 14:50 WIB

Peran Perempuan dalam Pertanian: Menguak Kontribusi yang Terabaikan

Peran penting permepuan dalam pertanian sering dilupakan. Keterlibatan mereka dalam kelembagaan perlu didukung, juga dalam mencapai kesetaraan gender.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pertanian, sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, telah lama menjadi domain yang dipandang sebagai milik laki-laki. Namun, di balik stereotip ini, terdapat narasi yang terabaikan secara luas: peran penting yang dimainkan oleh perempuan dalam sektor pertanian. Dalam gelombang modernisasi dan transformasi ekonomi, kontribusi perempuan terhadap pertanian sering kali terlupakan atau diabaikan. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam dan mengungkap peran yang sangat berarti namun sering kali terabaikan ini.

Perempuan tidak hanya berperan sebagai pekerja di ladang, tetapi juga sebagai pengelola dan pengambil keputusan di tingkat rumah tangga. Mereka terlibat dalam semua aspek produksi pertanian, mulai dari penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga panen. Di banyak kasus, perempuan juga bertanggung jawab atas pemilihan varietas tanaman, penggunaan pupuk, dan manajemen air. Namun, kontribusi ini sering kali tidak diakui atau dihargai secara layak.

Selain berkontribusi pada produksi pertanian, perempuan juga memiliki peran kunci dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Mereka bertanggung jawab atas pengolahan hasil pertanian menjadi makanan sehari-hari, serta memastikan kecukupan gizi bagi anggota keluarga. Di samping itu, perempuan sering kali memiliki pengetahuan tradisional yang kaya tentang penggunaan tanaman obat dan herbal untuk kesehatan keluarga.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meskipun kontribusi yang signifikan, perempuan sering kali menghadapi hambatan dalam mengakses sumberdaya dan teknologi pertanian. Mereka memiliki akses terbatas terhadap lahan, kredit, dan pelatihan pertanian. Selain itu, teknologi pertanian yang inovatif sering kali tidak dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi perempuan, sehingga meningkatkan kesenjangan gender dalam pertanian.

Di tingkat lokal, perempuan sering kali aktif dalam organisasi pertanian seperti kelompok tani atau koperasi. Mereka berperan dalam pengambilan keputusan, perencanaan kegiatan, dan pembagian hasil. Namun, keterlibatan perempuan dalam kelembagaan pertanian sering kali tidak diakui secara formal, dan suara mereka sering kali tidak didengar dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk mencapai potensi penuh sektor pertanian, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengakui, menghargai, dan mendukung peran perempuan dalam pertanian. Langkah-langkah seperti pemberdayaan ekonomi, akses yang adil terhadap sumberdaya dan teknologi, serta partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan penting untuk menciptakan lingkungan pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.

Peran perempuan dalam pertanian jauh lebih dari sekadar mitos; mereka adalah pilar yang kokoh dalam keberlanjutan dan kemakmuran sektor ini. Menguak kontribusi yang terabaikan ini bukan hanya tentang pengakuan atas kerja keras mereka, tetapi juga tentang menciptakan kesempatan yang setara dan inklusif bagi semua pemangku kepentingan dalam pertanian. Hanya dengan menerima dan menghargai peran perempuan secara penuh, kita dapat mencapai pertanian yang lebih berkelanjutan dan adil untuk semua.

Ikuti tulisan menarik M Aris Pujiyanto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Menggenggam Dunia

Oleh: Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Selasa, 9 April 2024 13:46 WIB

Terpopuler

Menggenggam Dunia

Oleh: Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Selasa, 9 April 2024 13:46 WIB