Teka-teki Tersulit di Dunia #10: Presiden di Persimpangan Jalan (dan Jawaban Teka Teki #9) - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Raja Menunggang Kuda (Sumber: Pixabay)

Iwan Kurniawan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 6 April 2020 14:00 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Teka-teki Tersulit di Dunia #10: Presiden di Persimpangan Jalan (dan Jawaban Teka Teki #9)

    Dibaca : 680 kali

    Teka teki kali ini akan membahas salah satu masalah logika yang populer, yakni soal pernyataan benar dan salah. Untuk itu kita akan ikut petualangan Presiden Lontong yang tinggal di sebuah negeri antah berantah.

    Suatu hari, Presiden Lontong sedang berkendara melintasi jalan tol Cipularang menuju Bandung. Karena terlalu asyik mendengar musik Coldplay, dia tersesat di sebuah daerah yang unik. Daerah ini dihuni dua suku yang punya kebiasaan khusus. Satu suku selalu berbicara jujur dan suku lain selalu berbicara bohong.

    Dia tiba di jalan bercabang dua yang dijaga dua orang, masing-masing berasal dari setiap suku. Dia tidak tahu siapa yang jujur dan siapa yang pembohong di antara mereka.

    Sesuai peraturan di daerah itu, Presiden Lontong hanya diijinkan mengajukan satu pertanyaan yang sama kepada keduanya dan keduanya hanya akan menjawab "ya" atau "tidak". Presiden pun bertanya kepada keduanya dan dari jawaban mereka dia tahu cabang jalan mana yang akan menuju Bandung.

    Pertanyaannya: apa pertanyaan yang diajukan Presiden Lontong?

    Silahkan jawab di kotak komentar di bawah ini. Saya akan menulis artikel mengenai jawabannya besok.

    Selamat menebak. Tetap di rumah dan jaga kesehatan.


    Jawaban Teka-teki #9: Jam yang Mati

    Soal kemarin secara ringkas berbunyi demikian.

    Presiden Lontong hidup sangat teratur tapi tak punya jam tangan. Dia hanya punya sebuah jam dinding yang sangat akurat. Sayangnya, jam ini sering berhenti berputar. Bila hal ini terjadi, maka dia akan pergi ke rumah sahabatnya, Iwan Kurniawan, yang punya banyak jam yang tak kalah akuratnya.

    Suatu hari jamnya berhenti. Presiden Lontong langsung berangkat ke rumah Iwan. Di sana keduanya mengobrol sambil ngopi-ngopi. Setelah puas berbincang, Presiden Lontong pulang ke Istana dan menyetel jam dindingnya.

    Pertanyaan: Bagaimana Presiden Lontong mengetahui persis waktunya sedangkan dia tak tahu berapa jarak antara Istana dan rumah sahabatnya?

    Jawaban: Presiden Lontong tak perlu tahu jarak Istana dan rumah Iwan untuk menyetel jamnya.

    Presiden Lontong tahu jamnya mati, misalnya, tepat pukul 16.00. Dia ke rumah Iwan dan saat tiba melihat jam di rumah Iwan menunjukkan, misalnya, pukul 16.15. Jadia dia tahun waktu tempuh dari rumahnya dan rumah Iwan adalah 15 menit.

    Ketika pulang, Presiden Lontong melihat jam Iwan menunjuk pukul 18.00. Tiba di rumah, di langsung menyetel jam dindingnya ke pukul 18.15.

    Teka Teki lain


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.